Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimization of Civil Servants' Performance at the Department of Population and Civil Registration, South Papua Provincial Government Ferdinandus Jaftoran; Dahyar Daraba; Udaya Madjid; Arnold Poli; Hestiwati Basir
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i11.1502

Abstract

The main problem in our study is the Unorderly Administration of Population and Civil Registration Services at the Population and Civil Registration and Community and Village Empowerment Service of Merauke Regency. This is because South Papua Province is a new province. this research aims to analyze the implementation, obstacles, and efforts in applying Ministerial Regulation No. 6 of 2022 for state civil servants at the service in question. The research method we use a qualitative descriptive approach was used, with a Likert Scale method applied to measure respondent tendencies through questionnaires. Data was collected from 5 leaders, 10 task implementers, and 135 community representatives across 4 sub-districts. Primary data came from interviews and questionnaires, while secondary data was obtained from documents. The results show that key dimensions, including resource availability, facilities, performance, SOP clarity, and effectiveness, did not meet performance standards, with scores ranging from 33-66%. However, dimensions such as knowledge, budget, skills, and innovation were within acceptable standards. Based on these findings, the study recommends transitioning from manual to digital services to improve efficiency and reduce costs. Further research and collaboration between government and universities are also recommended to support community service efforts.
Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital Dalam Meningkatkan Kesadaran Kepemilikan Administrasi Kependudukan di Desa Kaima Kecamatan Kauditan Minahasa Utara Ferdinandus Jaftoran; Djouhari Kansil; Piet Hein Pusung; Suraji; Arnold F. Bura; Achfrilia Anggie Sumampouw; Secilia Toheba; Ni Putu Vanya Visvanitra; Andika Jonathan Watung; Sigit Wirayudha
Civitas Consecratio: Journal of Community Service and Empowerment Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/cc.v5i2.5509

Abstract

Kaima village government data shows that 75% of Kaima village residents prefer to manage agriculture and plantations as their source of income and family finances, and they lack the time to process population documents. Kaima Village officials provide door-to-door service to complete population documents for Kaima residents. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of Kaima Village residents regarding digital-based population administration services and to provide assistance, along with village officials, in the process of obtaining mandatory population documents. The introduction of Digital Population Identity (IKD) is expected to facilitate the community in meeting population administration needs, while for the village government, it serves as a crucial tool for data validation that supports development planning, economic growth, and human resource development. This community service activity is implemented through outreach, Focus Group Discussions (FGDs), training, and special assistance for the elderly and people with disabilities. The method used is ODSIMED (Observation, Development, Socialization, Implementation, Monitoring, and Dissemination).This outreach activity was attended by both community members and village officials, with speakers from the North Sulawesi Provincial Population and Civil Registration Office. The material provided covered the use of smartphones for the IKD application, data input procedures, and an introduction to available features. Evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge, skills, and awareness regarding the benefits of the IKD. Discussions and questions and answers also demonstrated community enthusiasm for re-applying previously neglected population documents. Thus, this community service activity demonstrated the effectiveness of IKD outreach in raising awareness of population administration ownership while supporting more modern and inclusive village administration.
Pelaksanaan Program Kabupaten Layak Anak Dalam Penurunan Angka Perkawinan Pada Usia Anak Di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Nurkhumaira Achsani; Ferdinandus Jaftoran
Registratie Vol 7 No 1 (2025): Registratie
Publisher : Program Studi Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jurnalregistratie.v7i1.5562

Abstract

Program Kabupaten Layak Anak disinergikan di Kabupaten Polewali Mandar sejak tahun 2018 sebagai program yang mendukung pencegahan dan penanganan perkawinan pada usia anak yang merupakan kabupaten dengan angka perkawinan anak tertinggi di Provinsi Sulawesi Barat. Akan tetapi perkawinan anak kerap saja terjadi dengan jumlah perempuan usia subur yang mencerminkan perkawinan usia anak pada tahun 2021 mencapai 17.630 perempuan.  Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak dalam penurunan angka perkawinan pada usia anak, hambatan serta upaya dalam mengatasi hambatan pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak dalam penurunan angka perkawinan pada usia anak di Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori pelaksanaan yang dikemukakan oleh Edward III Agustino, 2017. Dalam teori ini, pelaksanaan diukur melalui 4 (empat) dimensi yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak dalam penurunan angka perkawinan pada usia anak di Kabupaten Polewali Mandar sudah baik akan tetapi belum dapat dikatakan memenuhi standar layak anak karena masih terdapat hambatan yang ditemukan dalam penelitian. Terdapat beberapa hambatan yang ditemukan yakni tidak tersedianya anggaran, kurangnya peran desa dan orang tua serta faktor ekonomi di masyarakat. Penulis menyarankan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak melalui pemanfaatan media sosial dalam penyebaran informasi dan pengadaan ruang diskusi juga membangun budaya baru “sayang anak banyak rezeki” yang diharapkan dapat membuka jendela wawasan baru untuk mendukung pencegahan dan penanganan perkawinan pada usia anak.