Asnur Lidayni
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital communication education for children in conflict with the law (ABH) at LPKA class II Maros in the Sekolah Kebangsaan Program Citra Rosalyn Anwar; Rita Gani; Asnur Lidayni
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2024): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v9i2.1572

Abstract

This research analyzes the importance of digital communication education in improving election information literacy and critical thinking skills for children in conflict with the law (ABH) in LPKA Class II, Maros. As a vulnerable group as well as novice voters, they have the right to education that includes aspects of digital communication. The findings show that a lack of skills in digital communication and information management is one of the factors causing the problems experienced by these children. In the digital era, the ability to communicate effectively, including through digital media, is a fundamental skill in their social life. This study involved 50 children who are novice voters and participated in the Sekolah Kebangsaan program, which aims to strengthen digital literacy and critical thinking skills, especially related to election issues. This research is a case study with interviews, observation, and documentation data collection techniques during class. The results of the study show that the children in conflict with the law have developed communication skills, information management, confidence, and critical thinking, especially on election issues.
Pengembangan E-Modul Sex Education sebagai penguatan pendidikan karakter pada mahasiswa Asnur Lidayni; Arnidah Arnidah; Citra Rosalyn Anwar
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.45411

Abstract

Hasil observasi awal survei online mahasiswa fakultas ilmu pendidikan perwakilan angkatan 2021 bahwa dalam mendengar kata sex hanya diperkenalkan oleh lingkungan sekitar dan banyak mendapatkan informasi mengenai sex education melalui internet. Dari 45 responden berbagai media yang ditawarkan menyetujui sex education dapat diajarkan melalui e-modul bahkan banyak yang belum menyadari bahwa perilaku seksual mencerminkan pendidikan karakter kita. Peneliti ingin membuat dalam bentuk e-modul (teks, gambar, video) dan sex education harus dilengkapi dengan pendidikan karakter dikarenakan sebelumnya belum ada membuat penelitian sex education sebagai penguatan pendidikan karakter maupun dalam bentuk E-Modul. Tujuan dari pendidikan seksual bukan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja, tetapi untuk mempersiapkan Remaja mengetahui tentang seksualitas dan konsekuensinya jika dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama dan adat istiadat serta mental dan materi kesiapan seseorang, Penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah model pengembangan S. Thiagarajan, et.al., model 3D yang terdiri atas tiga tahap yaitu: pendefinisian (define), tahap Perancangan (design), dan tahap pengembangan (development).