Nanang Hermawan
STAI Haji Agus Salim Cikarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Reaktualisasi Dakwah Politik di Indonesia: Antara Warisan Khilafah dan Realitas Demokrasi Modern Nanang Hermawan; Ahmad Murjoko
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.398

Abstract

Ketegangan antara gagasan formalisasi sistem khilafah dan realitas demokrasi modern terus membayangi ruang dakwah politik di Indonesia. Dalam konteks masyarakat yang plural dan berlandaskan Pancasila, dakwah politik menjadi arena kontestasi antara pendekatan tekstual-normatif dan pendekatan substansial-kontekstual dalam menyuarakan nilai-nilai Islam di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model reaktualisasi dakwah politik yang responsif terhadap dinamika sosial, budaya, dan politik Indonesia kontemporer. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka terhadap sumber primer dan sekunder, penelitian ini dilaksanakan selama bulan Januari hingga April 2025. Subjek kajian meliputi wacana-wacana pemikiran tokoh dan organisasi dakwah politik di Indonesia, baik yang mengusung ideologi khilafah maupun yang mendukung demokrasi substantif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi literatur akademik dan analisis wacana, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan historis-kritis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah politik yang transformatif dan berakar pada nilai-nilai maqashid al-shari‘ah memiliki potensi besar untuk memperkuat etika publik, keadilan sosial, serta pemberdayaan masyarakat sipil. Model dakwah seperti ini dapat menjembatani idealisme Islam politik dengan prinsip-prinsip demokrasi secara konstruktif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya khazanah pemikiran dakwah kontemporer serta memberikan landasan normatif dan strategis bagi pengembangan dakwah politik yang lebih inklusif dan solutif di Indonesia.
Membangun Mindset Kewirausahaan Inklusif: Strategi Pendidikan Vokasi dalam Menjawab Kesenjangan Sosial dan Ekonomi Nanang Hermawan
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.503

Abstract

Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir kewirausahaan yang inklusif di tengah tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi. Di era digital dan masyarakat 5.0, pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai adaptif, kolaboratif, dan berbasis solusi sosial menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi transformatif dalam pendidikan vokasi guna menumbuhkan mindset kewirausahaan yang responsif terhadap tantangan sosial-ekonomi. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur primer dan sekunder dari Januari hingga April 2025. Fokus kajian meliputi kurikulum vokasi, kebijakan ketenagakerjaan, serta praktik project-based learning di berbagai institusi pendidikan vokasi di Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi sumber ilmiah dan analisis tematik terhadap praktik pendidikan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai kewirausahaan sosial melalui sinergi antara pendidikan karakter, teknologi digital, dan pemberdayaan komunitas berperan signifikan dalam memperluas akses mobilitas sosial dan mengurangi disparitas ekonomi. Penelitian ini menawarkan model pendidikan vokasi yang humanistik, resilien, dan kontekstual dengan kebutuhan zaman.
Reorientation of the Education Quality Assurance System in Indonesia: Integration of Village Potential, Social Capital, and Participatory Governance in Improving the Quality of National Education Nanang Hermawan
Journal of Education and Teacher Training Innovation Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Education and Teacher Training Innovation
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/g9nmdd34

Abstract

The Education Quality Assurance System in Indonesia is still dominated by administrative and centralistic approaches, making it less responsive to the local context, especially in rural areas that face inequality in the quality of education. In fact, villages have strategic potential in the form of social capital, local wisdom, and community participation which has the opportunity to become an alternative foundation for the development of national education quality. This study aims to analyze the urgency of reorienting the Education Quality Assurance System in Indonesia through the integration of village potential, social capital, and participatory governance in an effort to improve the quality of inclusive and sustainable education. This study uses a descriptive qualitative method based on a literature study on primary and secondary sources related to quality assurance policies, community-based education, and village development, which was studied from July to October 2025. The literature search process was conducted systematically on publications from 2015–2025 through academic databases such as Scopus, Web of Science, Google Scholar, ERIC, and SINTA-indexed journals. The selection of literature was carried out purposively by prioritizing peer-reviewed publications, internationally reputable journals, policy documents, and studies with strong relevance to education quality assurance, social capital, participatory governance, and rural education development. The objects of the study include national education quality assurance policies, educational practices in rural areas, and the role of village communities in quality management. Data analysis is carried out through data reduction, thematic categorization, and critical interpretation with policy and sociological approaches. The results of the study show that the integration of village potential and social capital can strengthen a contextual culture of education quality, increase the relevance of education to local needs, and encourage accountability and public participation. However, limited institutional capacity and bureaucratic resistance remain major challenges. This research emphasizes the importance of the community-based education quality assurance paradigm with villages as strategic actors of national education quality.