p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SARGA Nemui Nyimah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN POKDARWIS MENDUKUNG TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Diana Lisa; Dona Jhonnata; Dini Agumsari; Ahmad Baqir Adrian
Nemui Nyimah Vol. 5 No. 2 (2025): Nemui Nyimah Vol. 5 No. 2 2025
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v5i2.209

Abstract

Kecamatan Way Lima memiliki potensi sumber daya alam (keanekaragaman hayati flora, fauna), manusia, lembaga serta sistem pemerintah yang sudah baik. Potensi dikelola dengan cara wajar. Sumberdaya alam pertanian seperti tanaman padi, jagung, sayuran, kedelai buah; perkebunan seperti pisang, tebu, kopi, coklat, lada, petai, dan kehutanan, pohon kayu. Keberadaan kelompok/komunitas memperkuat sistem kelembagaan desa dalam pengelolaan sumber daya, didukung sistem pemerintahan yang baik dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Pemulihan ekosistem lingkungan dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, dengan sadar mempertahankan keberlangsungan, berperilaku positif mendukung perkembangan suatu wilayah; meghapus kemiskinan, pendidikan bermutu, kesetaraan gender, mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, infrastuktur industri, manajemen berkelanjutan, menjaga ekosistem darat-menghambat deforestasi-merestorasi hutan serta mendukung perkembangan inovasi, pokdarwis sebagai tulang piunggung bagi daerah meningkatkan pemahaman warga, menggambarkan partisipasi komponen masyarakat mewujudkan iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan gambaran terhadap wilayah studi terutama dengan cara menggali informasi keberadaan kelompok sadar wisata/pokdarwis di lokasi kegiatan khususnya di Kecamatan Way Lima, menginvetarisari dan mengidentifikasi kegiatan yang ada dan berlangsung selama ini apakah terjadi kesenjangan dari program pemerintah atau terjadi serta terjalin sinergi yang baik antar pemangku kepentingan dan warga masyarakat sekitar wilayah studi dan yang terpenting adalah dapat menyimpulkan konsep pemenuhan persyaratan sebagai kelompok sadar wisata yang berprogram dengan baik. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengetahui dan menyampaikan kepada warga serta mitra serta perlunya dukungan yang besar diharapkan dapat memenuhi serta memecahkan permasalahan di lokasi kegiatan. Berlokasi di Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Hasil kegiatan berupa terumuskannya kelompok sadar wisata seperti yang diharapkan.
Kajian Citra Kota Bandar Lampung Berdasarkan Peta Kognitif Pengamat Tri Seprianto; Viata Viriezky; Puan Jati Megawati; Ahmad Baqir Adrian
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3276

Abstract

Perkembangan kota-kota berkembang di Indonesia ditandai oleh dinamika pertumbuhan fisik, peningkatan mobilitas, serta intensifikasi aktivitas sosial dan ekonomi yang sering kali berdampak pada perubahan citra dan keterbacaan ruang kota. Kota Bandar Lampung, sebagai ibu kota Provinsi Lampung dan gerbang utama Pulau Sumatera, mengalami kondisi tersebut seiring pesatnya perkembangan kawasan pusat kota dan perluasan wilayah permukiman ke arah pinggiran. Ketimpangan penguatan elemen visual dan ruang publik antar kawasan berpotensi menimbulkan fragmentasi citra kota, sehingga persepsi masyarakat terhadap struktur dan identitas ruang cenderung terpusat pada area tertentu saja. Dalam konteks ini, pemahaman mengenai bagaimana pengguna kota memaknai, mengingat, dan merepresentasikan ruang perkotaan menjadi penting untuk mengungkap pembentukan citra Kota Bandar Lampung secara menyeluruh. Pendekatan cognitive mapping dipandang relevan karena mampu menangkap persepsi spasial, pengalaman visual, serta makna simbolik yang terbentuk melalui interaksisehari-hari masyarakat dengan lingkungannya. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini mengkaji citra Kota Bandar Lampung berdasarkan persepsi pengamat untuk mengidentifikasi elemen-elemen ruang yang dominan, sekaligus memahami hubungan antara struktur fisik kota, pengalaman sosial, dan pembentukan identitas perkotaan.