Warsidi Warsidi
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SELF EFFICACY DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR KARYAWAN PADA PT ABC Warsidi Warsidi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 7 No. 6 (2024): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.14400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak efikasi diri (self-efficacy), dan persepsi dukungan organisasi (perceived organizational support) terhadap perilaku berorganisasi (organizational citizenship behavior) karyawan di PT ABC. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis jalur (path analysis) berbasis Structural Equation Model (SEM) yang diolah melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Sampel penelitian terdiri dari 55 karyawan tetap yang bekerja di kantor pusat PT ABC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) efikasi diri juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku organisasi, dan (2) persepsi dukungan organisasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku kewarganegaraan organisasi
Analisis Efektivitas Manajemen SDM Pendamping Sosial Kementerian Sosial dalam Penanggulangan Kemiskinan: Studi Literatur Berbasis Teori Efektivitas Organisasi di Kabupaten Bekasi Jubei Levianto, Warsidi Jubei Levianto; Warsidi Warsidi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 6 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i3.8890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen sumber daya manusia (SDM) pendamping sosial Kementerian Sosial dalam konteks program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bekasi. Pendamping sosial memegang peran strategis sebagai ujung tombak implementasi kebijakan perlindungan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan program sembako. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur, analisis kebijakan publik, serta penelusuran data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial Republik Indonesia, dan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif teori efektivitas organisasi untuk mengevaluasi dimensi rekrutmen, pelatihan, supervisi, insentif, dan evaluasi kinerja pendamping sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas manajemen SDM sangat dipengaruhi oleh keberadaan pelatihan teknis dan psikososial yang berkelanjutan, sistem monitoring dan evaluasi berbasis indikator kinerja, serta pemberian insentif yang sesuai dengan beban kerja di lapangan. Komponen-komponen ini secara kolektif meningkatkan kapasitas operasional pendamping sosial dalam mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di Kabupaten Bekasi mengalami penurunan dari 6,22% pada tahun 2021 menjadi 5,53% pada tahun 2023. Temuan ini mengindikasikan bahwa manajemen SDM yang terorganisasi secara efektif memiliki kontribusi signifikan terhadap percepatan pengurangan kemiskinan dan penguatan inklusi sosial di tingkat lokal, sekaligus mendukung pencapaian target nasional penghapusan kemiskinan ekstrem.
Leisure, Produktivitas, Dan Keadilan Waktu Dalam Organisasi: Systematic Literature Review Berbasis Self-Determination Theory Dan Work-Life Balance   Warsidi Warsidi; Harry Zacharias Soeratin
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11860

Abstract

Artikel ini bertujuan menyintesis hubungan antara leisure atau waktu luang dengan produktivitas kerja melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis adaptasi PRISMA. Kajian ini berangkat dari persoalan bahwa leisure dalam organisasi sering dipersepsikan sebagai kemalasan atau pemborosan waktu, padahal berbagai studi menunjukkan bahwa leisure dapat berperan sebagai mekanisme pemulihan psikologis, sumber kreativitas, dan penguat kinerja berkelanjutan. Korpus kajian terdiri atas sepuluh artikel ilmiah yang membahas leisure dalam konteks makroekonomi, organisasi, dan individu. Analisis dilakukan melalui sintesis naratif dan pemetaan teoretis menggunakan Self-Determination Theory (SDT) dan Work-Life Balance (WLB). Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan leisure dan produktivitas bersifat non-linear. Kekurangan leisure dapat meningkatkan kelelahan dan menurunkan kinerja, sedangkan kelebihan leisure yang tidak terstruktur dapat melemahkan disiplin kerja. Leisure berkualitas, seperti istirahat terarah, leisure crafting, aktivitas bermakna di luar kerja, dan insentif berupa waktu luang, dapat mendukung pemulihan, kreativitas, inovasi, serta fokus kerja. Kajian ini juga menemukan bahwa akses terhadap leisure tidak selalu merata karena dipengaruhi oleh beban kerja, gender, tanggung jawab domestik, dan struktur organisasi. Implikasi artikel ini menekankan pentingnya desain kebijakan leisure yang produktif dan adil, seperti bonus waktu luang, micro-break, audit beban kerja, dan budaya kerja yang tidak mengglorifikasi overwork.
Pemberdayaan KPM PKH melalui Pendidikan dan Pengaturan Ekonomi Keluarga Warsidi Warsidi; Airlangga Surya Kusuma; Faizi Faizi; Jubei Levianto; Abdul Aji Kresna Tri Anggara
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v6i1.7600

Abstract

Beneficiaries of the Family Hope Program (PKH) require practical empowerment not only in receiving social assistance, but also in transforming the assistance into better family welfare through education-oriented priorities and household economic management. This community engagement program aimed to strengthen the understanding of PKH beneficiary families in Tanjungbaru Village, Cikarang Timur, Bekasi, regarding education planning, income and expense recording, monthly budgeting, debt control, and emergency fund preparation. The activity was conducted offline on 17 April 2026 and involved 23 PKH beneficiaries. The method consisted of preparation and coordination, a pre-test, interactive socialization, discussion of household financial cases, and a post-test. The results showed an increase in participants’ average score from 1.93 in the pre-test to 3.96 in the post-test, or an average improvement of 2.03 points. The most visible improvements occurred in participants’ understanding of education fund planning, debt management, emergency funds, and business capital planning. These findings indicate that structured and contextual financial education can improve the capacity of PKH beneficiary families to regulate household expenditure, prioritize children’s education, and reduce the risk of unproductive debt. Sustainable mentoring involving PKH facilitators and local community actors is recommended to ensure behavioral changes and long-term welfare improvement.