Raden Roro Wulan Ayu Wardani
STAI haji Agus Salim Cikarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transfigurasi Implementasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPIT Harapan Bangsa Raden Roro Wulan Ayu Wardani
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.273

Abstract

Penelitian kualitatif ini memiliki tujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum merdeka di SMPIT Harapan Bangsa, termasuk dampak dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan. Tujuan dari kurikulum merdeka dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan kebebasan terhadap guru dan siswa dalam menentukan pembelajaran dan menentukan minat belajar yang relevan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif menggunakan analisis dan wawancara mendalam Data utama penelitian bersumber dari berbagai pemangku kepentingan sekolah, meliputi jajaran guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), staf tata usaha, dan siswa. Metodologi penelitian mencakup teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Validitas data diperkuat melalui keterlibatan jangka panjang, pengamatan yang teliti, serta triangulasi. Proses analisis data melibatkan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan tiga aspek utama. Pertama, implementasi kurikulum merdeka di SMPIT Harapan Bangsa telah berjalan secara efektif dan dinamis. Kedua, penerapan kurikulum ini membawa dampak ganda pada pembelajaran PAI. Dampak positif meliputi pembelajaran yang lebih kontekstual, pengembangan pemikiran kritis, penguatan nilai moral, peningkatan toleransi, dan partisipasi aktif siswa. Sementara dampak negatif mencakup fragmentasi kurikulum, kesenjangan pemahaman, berkurangnya fokus spiritual, dan keterbatasan sumber daya. Ketiga, kendala yang dihadapi dalam implementasi meliputi penyesuaian dengan kurikulum sebelumnya, keterbatasan sumber daya, resistensi dari pemangku kepentingan, tantangan integrasi teknologi, serta optimalisasi peran orang tua dan masyarakat.