Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EVALUASI PEMILIHAN PENYEDIA JASA KURIR BERDASARKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Juli Astuti; Erika Fatma
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol. 1 No. 1 (2017): Page 1-74
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.3

Abstract

Logistics activity plays an important role in the business process where there is a distribution process to deliver product from the manufacturer / seller to the consumer. Nowadays there are many companies that provide logistics services with its own advantages and disadvantages. This condition, gives users more flexibility in determining which courier companies they will use. IN ordr to aid decision makers in selecting the best courier services providers, we conducted a study regarding the criteria used in determining user's choice by using Analytical Hierarchy Process (AHP). The purpose of this study was to determine the main criteria as user's consideration for selecting the best logistics service providers. Based on a survey conducted on the online sellers, it is known that the criteria of the key considerations in selecting a courier service is Reliability, the reliability of a courier company in serving the needs and desires of its customers, followed by cost and convenience
Penerapan Lean Warehousing Untuk Meningkatkan Kinerja Aktivitas Gudang Pada Perusahaan Percetakan Buku Buni Pradina Bestari; Erika Fatma
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi aktivitas pergudangan melalui identifikasi dan eliminasi pemborosan (waste) pada kegiatan penerimaan barang di gudang raw material dan spare part. Kegiatan penerimaan spare part pendukung produksi menghabiskan waktu selama 64 menit. Panjangnya proses penerimaan barang disebabkan oleh pergerakan pekerja dan dokumen yang berlebih dan berulang. Selain itu, proses penerimaan spare part berukuran dan berkuantitas besar membutuhkan area unloading yang luas dan alat material handling untuk membantu pengangkutan barang dari area unloading menuju gudang. Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui waste movement, transportation dan waiting menjadi penyebab paling dominan dalam permasalahan tersebut. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi waste pada aktivitas penerimaan barang di gudang, yaitu value stream mapping dan root cause analysis. Value stream mapping digunakan untuk menggambarkan seluruh aktivitas dilengkapi dengan catatan waktu proses untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak menimbulkan nilai tambah (waste). Selanjutnya, metode root cause analysis dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya waste tersebut. Berdasarkan analisis, diketahui untuk mengurangi terjadinya waste, perlu dilakukan koordinasi antara pihak gudang, petugas adminitrasi dan satpam. Usulan ini dapat menghemat waktu proses penerimaan selama 30,8 menit atau 47,8%. Hal ini dapat membuat waktu penerimaan barang di gudang menjadi lebih cepat. Kata kunci : Gudang, Waste, Value Stream Mapping, Root Cause Analysis   ABSTRACT (12 pt, bold, italic)(kosong satu spasi 12 pt) This study aims to improve the efficiency of warehousing activities through identification and elimination of waste in receiving activities for raw material and spare part. The receiving activity took 64 minutes. The lengthy process of receiving goods was caused by excessive and repetitive movement of workers and documents. In addition, the process of receiving large-sized and large-sized spare parts requires a large unloading area and material handling tools to help transport goods from the unloading area to the warehouse. Based on the identification results, it is known that waste movement, transportation and waiting are the most dominant causes of these problems. The methods used to identify waste in receiving activities are value stream mapping and root cause analysis. Value stream mapping is used to describe all activities with its processing time and to identify activities that do not generate value added (waste). Furthermore, the root cause analysis method is carried out to determine the causes of the waste. Based on the analysis, it is known that to reduce the occurrence of waste, it is necessary to coordinate between the warehouse, 1st floor warehouse administration and security guards. This improvement may save 30.8 minutes or 47.8% of the time in the receiving process. This can make the receiving process at the warehouse become faster. Keywords: Warehousing, Waste, Value Stream Mapping, Root Cause Analysis
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN PERGUDANGAN POLITEKNIK APP JAKARTA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERGUDANGAN erika fatma; hendi dwi hardiman; winanda kartika; M Tirtana Siregar; nessa ananda
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin berkembang tidak terlepas dari perkembangan sistem teknologi informasi. Gudang merupakan unit penunjang operasional yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional suatu instansi. Sistem pelayanan gudang mencakup jaminan kelancaran keluar-masuk barang, ketersediaan barang, keamanan dan kemudahan akses informasi. Pembahasan penelitian dibatasi pada gudang persediaan Politeknik APP Jakarta. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap yaitu tahap penataan ruang (tata letak gudang) dan pengembangan sistem informasi pergudangan. Tahap penataan gudang adalah mengevaluasi layout gudang awal, menetukan kebutuhan ruang gudang dan menentukan kelas penyimpanan persediaan sesuai prinsip penyimpanan. Identifikasi kebutuhan ruang dapat dilihat berdasarkan aliran barang, sedangkan penentuan kelas penyimpanan dilakukan berdasarkan prinsip penyimpanan (popularity, size, dan characteristics). Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan penataan yang baik yaitu aman, mudah dicari, dam mudah dijangkau. Tahap pengembangan sistem informasi pergudangan diawali dengan analisis kebutuhan dari pengguna sistem, baik kebutuhan fungsional ataupun kebutuhan non-fungsional. Selanjutnya, dilakukan analisis perancangan sistem infomasi menggunakan use case diagram, activity diagram, context diagram, kemudian pembuatan sistem informasi dengan platform web. Dengan dihasilkannya usulan tata letak gudang dan sistem informasi gudang diharapkan dapat membantu proses pengelolaan pergudangan sehingga dapat membantu pihak manajemen dalam kebijakan pengelolaan barang dan kebijakan pembelian barang. Kata kunci: Pergudangan, tata letak pergudangan, sistem informasi pergudangan