p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Central Publisher
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI METODE CERAMAH UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK): STUDI KASUS DI SDLB NEGERI SEMARANG KAMPUS 2 M Rifqy Rabbani; Aistya Rimaningrum; Arimil Jannah; Bakti Fatwa Anbiya
Journal Central Publisher Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i3.390

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini menyoroti tantangan metode ceramah dalam pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan beragam karakteristik unik yang menyulitkan mereka memahami materi verbal abstrak. Metode ceramah yang berpusat pada guru dinilai kurang efektif berdasarkan berbagai teori belajar dan pendekatan multisensori yang lebih sesuai untuk ABK. Studi-studi menunjukkan keterbatasan metode ceramah bagi berbagai jenis ABK seperti ADHD, autisme, dan gangguan intelektual. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan literatur dengan telaah empiris mengenai modifikasi metode ceramah melalui integrasi pendekatan multisensori di SLB. Metode : Penelitian kualitatif dengan studi kasus deskriptif eksploratif dilakukan di SDLB Kampus 2 Semarang, melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner, lalu dianalisis secara kualitatif. Hasil dan Pembahasan : Penelitian di SDLB Kampus 2 Semarang mengungkapkan upaya adaptasi pembelajaran yang lebih inklusif dan multisensori sesuai kebutuhan spesifik setiap jenis ABK (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, autistik, tunarasa, ADHD). Meskipun demikian, penelitian mendalam mengenai modifikasi konkret metode ceramah masih terbatas, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut untuk merancang model pembelajaran adaptif yang mengintegrasikan ceramah dengan strategi partisipatif. Kesimpulan : Diharapkan temuan penelitian ini dapat memperkaya basis ilmiah pendidikan khusus dan menjadi rujukan dalam penyusunan strategi pembelajaran inklusif dan adaptif bagi ABK, serta memberikan kontribusi nyata dalam praktik pendidikan dan perumusan kebijakan yang berpihak pada keberagaman siswa.
AUTOMATIC PROMOTION DAN MENURUNNYA MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA M Rifqy Rabbani; Arimil Jannah; Rifty Ariyani; Noviana Putri Ramadanti; Laily Rachma Handayani
Journal Central Publisher Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i3.407

Abstract

Latar Belakang : Motivasi belajar adalah faktor kunci dalam mencapai tujuan akademik. Kebijakan automatic promotion yang diterapkan selama pandemi bertujuan mengurangi dampak psikologis kegagalan akademik, namun justru berpotensi menurunkan kualitas pendidikan dan memengaruhi motivasi serta tanggung jawab siswa. Kebijakan ini memungkinkan siswa naik kelas tanpa evaluasi ketat, yang dapat menurunkan motivasi belajar dan mengurangi disiplin mereka. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara kebijakan automatic promotion dan motivasi belajar siswa di tingkat pendidikan dasar pasca pandemi Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori Self-Determination (SDT) untuk mengaitkan motivasi intrinsik dengan kebijakan pendidikan. Hasil dan Pembahasan : Temuan menunjukkan bahwa kenaikan kelas otomatis membuat siswa kurang berusaha keras dalam belajar, yang berujung pada rendahnya hasil kognitif dan absensi tinggi. Penurunan motivasi ini juga berdampak pada rendahnya antusiasme siswa terhadap pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam kebijakan evaluasi dan penguatan karakter untuk meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Kebijakan ini, meskipun bertujuan mengurangi stres akademik, ternyata mengorbankan kualitas pendidikan dan kesiapan siswa untuk menghadapi tantangan akademik lanjutan. Kesimpulan : Penelitian ini menyarankan revisi kebijakan agar motivasi dan hasil pendidikan siswa dapat ditingkatkan.