Salamah
Universitas Muhammadiyah Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BAHASA SEBAGAI ALAT HEGEMONI: STUDI LITERATUR TENTANG WACANA MEDIA Suhardi; Salamah
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2529

Abstract

Artikel ini merupakan studi literatur yang mengkaji hubungan antara konsep hegemoni media dan ilmu bahasa, khususnya melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA). Dalam era digital, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk realitas sosial dan ideologi yang mendominasi. Pendekatan CDA memungkinkan pemetaan bagaimana bahasa digunakan sebagai instrumen kekuasaan dalam membingkai wacana publik. Artikel ini bertujuan untuk membangun kerangka konseptual bagi kolaborasi interdisipliner antara kajian media dan linguistik kritis. Temuan dari literatur terdahulu menunjukkan bahwa integrasi antara CDA dan teori hegemoni dapat memperkuat analisis terhadap praktik representasi, dominasi simbolik, dan konsensus ideologis dalam teks media.
ABSENSI BAHASA LAMPUNG DAN DOMINASI IDENTITAS KULINER LAIN DI BANDAR LAMPUNG PADA DAFTAR MERCHANT "NEAR ME" PORTAL GOFOOD.CO.ID Suhardi; Salamah
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/pba80g04

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi representasi identitas linguistik dan kultural melalui penamaan pedagang kuliner pada platform digital GoFood, khususnya pada fitur "Near Me" di Kota Bandar Lampung. Dengan menganalisis 194 data restoran, penelitian ini mengkaji sejauh mana bahasa dan identitas Lampung hadir dalam strategi penjenamaan digital dibandingkan dengan identitas kuliner lain seperti Jawa, Padang, dan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 2,06% pedagang yang menggunakan penanda linguistik Lampung, sementara identitas lain seperti Jawa, Padang, dan global mendominasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa lanskap linguistik digital didominasi oleh identitas non-lokal, yang merefleksikan dinamika pasar, globalisasi, serta strategi branding yang berorientasi pada daya tarik massa. Artikel ini berargumen bahwa ruang digital tidak hanya merepresentasikan preferensi konsumen, tetapi juga membentuk ulang identitas kuliner lokal.