Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Reaktualisasi Dakwah Politik di Indonesia: Antara Warisan Khilafah dan Realitas Demokrasi Modern Nanang Hermawan; Ahmad Murjoko
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.398

Abstract

Ketegangan antara gagasan formalisasi sistem khilafah dan realitas demokrasi modern terus membayangi ruang dakwah politik di Indonesia. Dalam konteks masyarakat yang plural dan berlandaskan Pancasila, dakwah politik menjadi arena kontestasi antara pendekatan tekstual-normatif dan pendekatan substansial-kontekstual dalam menyuarakan nilai-nilai Islam di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model reaktualisasi dakwah politik yang responsif terhadap dinamika sosial, budaya, dan politik Indonesia kontemporer. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka terhadap sumber primer dan sekunder, penelitian ini dilaksanakan selama bulan Januari hingga April 2025. Subjek kajian meliputi wacana-wacana pemikiran tokoh dan organisasi dakwah politik di Indonesia, baik yang mengusung ideologi khilafah maupun yang mendukung demokrasi substantif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi literatur akademik dan analisis wacana, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan historis-kritis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah politik yang transformatif dan berakar pada nilai-nilai maqashid al-shari‘ah memiliki potensi besar untuk memperkuat etika publik, keadilan sosial, serta pemberdayaan masyarakat sipil. Model dakwah seperti ini dapat menjembatani idealisme Islam politik dengan prinsip-prinsip demokrasi secara konstruktif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya khazanah pemikiran dakwah kontemporer serta memberikan landasan normatif dan strategis bagi pengembangan dakwah politik yang lebih inklusif dan solutif di Indonesia.
Optimalisasi Penggunaan Teknologi Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Agama Islam di Kabupaten Bekasi: Optimalisasi Teknologi Ahmad Murjoko
Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam
Publisher : LPPM STAI Haji Agus Salim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64173/mrf.v3i1.142

Abstract

ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan nasional yang dapat membentuk karakter dan moralitas peserta didik. Dalam era teknologi modern, integrasi teknologi ke dalam proses pembelajaran menjadi suatu kebutuhan yang sangat mendesak guna mewujudkan mutu pendidikan Agama Islam tetap relevan dan efektif. Kabupaten Bekasi sebagai wilayah dengan populasi muslim yang cukup besar menuntut pendidikan agama Islam tersebut berkualitas dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Begitu pula halnya dalam menghadapi perkembangan teknologi, pendidikan agama Islam juga perlu adaptif dan terus menerus berinovasi agar proses pembelajaran semakin berkualitas seperti halnya mata pelajaran IPA yang selalu menggunakan teknologi dan temuan baru. Problematika yang muncul dizaman globalisasi ini jauh lebih kompleks dan memerlukan respons yang lebih dan beragam serta akomodatif,. Maka dengan menggunakan perangkat teknologi tersebut proses pembelajaran agama Islam dalam mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi dapat berjalan secara efektif dan efisien dan berkembang ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu maka pnelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap optimalisasi penggunaan teknologi dalam meningkatkan mutu pendidikan Agama Islam.
Framing Berita Politik Anies Rasyid Baswedan di Republika Online: Periode September 2024 – April 2025 Rahmat Banu Widodo; Maghfur Ghazali; Ahmad Murjoko
Bayyin: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Bayyin
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/bayyin.v3i1.96

Abstract

Penelitian ini berkaitan tentang Berita Politik Anies Baswedan di republika online direntang waktu  September 2024 dan April 2025 pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Tulisan ini menganalisa lebih jauh bagaimana Analisis Framing kegiatan politik Anies Baswedan  terutama dalam permberitaan di media republika online. Analisis framing yang digunakan akan menggunakan konsep Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yaitu bagaimana wartawan Menyusun kata (sintaksis), mengisahkan fakta (Skrip), menuliskan fakta (tematik), dan menekankan fakta (retoris). Tulisan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kalangan aktivis politik dan pelaku media dalam membuat pemberitaan terhadap calon presiden, memberi pengayaan bagi dunia akademik khususnya disiplin ilmu komunikasi politik, sehingga menambah informasi dan pendalaman di dunia strategi dan kampanye politik.
Religion in The Midst of Polarization and A Crisis of Public Trust: The Reactualization of Tradition and State Intervention in Maintaining Coexistence in The Digital Era Ahmad Murjoko
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 13 No. 1 (2026): July
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64810/annuha.v13i1.988

Abstract

Social polarization and crisis of trust in religious institutions and the state are strengthened in the digital age, exacerbated by algorithms that deepen identity fragmentation. This article formulates a key question: How can religion, through the reactualization of traditions and state intervention, maintain coexistence in the context of digital social disruption? The method used is a qualitative-critical approach through discourse analysis on religious policies, interfaith traditional practices, and digital narratives. The results of the study show that local religious traditions are able to support social cohesion in the midst of identity extremism. Meanwhile, state intervention in religious services of an ambivalent nature can be a facilitator of peace or a tool of symbolic domination. It was concluded that maintaining diversity today requires a synergy between the revitalization of cross-communal traditional values and the country's religious governance that is inclusive, equitable, and adaptive to the digital landscape. Religion will only play a constructive role if it is supported by the ethics of pluralism and digital civilization.