Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Keterampilan Hairdo untuk Pemberdayaan Kaum Wanita Moria Ciganjur Ningrum , Mercylia; Sulistiowati, Devi; Pursari, Riri; Vanesa, Valentina Happy
Jurnal Pengabdian Masyarakat STIE Surakarta Vol 4 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56456/dimaseta.v4i1.157

Abstract

Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan individu dan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan dampak pelatihan tata rambut (hairdo) yang difasilitasi oleh Akademi Bisnis Martha Tilaar terhadap komunitas Moria Ciganjur, yaitu kelompok ibu-ibu dari GBKP Depok. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, mencakup observasi langsung, wawancara, serta evaluasi praktik peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis peserta, munculnya motivasi untuk berwirausaha, serta penguatan relasi sosial di antara anggota komunitas. Pelatihan ini berhasil menjadi sarana pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan dan potensi lokal. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa akses terhadap pelatihan keterampilan praktis, jika dirancang kontekstual dan inklusif, dapat mendorong kemandirian ekonomi perempuan serta memperkuat posisi sosial mereka dalam lingkungan komunitas. Program semacam ini direkomendasikan untuk direplikasi dengan dukungan pendampingan dan jejaring lintas sektor.
Efektifitas Terapi Audiovisual Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia (1-6 Thn) Saat Pemasangan Infus di Ruangan Aster Rumah Sakit Advent Bandung Malinti, Grace; Sulistiowati, Devi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.20040

Abstract

ABSTRACT Hospitalization in children is a source of anxiety that often occurs. One of the actions that occurs while being treated is the installation of an infusion. And this causes anxiety that affects the child's growth and development. Therefore, there is a need for distraction that reduces the level of anxiety in children during infusion installation.Purpose of the study to determine the effect of audiovisual distraction on the level of anxiety in children aged (1-6 years) during infusion installation in the Aster Room of Adventist Hospital Bandung. The research method used in this study was a quasi-experiment with a pre-test and post-test without control group design. Most respondents aged 1-3 years as many as 15 people (88%), male gender as many as 16 people (94%), have never had a history of previous infusion as many as 11 people (65%). Anxiety Level Before the intervention that most respondents had moderate anxiety as many as 9 people (53%), Anxiety level after being given audiovisual therapy was found that most respondents had mild anxiety as many as 9 people (53%), Wilcoxon test found a p value of 0.000. There is an effect of audiovisual distraction therapy using animated videos on children's anxiety levels when infusion procedures are performed in the children's room at Advent Hospital Bandung. Keywords: Anxiety, Audiovisual, Children  ABSTRAK Hospitalisasi pada anak merupakan sumber pemicu tingkat kecemasan yang sering terjadi. Salah satu tindakan yang terjadi saat sedang dirawat adalah pemasangan infus. Dan ini menimbulkan kecemasan yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu perlunya adanya distraksi yang menurunkan tingkat kecemasan anak saat pemasangan infus. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh distraksi audiovisual terhadap tigkat kecemasan anak usia (1-6 thn) saat pemasangan infus di ruangan Aster Rumah Sakit Advent Bandung. Metode peneltiian yang dilakukan pada penelitian ini adalah quasi experiment dengan jenis penelitian pre-test and post-test without control grup design. Sebagian besar responden berusia 1-3 tahun sebanyak 15 orang (88%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 16 orang (94%), belum pernah memiliki riwayat pemasangan infus sebelumnya sebanyak 11 orang (65%). Tingkat Kecemasan Sebelum intervensi bahwa sebagian besar responden memiliki kecemasan sedang sebanyak 9 orang (53%), Tingkat kecemasan setelah diberikan terapi audiovisual didapati bahwa sebagian besar responden memiliki kecemasan ringan sebanyak 9 orang (53%), uji wilcoxon didapati  nilai p 0,000. Adanya pengaruh terapi distraksi audiovisual menggunakan video animasi terhadap timgkat kecemasan anak saat dilakukan tindakan pemasangan infus di ruangan anak Rumah Sakit Advent Bandung. Kata Kunci: Anak, Audiovisual, Kecemasan