Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN POKDARWIS MENDUKUNG TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Diana Lisa; Dona Jhonnata; Dini Agumsari; Ahmad Baqir Adrian
Nemui Nyimah Vol. 5 No. 2 (2025): Nemui Nyimah Vol. 5 No. 2 2025
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v5i2.209

Abstract

Kecamatan Way Lima memiliki potensi sumber daya alam (keanekaragaman hayati flora, fauna), manusia, lembaga serta sistem pemerintah yang sudah baik. Potensi dikelola dengan cara wajar. Sumberdaya alam pertanian seperti tanaman padi, jagung, sayuran, kedelai buah; perkebunan seperti pisang, tebu, kopi, coklat, lada, petai, dan kehutanan, pohon kayu. Keberadaan kelompok/komunitas memperkuat sistem kelembagaan desa dalam pengelolaan sumber daya, didukung sistem pemerintahan yang baik dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Pemulihan ekosistem lingkungan dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, dengan sadar mempertahankan keberlangsungan, berperilaku positif mendukung perkembangan suatu wilayah; meghapus kemiskinan, pendidikan bermutu, kesetaraan gender, mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, infrastuktur industri, manajemen berkelanjutan, menjaga ekosistem darat-menghambat deforestasi-merestorasi hutan serta mendukung perkembangan inovasi, pokdarwis sebagai tulang piunggung bagi daerah meningkatkan pemahaman warga, menggambarkan partisipasi komponen masyarakat mewujudkan iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan gambaran terhadap wilayah studi terutama dengan cara menggali informasi keberadaan kelompok sadar wisata/pokdarwis di lokasi kegiatan khususnya di Kecamatan Way Lima, menginvetarisari dan mengidentifikasi kegiatan yang ada dan berlangsung selama ini apakah terjadi kesenjangan dari program pemerintah atau terjadi serta terjalin sinergi yang baik antar pemangku kepentingan dan warga masyarakat sekitar wilayah studi dan yang terpenting adalah dapat menyimpulkan konsep pemenuhan persyaratan sebagai kelompok sadar wisata yang berprogram dengan baik. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengetahui dan menyampaikan kepada warga serta mitra serta perlunya dukungan yang besar diharapkan dapat memenuhi serta memecahkan permasalahan di lokasi kegiatan. Berlokasi di Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Hasil kegiatan berupa terumuskannya kelompok sadar wisata seperti yang diharapkan.
Mengintegrasikan warisan budaya dan arsitektur berkelanjutan Diana Lisa; Fadhilah Rusmiati; Dini Agumsari; Tiya Suryadi Putri
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya melimpah di bumi Nusantara-Indonesia memberi kekayaan luar biasa bagi kehidupan manusia tak terkecuali makhluk hidup lain, seperti keanekaragaman etnis, sosial masyarakat, seni-budaya (warisan tak benda-intagible); pantai, laut, gunung, sawah, hutan, kebun, benda, obyek, situs, bangunan, kawasan (warisan benda-tangible); sebagai potensi untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya dengan mempertimbangkan keberlanjutan fungsi pelestarian, perlindungan, pengembangan serta pemanfaatan yang bijak tentunya. Sebagai bagian dari kebudayaan, warisan budaya dan arsitektur bersinergi-berkolaborasi-berintegrasi merangkul kompleksitas ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, kompleksitas aktivitas pola perilaku dalam masyarakat dan benda-benda hasil karya manusia; yang tersirat adanya nilai-nilai budaya yang erat hubungannya dengan nilai-nilai filosofis religius. Kebudayaan berwujud sebagai bentuk kompleksitas ide, nilai, gagasan, norma, aturan. Arsitektur sebagai perwujudan manusia, bangunan serta lingkungan ada sebagai jawaban terhadap pentingnya `wadah penciptaan ruang cipta lingkungan binaan untuk melakukan berbagai aktivitas manusia dan mahkluk lainnya dalam ruang dan waktu guna mewujudkan keberlanjutan kehidupan masa datang guna memenuhi kebutuhan paling mendasar yaitu tempat tinggal atau bernaung. Hakekatnya, kodrat manusia sebagai makhluk bermartabat mempunyai tujuan hidup untuk membuat dunia semakin cantik-Hamemayu Hayuning Buwana. Menggunakan metode korelasional bertujuan sejauh mana variasi pada interaksi sumber daya budaya dan arsitektur sebagai faktor yang saling berkaitan dengan konsep berkelanjutan membentuk ruang hidup selaras lingkungan sebagai sebuah gagasan lengkap yang harus dipecahkan permasalahannya. Adapun lokasi penelitian berada di Kota Bandar Lampung, yang memiliki beragam etnis, kehidupan sosial, serta budaya. Hasil penelitian berupa interaksi sumber daya budaya dan arsitektur yang relevan dengan kondisi saat ini, berkelanjutan sebagai suatu proses dan penerapannya sehingga kompleksitas keragaman masyarakat tercermin dari ruang hidup Hamemayu Hayuning Buwana