Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategy Formulation for a Traditional Sundanese Restaurant: SWOT, IFE-EFE-IE, and QSPM Analysis of Sari Rasa Sambel Hejo Pusat Harsya Jayaditya; Sunu Puguh Hayu Triono
Fundamental and Applied Management Journal Vol. 4 No. 2 (2026): June
Publisher : Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/famj.v4i2.963

Abstract

The increasing competitiveness of Indonesia's culinary industry requires traditional restaurants to formulate adaptive business strategies to sustain competitiveness and long-term growth. Sari Rasa Sambel Hejo Pusat (SRSH), a traditional Sundanese restaurant operating since 1968 in Purwakarta, faces challenges related to market competition, service quality, and limited utilization of digital marketing. This study aims to analyze the internal and external business environment of SRSH and formulate priority business development strategies to support its future growth and sustainability. This study employed a descriptive qualitative case-study approach. Data were collected during the 2025–2026 research period through in-depth interviews, observations, and documentation. Six key informants participated in the study, consisting of three internal stakeholders (owner, branch manager, and partnership manager) and three external stakeholders (competitor, supplier, and government representative). Data were analyzed using the Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix, External Factor Evaluation (EFE) Matrix, Internal–External (IE) Matrix, SWOT Analysis, and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).  The IFE analysis produced a score of 3.09, indicating a strong internal position characterized by product authenticity, customer loyalty, and extensive business experience. The EFE analysis generated a score of 2.98, demonstrating the company’s ability to capitalize on external opportunities while managing environmental threats. These results positioned SRSH in Cell IV (Grow and Build) of the IE Matrix. SWOT analysis generated four strategic alternatives, while the QSPM identified optimizing digital marketing and online platform utilization as the highest-priority strategy, achieving a Total Attractiveness Score (TAS) of 6.24. SRSH possesses strong growth potential supported by favorable internal capabilities and external opportunities. Strengthening digital marketing represents the most attractive strategic option to enhance competitiveness, expand market reach, and support long-term business sustainability.
PENDAMPINGAN PELATIHAN PENGEMBANGAN BISNIS DIGITAL: STRATEGI PEMBERDAYAAN WIRAUSAHA MUDA Sunu Puguh Hayu Triono; Ratri Wahyuningtyas; Rian Febrian Umbara; Dwi Fitrizal Salim; Ratih R. Raihanun; Alfi Inayati
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3360

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan kewirausahaan digital siswa SMK YPPS Sumedang melalui pendampingan dan pelatihan pengembangan bisnis berbasis digital sebagai strategi pemberdayaan wirausaha muda. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan aplikatif yang meliputi survei kebutuhan mitra, persiapan materi dan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan praktik langsung pengembangan bisnis digital, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan melalui kuesioner dan monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep bisnis digital, strategi pemasaran online, pemanfaatan marketplace dan e-commerce, pembuatan konten digital, serta penggunaan teknologi dalam manajemen bisnis sesuai dengan kompetensi perhotelan, tata boga, dan tata busana. Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi terhadap kesesuaian materi, kejelasan penyampaian, ketepatan waktu pelaksanaan, serta kualitas pendampingan, dan peserta berharap program serupa dapat dilanjutkan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendampingan dan pelatihan pengembangan bisnis berbasis digital efektif dalam meningkatkan kesiapan siswa SMK YPPS Sumedang sebagai calon wirausaha muda yang adaptif terhadap transformasi digital dan berpotensi membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.