Candraningratri Ekaputri Widodo
Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kondisi sarana dan prasarana transportasi sebagai pemenuhan kebutuhan dalam bergerak penyandang disabilitas di Kota Ramah Disabilitas Yogyakarta Fikakurrahni Azzahra; Rr. Ratri Werdiningtyas; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.91144

Abstract

Perhatian terhadap kebutuhan mobilitas penyandang disabilitas menjadi isu penting bagi pemerintah kota di Indonesia. Meskipun jumlah penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta hanya 0,56% dari total penduduk, pemerintah tetap perlu menyediakan sarana dan prasarana transportasi yang mendukung mobilitas mereka. Penelitian ini bertujuan menilai pemenuhan kebutuhan mobilitas penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta sebagai Kota Ramah Disabilitas, yang berarti menyediakan seluruh kebutuhan sesuai standar layanan, termasuk aksesibilitas transportasi umum. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada komunitas penyandang disabilitas dan observasi lapangan. Analisis dilakukan dengan metode pembobotan atau skoring pada setiap komponen subvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas berbeda pada setiap jenis disabilitas, baik untuk transportasi umum massal Trans Jogja maupun transportasi umum pribadi. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyediakan halte, fasilitas transportasi umum, dan jalur pedestrian yang tergolong cukup lengkap untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas.
Kajian pola pergerakan penghuni kawasan berorientasi transit Lebak Bulus terhadap prinsip Transit Oriented Development (TOD) Muhamad Naufal Alifiansach; Paramita Rahayu; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.86774

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah kemacetan perkotaan akibat penggunakan kendaraan pribadi yang lebih tinggi dibanding transportasi umum. Kawasan Berorientasi Transit Lebak Bulus merupakan salah satu kawasan TOD yang ditetapkan di DKI Jakarta. Penghuni kawasan TOD akan cenderung lebih menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, ataupun bersepeda karena sarana dan prasarana dapat diakses dengan mudah. Dengan menggunakan data hasil observasi, kuesioner, dan studi dokumen, kesesuaian karakteristik kawasan terhadap prinsip TOD dianalisis menggunakan teknik analisis skoring dengan skala Guttman. Setelahnya, kesesuaian pola pergerakan penghuni kawasan terhadap prinsip TOD dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa kawasan penelitian belum memiliki karakteristik yang sesuai dengan prinsip TOD, tetapi terdapat rencana kawasan yang apabila terlaksana sesuai target, maka akan ada 3 dari 7 variabel yang sesuai (42,86%). Maksud dan tujuan pergerakan penghuni belum sesuai dengan prinsip TOD karena masih bersifat eksternal ke luar kawasan (68,3%). Pilihan moda pergerakan penghuni dalam melakukan pergerakan juga belum sesuai karena masih didominasi penggunaan kendaraan pribadi berupa motor (39,6%) dan mobil pribadi (13%).
Analisis kondisi urban compactness Kawasan Solo Baru Wahyu Wening Rahwati; Ratri Werdiningtyas; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.91161

Abstract

Kawasan Solo Baru yang awalnya direncanakan sebagai kawasan permukiman mengalami perubahan menjadi kawasan perdagangan, jasa, dan industri hingga membuat Kecamatan Grogol menjadi Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Kabupaten Sukoharjo pada RTRW Kabupaten Sukoharjo Tahun 2011-2031. Selain penggunaan lahan yang berkembang ke arah campuran, kawasan Solo Baru memiliki kelengkapan fasilitas penunjang permukiman sehingga hal ini dapat membentuk kekompakan di kawasan Solo Baru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi urban compactness kawasan Solo Baru. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis spasial pemetaan, network analysis, deskriptif kuantitatif, dan skoring terhadap komponen urban compactness yang terdiri dari penggunaan lahan campuran, keterjangkauan fasilitas, dan intensitas bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan compactness pada sebelas desa yang ada di kawasan Solo Baru yang terbagi menjadi lima tingkatan, dengan pembangunan yang terjadi secara acak.
Potensi pengembangan Transit-Oriented Development di kawasan Stasiun Klaten Ahmad Fariski; Paramita Rahayu; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.89606

Abstract

Urbanisasi memengaruhi perkembangan Perkotaan Klaten dan meningkatkan kebutuhan pelayanan penduduk, terutama akses transportasi, lapangan kerja, serta peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna mengurangi kemacetan, polusi udara, dan pengangguran. Pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) merupakan konsep pembangunan yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda, didukung transportasi umum yang terintegrasi dengan tata guna lahan dan jaringan transportasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kawasan Stasiun Klaten sebagai kawasan TOD berdasarkan prinsip keberagaman, kepadatan, konektivitas, serta kemudahan berjalan kaki dan bersepeda. Pendekatan yang digunakan bersifat deduktif dengan metode deskriptif kuantitatif melalui analisis spasial, analisis deskriptif, mixed-use development, dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Stasiun Klaten memenuhi kriteria TOD Sub-Kota dengan skor 53,8% pada prinsip keberagaman. Kawasan ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Namun, tantangannya meliputi integrasi Stasiun Klaten dengan Terminal Ir. Soekarno, penyediaan transportasi umum dalam kota, peningkatan jalur pedestrian, parkir sepeda, serta kolaborasi kelembagaan untuk perencanaan TOD. Ketersediaan lahan dapat dimanfaatkan untuk fasilitas publik, komersial, dan hunian guna meningkatkan kepadatan kawasan.