Ika Setiawati
STIT Al Muslihuun Tlogo Blitar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENGOLAHAN MANISAN BUAH KERING MANGGA (DRIED FRUIT) PADA WALI MURID SDN 2 SIDEM Muhammad Rizal Rifa’i; Okta Khusna Aisi; A’ang Yusril Musyafa’; Ika Setiawati
Journal of Islamic Science Community Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/isc.v4i2.1243

Abstract

Pengolahan manisan buah kering mangga adalah proses mengawetkan buah mangga dengan cara menambahkan gula (sebagai bahan pengawet alami) dan mengeringkannya hingga kadar airnya berkurang secara signifikan. Tujuannya adalah untuk memperpanjang umur simpan buah sekaligus mempertahankan rasa dan aroma khas mangga. Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan. Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.Manisan buah adalah buah yang diawetkan dengan gula. Tujuan pemberian gula dengan kadar yang tinggi pada manisan buah, selain untuk rasa manis, juga untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme (jamur, kapang). Dalam proses pembuatan manisan buah ini juga digunakan air garam dan air kapur untuk mempertahankan bentuk (tekstur) serta menghilangkan rasa gatal atau getir pada buah.
PEMIKIRAN TENTANG PENDIDIKAN DALAM HADIST NABI Muhammad Rizal Rifa’i; Ika Setiawati
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v7i2.2621

Abstract

This article examines the Prophet Muhammad's thoughts on education in his hadith, which are the main source for developing the concept of Islamic education. The research method used is library research with content analysis. Hadith not only serve as normative guidelines, but also present a practical approach to education that is comprehensive, covering spiritual, intellectual, moral, and social aspects. The goal of Islamic education is to develop a complete human being, one who has a balance between morals and knowledge. This study focuses on the obligation to seek knowledge and character building based on the values of the hadith. The educational process exemplified by the Prophet involved various methods such as lectures, question and answer sessions, experiments, and demonstrations that were able to reach the humanity of the students. Important values such as honesty, trustworthiness, humility, and compassion are emphasized in Islamic education. Lifelong education is also an important point in the hadith, which is in line with the concept of continuous learning in modern education systems. The Prophet's hadith serve as the basis for integrative and transformative values in developing an Islamic education system that is relevant to the needs of the times.