Raden Roro Wulan Ayu Wardani
STAI haji Agus Salim Cikarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Transfigurasi Implementasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPIT Harapan Bangsa Raden Roro Wulan Ayu Wardani
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.273

Abstract

Penelitian kualitatif ini memiliki tujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum merdeka di SMPIT Harapan Bangsa, termasuk dampak dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan. Tujuan dari kurikulum merdeka dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan kebebasan terhadap guru dan siswa dalam menentukan pembelajaran dan menentukan minat belajar yang relevan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif menggunakan analisis dan wawancara mendalam Data utama penelitian bersumber dari berbagai pemangku kepentingan sekolah, meliputi jajaran guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), staf tata usaha, dan siswa. Metodologi penelitian mencakup teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Validitas data diperkuat melalui keterlibatan jangka panjang, pengamatan yang teliti, serta triangulasi. Proses analisis data melibatkan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan tiga aspek utama. Pertama, implementasi kurikulum merdeka di SMPIT Harapan Bangsa telah berjalan secara efektif dan dinamis. Kedua, penerapan kurikulum ini membawa dampak ganda pada pembelajaran PAI. Dampak positif meliputi pembelajaran yang lebih kontekstual, pengembangan pemikiran kritis, penguatan nilai moral, peningkatan toleransi, dan partisipasi aktif siswa. Sementara dampak negatif mencakup fragmentasi kurikulum, kesenjangan pemahaman, berkurangnya fokus spiritual, dan keterbatasan sumber daya. Ketiga, kendala yang dihadapi dalam implementasi meliputi penyesuaian dengan kurikulum sebelumnya, keterbatasan sumber daya, resistensi dari pemangku kepentingan, tantangan integrasi teknologi, serta optimalisasi peran orang tua dan masyarakat.
Model Discovery Learning Sebagai Upaya Inovatif dalam Penigkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam : (Study Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak) Raden Roro Wulan Ayu Wardani
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.458

Abstract

Studi ini dirancang untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model Discovery Learning dalam memajukan capaian akademik siswa pada bidang studi Akidah Akhlak di SMPIT Harapan Bangsa. Masalah yang melatarbelakangi riset ini adalah rendahnya keterlibatan aktif dan kurangnya penguasaan menyeluruh siswa terhadap konten Pendidikan Agama Islam, terutama berkaitan dengan pemahaman prinsip-prinsip akidah dan pembentukan karakter akhlak. Metodologi yang diterapkan menggunakan paradigma kuantitatif melalui rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua tahapan siklus. Masing-masing siklus mencakup tahap perancangan, implementasi, pengamatan, dan evaluasi. Alat ukur yang dipergunakan mencakup formulir observasi, instrumen penilaian pencapaian belajar, serta kuesioner tanggapan siswa. Temuan penelitian mengindikasikan terjadinya peningkatan bermakna pada pencapaian akademik siswa pasca diterapkannya model Discovery Learning. Pada tahap siklus awal, tingkat penguasaan materi mencapai 68%, kemudian mengalami kenaikan substansial menjadi 87% pada siklus berikutnya. Di samping itu, para siswa memperlihatkan semangat dan motivasi yang lebih besar dalam mengikuti aktivitas pembelajaran yang menekankan pada eksplorasi konsep secara otonom. Hasil ini membuktikan bahwa model Discovery Learning merupakan strategi pembelajaran inovatif yang terbukti ampuh dalam mengoptimalkan penguasaan konseptual dan penghayatan nilai-nilai keagamaan dalam mata pelajaran Akidah Akhlak. Konsekuensi dari riset ini menyarankan penerapan model pembelajaran sejenis pada bidang studi Pendidikan Agama Islam yang lain.
Dinamika Ekosistem Pendidikan dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam di Lingkungan Sekolah Formal Raden Roro Wulan Ayu Wardani
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.606

Abstract

Ekosistem pendidikan merupakan suatu tatanan yang kompleks dan dinamis, mencakup berbagai elemen seperti kebijakan, lembaga pendidikan, pendidik, peserta didik, lingkungan sosial, serta perkembangan teknologi. Dinamika yang terjadi dalam ekosistem ini, baik dari aspek kebijakan nasional, globalisasi, digitalisasi, maupun perubahan nilai sosial, memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap keberlangsungan dan efektivitas pendidikan agama Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perubahan dalam ekosistem pendidikan memengaruhi praktik, kurikulum, metode, serta orientasi nilai dalam pendidikan agama Islam. Penelitian ini dilakukan di SMAIT Al Muhajirin, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada tahun 2024, dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan tenaga kependidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam menghadapi tantangan berupa penyesuaian kurikulum, relevansi nilai-nilai ajaran dalam konteks kekinian, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Di sisi lain, dinamika ini juga membuka peluang untuk merekonstruksi pendekatan pendidikan Islam yang lebih kontekstual, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kajian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara pemangku kebijakan, pendidik, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung penguatan nilai-nilai Islam secara holistik dan berkelanjutan
Peningkatan Motivasi Belajar dan Sikap Kerjasama Siswa melalui Metode Teams Games Tournament (TGT) pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MA Al Islah Bekasi Raden Roro Wulan Ayu Wardani; Erlis Sulandari; Julya Julya; Zumrotussa’adah Zumrotussa’adah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.779

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya motivasi, keaktifan, dan kerja sama siswa yang disebabkan oleh dominannya penggunaan metode konvensional dalam pembelajaran SKI. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi penerapan model Teams Games Tournament (TGT) beserta pengaruhnya terhadap ketiga aspek tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang ditempuh dalam dua siklus, bertempat di MA Al Islah Bekasi dengan melibatkan 40 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian menghasilkan peningkatan yang nyata pada seluruh aspek yang diamati. Motivasi belajar siswa naik dari 55% pada pra-siklus menjadi 70% di Siklus I dan 88% di Siklus II, keaktifan meningkat dari 50% menjadi 65% dan 85%, sedangkan kerja sama meningkat dari 52% menjadi 68% dan 86%. Semua indikator keberhasilan dengan ambang batas minimal 80% berhasil dicapai pada Siklus II, sehingga model TGT terbukti menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dan berpusat pada siswa dalam konteks mata pelajaran SKI.