Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Faktor Risiko Kematian Ibu di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2019-2023 Yudhi Iqbal, Teuku; Maulina, Nora; Nabilla, Ghaitsa; Natasha, Cut Alia; Nazaruddin, Nazaruddin
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i2.3595

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the indicators to see the health status of women and also a strategic indicator of health development that reflects the health status and quality of the population. North Aceh District is one of the districts in Aceh province that has the highest maternal mortality cases. The purpose of this study was to determine the description of risk factors for maternal mortality in North Aceh District in 2019-2023. This research method is descriptive quantitative with a cross-sectional approach. The sampling method in this study used a total sampling technique totaling 64 cases during 2019-2023. The data collected were secondary data obtained from archived maternal mortality data at the North Aceh District Health Office. The results of this study indicate an overview of the risk factors for maternal mortality in North Aceh Regency. The results of this study obtained a maternal mortality rate (MMR) of 157 per 100,000 live births in 2019, 112 per 100,000 live births in 2020, 154 per 100,000 live births in 2021, and 125 per 100,000 live births in 2023 with the characteristics of the most parity, namely multipara (59,3%), the most age is the age group 20-30 years (76,6%). Based on risk factors, the most common cause of death was bleeding (57,8%), and the most common place to die was in the hospital (95,3%).
Sekolah Bebas Asap Rokok: Edukasi dan Pembentukan Agen Anti-Rokok di Kalangan Siswa SDN 05 Muara Batu Maulina, Nora; Sawitri, Harvina; Rahayu, Mulyati Sri; Nadira, Cut Sidrah; Natasha, Cut Alia; Fitri, Dwi
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.25332

Abstract

Pendahuluan: Tembakau tetap menjadi penyebab utama kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Menurut WHO, lebih dari 8 juta orang meninggal tiap tahun akibat penggunaan tembakau, termasuk 1,2 juta dari paparan asap rokok tidak langsung. Anak-anak sangat rentan, karena asap rokok dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, gangguan fungsi paru-paru, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Di Indonesia, meningkatnya konsumsi tembakau pada remaja menjadi masalah kesehatan serius. Tujuan: Meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar tentang bahaya merokok dan pentingnya menjaga kesehatan paru-paru. Melalui aktivitas interaktif, BREATHE mendorong anak-anak agar menghindari paparan asap rokok. Metode: Melakukan survei awal untuk melihat kondisi di lapangan untuk melihat permasalahan yang dihadapi dilokasi dan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pendekatan edukasi tentang bahaya merokok bagi tubuh dan akan mengevaluasi hasil yang telah dicapai oleh siswa. Hasil dan pembahasan: Sebagian besar siswa SDN 05 Dewantara, Aceh Utara telah memahami bahaya merokok. Inisiatif ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan yang disampaikan secara menyenangkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat jangka panjang. Melindungi paru-paru dari asap rokok merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih sehat. Kesimpulan: Pendekatan edukatif yang dikombinasikan dengan aktivitas interaktif dan kampanye digital terbukti efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kata kunci: WHO, rokok, paru-paru, edukasi