Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hukum pada Pekerja dengan Status Orang dengan HIV/AIDS (Odha) Dikaitkan dengan Hukum Kesehatan Henni Widia Astuti; Ika Widi Astuti; Ida Bagus Surya Dharma Jaya; I Wayan Gede Artawan Eka Putra
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i5.7829

Abstract

HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global yang tidak hanya berdampak pada aspek medis, tetapi juga sosial dan ketenagakerjaan, terutama bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Di Indonesia, meskipun regulasi seperti Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan telah menjamin hak ODHA, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan seperti stigma sosial, diskriminasi di tempat kerja, lemahnya pengawasan, dan terbatasnya akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pekerja ODHA dalam perspektif hukum kesehatan dan ketenagakerjaan. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi literatur, menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat kesenjangan signifikan antara ketentuan hukum dan praktik di lapangan, yang menghambat terciptanya lingkungan kerja inklusif. Implikasinya, diperlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam bentuk edukasi HIV/AIDS, penguatan kebijakan perusahaan, serta penegakan hukum yang tegas. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan model kebijakan inklusif dan komprehensif yang dapat diadopsi secara nasional guna meningkatkan perlindungan terhadap ODHA di tempat kerja.
Tuberculosis Contact Screening and Investigation with Early Detection to Improve Case Discovery Ernirita Ernirita; Tria Astika Endah Permatasari; Rully Mujiastuti; I Wayan Gede Artawan Eka Putra
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51229

Abstract

Strategi penemuan pasien TB tidak hanya "promotif pasif dan aktif" tetapi juga melalui "penemuan aktif berbasis keluarga dan komunitas yang intensif dan masif", dengan tetap memperhatikan dan menjaga mutu layanan sesuai standar. Penelitian ini dilakukan dengan studi kohort retrospektif dengan memperoleh data pasien TB dengan indeks kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur. Di antara 734 kontak, 141 (19,2%) adalah anak-anak (di bawah 15 tahun), 398 (54,2%) adalah perempuan, 152 (20,7%) adalah kontak serumah dan 446 (60,8%) adalah kontak erat yang menolak skrining 299 (40,71%), Semua kontak diwawancarai mengenai gejala TB. memiliki satu atau lebih gejala TB dengan gejala yang paling sering adalah batuk 104 (14,2%), sesak napas 24 (3,3%), keringat malam 15 (2%), demam 21 (2,9%), dari faktor risiko yang diperoleh 15 (2%) wanita hamil, 63 (8,6%) lansia, 20 (2,7%) menderita Diabetes Militus (DM) dan 12 (16,5%) adalah perokok. Dari skrining dan investigasi kontak, hanya 138 (18,8%) yang dirujuk untuk pemeriksaan, hanya 101 (13,8%), dari hasil pemeriksaan dahak, 11 (1,5%) positif tuberkulosis. Variabel dependennya adalah penolakan skrining, hasil uji statistik dengan α = 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan antara usia (p=0,021), kontak serumah (p=0,000), kontak erat (p=0,0051), gejala batuk (p=0,000), sesak napas (p=0,000), keringat malam (p=0,003), demam (p=0,000), ibu hamil (p=0,003), lansia (p=0,000), diabetes (p=0,000), perokok (p=0,000), dirujuk (p=0,000), diperiksa (p=0,000), hasil pemeriksaan (p=0,004). Dan terdapat 2 variabel yang tidak berhubungan: jenis kelamin (p=0,101) dan pengobatan TB tidak tuntas (p=0,51). Deteksi dini dalam investigasi kontak TB dalam penemuan kasus melalui pendidikan preventif dan promotif perlu ditingkatkan.