Transit Oriented Development (TOD) merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah kemacetan perkotaan akibat penggunakan kendaraan pribadi yang lebih tinggi dibanding transportasi umum. Kawasan Berorientasi Transit Lebak Bulus merupakan salah satu kawasan TOD yang ditetapkan di DKI Jakarta. Penghuni kawasan TOD akan cenderung lebih menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, ataupun bersepeda karena sarana dan prasarana dapat diakses dengan mudah. Dengan menggunakan data hasil observasi, kuesioner, dan studi dokumen, kesesuaian karakteristik kawasan terhadap prinsip TOD dianalisis menggunakan teknik analisis skoring dengan skala Guttman. Setelahnya, kesesuaian pola pergerakan penghuni kawasan terhadap prinsip TOD dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa kawasan penelitian belum memiliki karakteristik yang sesuai dengan prinsip TOD, tetapi terdapat rencana kawasan yang apabila terlaksana sesuai target, maka akan ada 3 dari 7 variabel yang sesuai (42,86%). Maksud dan tujuan pergerakan penghuni belum sesuai dengan prinsip TOD karena masih bersifat eksternal ke luar kawasan (68,3%). Pilihan moda pergerakan penghuni dalam melakukan pergerakan juga belum sesuai karena masih didominasi penggunaan kendaraan pribadi berupa motor (39,6%) dan mobil pribadi (13%).
Copyrights © 2025