Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Penggunaan Termoelektrik Cooler (TEC) Dan Termoelektrik Generator (TEG) Untuk Optimalisasi Daya Panel Surya Ari Wijaya; Gusti Eddy Wira Pratama
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v7i2.17094

Abstract

Panel surya dikenal juga sebagai panel fotovoltaik, adalah perangkat yang bisa mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik yang dapat kita manfaatkan Dengan adanya penelitian ini, perbandingan penggunan Termoelektrik cooler dan Termoelektrik generator ini yaitu untuk optimalisasi daya panel surya dan meningkatkan panel surya dengan membandingkan Termoelektrik cooler dan Termoelektrik generator. Panel surya dengan menggunakan termoelektrik cooler dan termoelektrik generator untuk membandingkan efektivitas penggunaan dalam meningkatkan optimalisasi daya panel surya, dan untuk mengetahui suhu lebih rendah dan suhu lebih tinggi antara TEC dan TEG.dengan menggunakan metode eksperimen ini akan memberikan hasil data yang berharga untuk mengoptimalkan penggunaan TEC dan TEG dalam sistem panel surya, hasil eksperimen ini dapat digunakan untuk merancang sistem yang lebih optimalisasi dan hemat energi. Dengan tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas penggunaan TEC dan TEG dalam meningkatkan optimalisasi panel surya.
PENGAMAN PENYEDOT LENDIR PADA PASIEN YANG LAHIR DENGAN ASFIKSA BERBASIS SENSOR HC-SR04 Ahdiyat FAJARULLAH; Gusti Eddy Wira Pratama
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v8i1.18954

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia, dengan kontribusi sebesar 27%. Penanganan dini sangat penting, salah satunya melalui penyedotan lendir pada saluran napas bayi. Alat penyedot lendir manual yang selama ini digunakan memiliki berbagai kelemahan seperti risiko tertelannya cairan oleh tenaga medis dan keterbatasan jangkauan hisap. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat penyedot lendir otomatis berbasis microcontroller Arduino Uno dan sensor ultrasonik HC-SR04 yang mampu mengatur tekanan hisap berdasarkan jarak lendir secara real-time.Metode penelitian dilakukan melalui perancangan, pembuatan, dan pengujian sistem yang terdiri atas sensor HC-SR04, Arduino Uno, motor pump, dan mucus extractor. Pengujian meliputi respons sensor, daya hisap optimal, dan efektivitas alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat mampu mendeteksi jarak secara akurat dan menghasilkan tekanan sesuai standar Kementerian Kesehatan RI untuk neonatus (50–95 mmHg), dengan tingkat keberhasilan penyedotan mencapai 89%.Meskipun alat menunjukkan performa yang baik, fluktuasi pembacaan jarak dan keterbatasan daya motor masih menjadi kendala. Oleh karena itu, pengembangan lebih lanjut diperlukan dengan menambahkan sistem alarm otomatis dan peningkatan stabilitas tekanan motor. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dan aman bagi tenaga medis dalam menangani kasus asfiksia neonatal.
KARAKTERISASI SENSOR SUHU LM35DZ PADA BAHAN GEOPOLIMER Ayu Novia Lisdawati; Gusti Eddy Wira Pratama; M Ricky Rizaldi
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v7i2.16636

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor LM35DZ pada bahan geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengukuran yang ditunjukkan oleh sensor suhu LM35DZ sebagai pendeteksi suhu untuk diujikan  pada bahan Geopolimer yang ditambahkan nano zirkonia. Langkah awal yaitu pembuatan tiga sampel geopolimer, yaitu tanpa tambahan nano zirconia , dengan tambahan 5 gram nano zirconia, dan tambahan 10 gram nano zirconia. Selanjutnya pembuatan rangkaian sensor suhu dan pengkondisi sinyal, kemudian melakukan kalibrasi sensor, terakhir melakukan pengujian sensor pada sampel Geopolimer yang telah dibuat.  Hasil dari karakterisasi sensor  suhu LM35DZ pada bahan geopolimer menunjukkan bahwa  sensor suhu LM35DZ dapat diaplikasikan untuk mendeteksi perubahan suhu pada bahan geopolimer.
Keamanan Jaringan Wi-Fi Di Gedung Fakultas Teknik Uniska MAB Terhadap Ancaman Packet Sniffing Menggunakan Wireshark Muhammad Taufiq Nazari; Gusti Eddy Wira Pratama; Rais Mu’ammar
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v9i1.22999

Abstract

Perkembangan teknologi jaringan komputer, khususnya Wi-Fi, memberikan kemudahan akses informasi, namun juga meningkatkan risiko kejahatan siber seperti packet sniffing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan jaringan Wi-Fi terhadap serangan packet sniffing pada jaringan Wi-Fi Gedung Fakultas Teknik UNISKA MAB. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan merancang topologi jaringan yang melibatkan access point, router, serta dua perangkat berupa PC penyerang dan PC target dalam satu jaringan yang sama. Serangan dilakukan menggunakan tools Ettercap untuk teknik ARP poisoning dan Wireshark untuk menangkap paket data yang melintas. Pengujian dilakukan dengan mengakses dua website, yaitu SIA UNISKA MAB dan E-learning UNISKA MAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wireshark tidak berhasil menangkap data sensitif seperti username dan password dari kedua website tersebut. Selain itu, tidak ditemukan indikasi aktivitas pemantauan jaringan, pengawasan pengguna, maupun pencurian informasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jaringan Wi-Fi yang diuji memiliki tingkat keamanan yang baik terhadap serangan packet sniffing dalam skenario penelitian ini.