Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Biaya Pertanian dengan Metode Matteseng berdasarkan PSAK 406 tentang Musyarakah (Studi desa Unra Kec. Awangpone Kab. Bone) Hilyatul Aulia; Muhammad Yamin; Muhammad Abdi Buhasyim
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i3.4922

Abstract

This study aims to analyze the determination of agricultural costs using the matteseng method and its relevance to PSAK 406. This research employs a qualitative method with a field approach, involving interviews, observation, and documentation with the community in Unra Village. The results show that in the Matteseng method, all production costs are generally borne by the cultivators, in line with the mukhabarah contract. Cost components vary depending on the season, with a significant spike in irrigation costs during the dry season due to the additional water needs. The relevance of the matteseng method to PSAK 106 concerning musyarakah lies in the initial agreement, profit-sharing, and the rights and obligations of each landowner party as passive partners and cultivators as active partners. This practice upholds the principles of fairness, agreement, and risk-sharing, except in the aspects of reporting and recording
ANALISIS PENETAPAN HARGA TIKET MASUK PADA OBJEK WISATA HUTAN PINUS BULU TANAH DESA MATTAMPA WALIE KECAMATAN LAPPARIAJA KABUPATEN BONE Ratna, Ratna; Abdulhanaa, Abdulhanaa; Muhammad Abdi Buhasyim
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 3 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v3i3.3600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan harga tiket masuk pada objek wisata Hutan Pinus Bulu Tanah serta menilai kesesuaiannya dengan kondisi fasilitas dan persepsi pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan harga tiket belum menggunakan pendekatan cost-based pricing secara sistematis karena tidak adanya perhitungan biaya operasional yang rinci dan penentuan margin keuntungan, melainkan lebih didasarkan pada kondisi fasilitas, kemampuan daya beli masyarakat, serta perbandingan dengan objek wisata sejenis sehingga mencerminkan kombinasi value-based pricing dan competition-based pricing. Harga tiket yang relatif murah mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan pendapatan, namun kesesuaian antara harga dan fasilitas masih belum optimal karena beberapa fasilitas belum memadai. Simpulan penelitian ini adalah penetapan harga tiket sudah efektif dalam menarik pengunjung, tetapi perlu diimbangi dengan perbaikan fasilitas serta penerapan sistem penetapan harga yang lebih terstruktur dan berbasis biaya untuk menjaga keberlanjutan dan kepuasan pengunjung.