Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Festival Literary Camp sebagai Upaya Penguatan Literasi, Numerasi, dan Public Speaking Siswa SDI Pohon Bao Larantuka dalam Memperingati Hari Pendidikan Nasional: Penelitian Siti Khadijah Abdul Kadir; Nur Iftitah; Maria Aprilia Venerani Gokun; Aulia Fitria Syaharani BL
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Festival Literary Camp sebagai upaya penguatan literasi, numerasi, dan kemampuan public speaking siswa di SDI Pohon Bao Larantuka dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas I sampai V serta guru yang terlibat dalam kegiatan, yang dilaksanakan oleh program Kampus Mengajar Angkatan 7. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Festival Literary Camp yang terdiri dari lomba “Baca Aku” (Tebak Siapakah Aku), lomba menari, lomba story telling, dan lomba hitung cepat mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Penguatan literasi terlihat pada kemampuan siswa dalam membaca, memahami, dan menyampaikan kembali informasi. Kemampuan numerasi siswa berkembang melalui aktivitas hitung cepat yang menuntut ketepatan dan kecepatan berpikir. Selain itu, kemampuan public speaking siswa meningkat melalui keberanian tampil di depan umum dan menyampaikan ide secara lisan.. Dengan demikian, Festival Literary Camp dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan efektif dalam mendukung penguatan literasi, numerasi, dan kemampuan public speaking siswa sekolah dasar.
Menulis Jejak Menumbuhkan Asa di SDN Alaang, Kabupaten Alor: Penelitian Muhammad Riski Anugerah Pratama; Ririn Aryuni M. Lapi; Kristina Claudia Da’a; Aulia Fitri Syaharani BL; Nur Iftitah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6144

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah dasar, khususnya di daerah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program Kampus Mengajar Angkatan 7 di UPTD SD Negeri Alaang, Kabupaten Alor, serta menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran dan perkembangan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode etnografi, melibatkan enam mahasiswa peserta program, Sembilan belas guru, kepala sekolah, dan sekitar 150 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama empat bulan, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa Kampus Mengajar membawa sejumlah perubahan positif, antara lain peningkatan minat baca melalui program literasi pagi, penguatan kemampuan numerasi dengan media pembelajaran interaktif, serta pengenalan teknologi dasar yang meningkatkan keterampilan digital siswa. Selain itu, kegiatan seni rupa yang dilaksanakan mahasiswa turut mendorong kreativitas, rasa percaya diri, dan kerja sama antar siswa. Keberhasilan program tidak terlepas dari kolaborasi erat antara mahasiswa, guru, kepala sekolah, dan dosen pembimbing lapangan yang secara konsisten memberikan dukungan dan bimbingan. Temuan ini menunjukkan bahwa Program Kampus Mengajar mampu menjadi katalis transformasi pendidikan dasar, sekaligus membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang profesional, humanis, dan berintegritas.
Optimizing Deep Learning-Based STEM Instruction with PhET Simulations to Improve Science Outcomes Nur Iftitah; Ratih Ulfah R. Syarif; Isma Ina Daud; Siti Irmawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 14, No 2 (2026): JUNE 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v14i2.26012

Abstract

This study aims to optimize the implementation of deep learning–based instruction integrated with a STEM approach and supported by PhET Interactive Simulations to improve students’ science learning outcomes at MTs Hingalalamengi. In line with the demands of 21st-century education, the learning process emphasizes not only superficial concept mastery but also deeper understanding, critical thinking, problem-solving skills, and the ability to relate scientific concepts to real-life contexts. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest model. Measurements were conducted before and after the implementation to determine the effectiveness of the instructional strategy. The learning process was designed by integrating STEM principles with interactive PhET simulations, enabling students to actively engage in virtual experiments, inquiry-based exploration, and collaborative problem-solving activities. The results indicate a significant improvement in students’ learning outcomes, as shown by higher posttest scores compared to pretest scores. In addition, the use of interactive simulations increased students’ engagement and participation during the learning process. Students became more active in exploring concepts, conducting virtual experiments, and developing their critical thinking skills. The integration of deep learning, STEM approaches, and digital simulation media proved to create a more meaningful and student-centered learning environment. Therefore, this approach is recommended as an innovative instructional strategy to enhance the quality of science education, particularly in madrasah contexts.
Blurring Boundaries: A Psychological Investigation into the Emotional Authenticity of Virtual Relationships in the 21st Century Erwin Prasetyo; Nur Iftitah
Advances in Psychological Sciences and Applications Vol. 1 No. 01 (2025): Advances in Psychological Sciences and Applications
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/apsa.v1i01.988

Abstract

With the increasing presence of digital communication, the distinction between virtual relationships and real-life interactions has become more blurred. The psychological effects of online relationships, especially in terms of emotional development and mental health, have garnered growing attention. This article explores the concept of virtual relationships and how they influence real emotions, drawing on existing literature to provide a comprehensive understanding of the topic. Using a conceptual framework, this study examines the complexities of virtual interactions and their psychological impact on individuals, particularly focusing on emotional authenticity, attachment, and social well-being. The methodological approach for this article is qualitative research. The primary research tool was a comprehensive literature review, focusing on psychological studies of virtual relationships, emotional development, and online communication patterns. The findings suggest that while virtual relationships may serve as meaningful substitutes, they are not a replacement for genuine human connections. Additionally, they may lead to emotional distress and distorted perceptions of intimacy, especially when they fail to fulfill essential emotional needs.
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Berbasis STEM Terintegrasi Kearifan Lokal Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Gerak Lurus Beraturan (GLB): Penelitian Santi H. Jaudin; Erwin Prasetyo; Nur Iftitah
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran berbasis STEM terintegrasi kearifan lokal, perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta pengaruh pembelajaran berbasis STEM terintegrasi kearifan lokal terhadap hasil belajar peserta didik pada materi Gerak Lurus Beraturan (GLB). Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yaitu penelitian yang diawali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif untuk memperkuat dan menjelaskan hasil penelitian. Data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru, observasi aktivitas peserta didik, angket respon peserta didik, dan wawancara peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis STEM terintegrasi kearifan lokal terlaksana dengan sangat baik. Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 83,36 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 75,52. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000093 (<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran berbasis STEM terintegrasi kearifan lokal terhadap hasil belajar peserta didik. Temuan kualitatif memperkuat hasil kuantitatif dengan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STEM terintegrasi kearifan lokal mampu melibatkan peserta didik secara aktif, memperoleh respon yang sangat baik, serta membantu peserta didik memahami konsep Gerak Lurus Beraturan melalui pembelajaran yang kontekstual. Dengan demikian, pembelajaran berbasis STEM terintegrasi kearifan lokal efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Gerak Lurus Beraturan.