Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Jenis-Jenis Basidiomycetes di Kawasan Air Terjun Sando Kota Lubuklinggau Sepriyaningsih; Nopa Nopiyanti
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 6 No 2 (2024): Biosilampari: Jurnal Biologi
Publisher : Universitas PGRI Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62112/biosilampari.v6i2.52

Abstract

The aim of this research is to determine the types of basidiomycetes in the Sando Waterfall Area, Lubuklinggau City. This type of research is qualitative descriptive research. The research was conducted from September to December 2023 at Sando Waterfall, West Lubuklinggau I District, Lubuklinggau City. The method used in this research is a direct survey in the field by exploring the Sando Waterfall area. Data collection have made a brief description of the species and the habitat in which they were found. Species found are photographed to the identification process and data analysis used in this research is descriptive qualitative. The species found were identified using guidebooks about mushrooms, mushroom identification websites, and journals about mushrooms. Based on the research results, 18 species of macroscopic fungi were found, i.e. Tremidis sp., Polyporus squamosus, Ganoderma lucidum, Trametes lactinea, Armillaria mellea, Ganoderma applanatum, Ceriporus squamosus, Oudemansiella mucida, Microporus xanthopus, Galiella rufa, Trametes ochracea, Trametes gibbosa, Lentinus crinitus, Schizophyllum commune, Auricularia auricula, Phycnosporus sanguineus, Coprinus plicatilis, and Hexagonia tenuis. The habitat of these fungi is most often found in plant litter.
Tumbuhan Berpotensi sebagai Pewarna Alami di Kawasan Air Terjun Sando Kota Lubuklinggau Nopa Nopiyanti; Sepriyaningsih
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 7 No 1 (2024): Biosilampari: Jurnal Biologi
Publisher : Universitas PGRI Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62112/biosilampari.v7i1.167

Abstract

This study aim to explore the potential for using plants as natural dyes in the Sando waterfall area. This type of research is qualitative descriptive research. The method used in this research is a direct survey in the field by exploring the Sando Waterfall area. Data collection was carried out by making a brief description of the species and the habitat in which they were found. Species found are photographed to facilitate the identification process. Furthermore, the species found were identified using guidebooks, websites and journals about plants as natural dyes. From the search results, it was found that 10 types of plants have the potential to produce natural colors which are used as a source of dye for food, nail dye and fabric dye. There are 5 types of plants used as food coloring, namely guava (Psidium guajava), mulberry (Morus sp), turmeric (Curcuma domestica), telang (Clitoria ternatea), and suji (Pleomele angustifolia). One type of plant is used as a cosmetic/nail dye, i.e waru (Hibiscus tiliaceus). Meanwhile, for fabric dye, there are 5 types of plants, namely Harendong (Clidemia hirta), jengkol (Pithecellobium jiringa), papaya (Carica papaya), turmeric (Curcuma domestica), tarum (Indigofera tinctoria).
Adaptasi Morfologi, Keanekaragaman dan Distribusi Paku Epifit (Pteridophyta) di Bukit Cogong, Taman Nasional Kerinci Seblat Reny Riastuti; Yunita Wardianti; Sepriyaningsih; Mareta Widiya; Rahmi
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 7 No 2 (2025): Biosilampari: Jurnal Biologi
Publisher : Universitas PGRI Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62112/biosilampari.v7i2.220

Abstract

Epiphytic ferns (Pteridophyta) are vital components of tropical forest ecosystems due to their role in maintaining microclimate humidity, supporting nutrient cycles, and providing habitat for small fauna. This study aims to identify epiphytic fern species and analyze their morphological adaptations and spatial distribution patterns in Bukit Cogong, a part of the Kerinci Seblat National Park (TNKS). The research employed a descriptive-explorative method using both quantitative and qualitative approaches. Six purposively selected plots measuring 20×20 meters were established across various microhabitat conditions. Data were collected through species inventory, morphological observations, and measurement of environmental parameters. Results revealed seven species of epiphytic ferns, including Pyrrosia piloselloides, Asplenium nidus, and Davallia trichomanoides. The Shannon-Wiener diversity index ranged from 1.67 to 1.86, indicating moderate to high diversity levels. Each species exhibited distinct morphological adaptations to the epiphytic lifestyle, such as frond shape, rhizome structure, and trichome presence. Species tended to exhibit a clustered spatial distribution, influenced by microclimatic heterogeneity and host tree characteristics. These findings contribute to the understanding of adaptive strategies in epiphytic ferns and support conservation efforts for species and habitats within TNKS.
Kajian Teoristik Pengaruh Ekosistem Sungai terhadap Inventarisasi Jenis-Jenis Ikan Air Tawar Alanda; Yunita Wardianti; Sepriyaningsih
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 1 (2025): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengumpulkan data yang memadai mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi inventarisasi jenis-jenis ikan air tawar. Metode penelitian ini merupakan literature review yang mengumpulkan berbagai studi sebelumnya tentang inventarisasi jenis-jenis ikan air tawar. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi keberlangsungan hidup ikan air tawar. Inventarisasi jenis ikan ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan dan faktor yang mempengaruhi ekosistem sungai. Hal ini disebabkan oleh diabaikannya faktor-faktor yang mempengaruhi ekosistem sungai sehingga dapat merusak habitat ikan tersebut.
Environmental Monitoring di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Tren Penelitian, Fokus Studi, dan Kontribusi Lingkungan Harmoko; Sepriyaningsih
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan lingkungan telah menjadi instrumen penting dalam menghadapi meningkatnya tekanan lingkungan di Indonesia yang dipicu oleh industrialisasi, urbanisasi, perubahan penggunaan lahan, serta eksploitasi sumber daya alam. Studi ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis perkembangan penelitian pemantauan lingkungan di Indonesia dengan menganalisis tren publikasi, fokus penelitian, teknologi pemantauan, dan kontribusi terhadap lingkungan. Pendekatan Systematic Literature Review (SLR) diterapkan pada 15 artikel terpilih yang dipublikasikan antara tahun 2017 hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan tren publikasi yang cenderung meningkat dengan puncak pada tahun 2025, yang mencerminkan meningkatnya perhatian akademik terhadap isu pemantauan lingkungan di Indonesia. Fokus penelitian didominasi oleh pengelolaan sampah, pemantauan kualitas udara, perubahan ekosistem dan penggunaan lahan, serta monitoring lingkungan industri. Dari sisi teknologi, terjadi pergeseran yang jelas dari pendekatan konvensional menuju sistem berbasis digital, termasuk Internet of Things (IoT), remote sensing, dan kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pemantauan lingkungan secara real-time dan berbasis data. Selain itu, kontribusi pemantauan lingkungan tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga mencakup peningkatan pengelolaan lingkungan, mitigasi risiko ekologis, perlindungan kesehatan masyarakat, serta dukungan terhadap tata kelola dan kebijakan lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian pemantauan lingkungan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang bersifat multidisipliner dan berbasis teknologi, meskipun integrasi sistem pemantauan cerdas dan konsolidasi data masih perlu ditingkatkan untuk memperkuat keberlanjutan lingkungan.
Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Coding Bagi Guru Sekolah Dasar Leo Charli; Sepriyaningsih; Nellayuni Verda Okta; Adun Permadi
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i2.15

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan besar dalam pendidikan dasar. Guru kini dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan. Salah satu keterampilan yang penting adalah coding sederhana, yang dapat digunakan untuk membuat media interaktif seperti animasi atau kuis digital. Media seperti ini terbukti dapat meningkatkan motivasi, membantu pemahaman konsep, dan mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang berbasis proyek. SD Purwara V di Desa Kelumpang Jaya saat ini berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran, namun sebagian besar guru belum memiliki keterampilan coding maupun pengalaman membuat media digital. Pembelajaran masih bergantung pada media konvensional, sehingga variasi metode terbatas dan siswa kurang aktif. Minimnya fasilitas teknologi dan kurangnya pelatihan juga menyebabkan kompetensi digital guru tertinggal dibandingkan sekolah di wilayah perkotaan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, program pelatihan ini dirancang untuk memberikan kemampuan dasar coding kepada guru menggunakan platform sederhana seperti Scratch dan Code.org. Pelatihan dilakukan melalui workshop dua hari yang berisi pengenalan coding, praktik membuat media interaktif, dan cara mengintegrasikannya ke dalam rencana pembelajaran. Setelah workshop, guru akan mendapat pendampingan selama satu bulan agar keterampilan yang dipelajari dapat diterapkan secara konsisten. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran kreatif dan interaktif yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Dampak yang diharapkan meliputi meningkatnya kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi, tersedianya media interaktif buatan guru, serta meningkatnya motivasi belajar siswa. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mendorong terbentuknya komunitas guru inovatif yang menjadi contoh penerapan pembelajaran berbasis teknologi di tingkat desa dan kabupaten.