Pendahuluan: Tembakau tetap menjadi penyebab utama kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Menurut WHO, lebih dari 8 juta orang meninggal tiap tahun akibat penggunaan tembakau, termasuk 1,2 juta dari paparan asap rokok tidak langsung. Anak-anak sangat rentan, karena asap rokok dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, gangguan fungsi paru-paru, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Di Indonesia, meningkatnya konsumsi tembakau pada remaja menjadi masalah kesehatan serius. Tujuan: Meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar tentang bahaya merokok dan pentingnya menjaga kesehatan paru-paru. Melalui aktivitas interaktif, BREATHE mendorong anak-anak agar menghindari paparan asap rokok. Metode: Melakukan survei awal untuk melihat kondisi di lapangan untuk melihat permasalahan yang dihadapi dilokasi dan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pendekatan edukasi tentang bahaya merokok bagi tubuh dan akan mengevaluasi hasil yang telah dicapai oleh siswa. Hasil dan pembahasan: Sebagian besar siswa SDN 05 Dewantara, Aceh Utara telah memahami bahaya merokok. Inisiatif ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan yang disampaikan secara menyenangkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat jangka panjang. Melindungi paru-paru dari asap rokok merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih sehat. Kesimpulan: Pendekatan edukatif yang dikombinasikan dengan aktivitas interaktif dan kampanye digital terbukti efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kata kunci: WHO, rokok, paru-paru, edukasi
Copyrights © 2026