Subuh, M.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIVITAS RUJUKAN DAN RUJUKAN BALIK DI RSUD SURYAH KHAIRUDDIN KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT JAMBI Prihatin, Titin; Subuh, M.; Zaharudin, Zaharudin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45882

Abstract

Sistem rujukan dan rujukan balik memainkan peran sangat penting dalam memastikan kualitas pelayanan kesehatan yang optimal, khususnya dalam konteks rumah sakit rujukan seperti RSUD Suryah Khairuddin, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem rujukan dan rujukan balik di RSUD Suryah Khairuddin, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan fokus pada tantangan, hambatan, dan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas perawatan pasien. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran, menggabungkan analisis kuantitatif data rujukan dan wawancara kualitatif dengan tenaga kesehatan dan pasien. Hasil menunjukkan bahwa hambatan utama adalah ketergantungan pada komunikasi manual, kendala logistik, dan kurangnya pemahaman pasien. Rekomendasi penelitian ini antara lain: implementasi sistem digitalisasi untuk meningkatkan komunikasi antar fasilitas,peningkatan pelatihan tenaga kesehatan terkait teknologi dan komunikasi efisien,) penguatan edukasi pasien mengenai proses dan urgensi rujukan, dan evaluasi sistem rujukan secara berkala. Penerapan rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan. Meningkatkan pemahaman pasien mengenai proses rujukan melalui edukasi yang lebih komprehensif dengan memanfaatkan platform digital seperti aplikasi mobile atau situs web yang memberikan panduan mengenai prosedur rujukan dan manfaatnya. Melibatkan seluruh stakeholder, termasuk tenaga kesehatan, pasien, dan pihak terkait lainnya, dalam proses evaluasi untuk mendapatkan masukan yang lebih komprehensif, dengan memanfaatkan survei digital atau forum diskusi online..
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN BERSUBSIDI DI PUSKESMAS KOTA BENGKULU TAHUN 2023 Martini, Helta; Subuh, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan implementasi kebijakan pelayanan bersubsidi yang diterapkan di Puskesmas Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan studi pustaka untuk mengumpulkan data. Penelitian dilakukan di Kota Bengkulu dari Oktober hingga Desember 2023 dengan narasumber utama termasuk pejabat kesehatan dan masyarakat. Data primer diperoleh melalui wawancara, sementara data sekunder melalui studi pustaka. Analisis dilakukan secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan validitas informasi. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan interpretasi yang akurat dan komprehensif tentang isu yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bhawa Dukungan terhadap tenaga kesehatan serta sarana dan prasarana berkualitas adalah kunci untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) di Kota Bengkulu. Kualitas pelayanan kesehatan lebih penting daripada jumlah peserta dalam mencapai UHC. Keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ditentukan oleh tingkat pemanfaatan layanan kesehatan yang dirasakan bermanfaat oleh masyarakat. Meskipun implementasi kebijakan pelayanan kesehatan bersubsidi di Puskesmas Kota Bengkulu sudah baik, masih ada kendala seperti pencatatan data, kuantitas tenaga kesehatan, dan administrasi. Kerjasama antara pemerintah, sektor kesehatan, dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi hambatan ini. Kebijakan ini telah mengurangi beban finansial masyarakat miskin, meningkatkan cakupan layanan, dan memperbaiki mutu serta pengawasan layanan kesehatan.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2024 Gulo, Sri Dewi; Subuh, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara ASI eksklusif dan kejadian stunting di wilayah Nias Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Lokasi penelitian dipilih di Kabupaten Nias Barat, karena peneliti sebelumnya telah melakukan pra-survei di wilayah tersebut dan menemukan fenomena yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian ini berlangsung dari Juli 2023 hingga Februari 2024. Setelah menghitung sampel dari populasi yang ada menggunakan metode Slovin, diperoleh 86,41 sampel yang kemudian dibulatkan menjadi 90 sampel, yang terdiri dari ibu-ibu dengan balita berusia 0 bulan hingga 2 tahun. Data dikumpulkan melalui metode survei dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian di Dinas Kesehatan Nias Barat tahun 2023 menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian stunting pada balita. Meskipun ada balita yang menerima ASI eksklusif namun tetap mengalami stunting, jumlah balita yang tidak menerima ASI eksklusif dan mengalami stunting jauh lebih tinggi. Faktor-faktor seperti kualitas ASI, tingkat pendidikan ibu, dan dukungan dari fasilitas kesehatan serta keluarga berperan penting dalam pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ibu dengan pendidikan lebih tinggi lebih cenderung memberikan ASI eksklusif, sementara dukungan dari fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan juga meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS PASCA AKREDITASI DI KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2024 Mulyani, Yekti; Subuh, M.
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9303

Abstract

Service quality is a critical component in healthcare delivery, particularly in ensuring patient safety, service effectiveness, and community satisfaction. Quality management principles, initially developed in the industrial sector, have been widely adopted in healthcare systems through mechanisms such as quality assurance, Total Quality Management (TQM), and accreditation of healthcare facilities, including Community Health Centers (Puskesmas). However, evidence from Tanggamus Regency suggests that despite full accreditation status across all Puskesmas, post-accreditation quality improvement has not been optimally sustained. Persistent challenges include limited human resources, inadequate infrastructure and funding, weak institutionalization of quality culture, and an overemphasis on administrative compliance rather than continuous service improvement. This study aims to assess post-accreditation service quality in Puskesmas and to formulate context-based strategies for sustainable quality enhancement. A mixed methods approach was employed by integrating quantitative and qualitative analyses. Quantitative data were analyzed using the SERVQUAL model to identify gaps between community expectations and perceived service performance, while qualitative data were collected through in-depth interviews and document review. The findings reveal that all service quality dimensions exhibit negative gap scores, with an overall average of -0.67, indicating that service performance has not yet met community expectations. The Empathy dimension demonstrated the largest gap (-0.95), highlighting insufficient personal attention from healthcare providers, whereas the Assurance dimension recorded the smallest gap (-0.30), reflecting relatively higher public trust. These results underscore the need for continuous quality improvement strategies, including strengthening health workers’ competencies and communication skills, upgrading service facilities, ensuring consistent implementation of standard operating procedures, and reinforcing systematic monitoring and evaluation mechanisms. ABSTRAKMutu pelayanan kesehatan merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan layanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien dan kepuasan masyarakat. Konsep mutu yang berasal dari sektor industri telah diadaptasi ke dalam sistem pelayanan kesehatan melalui berbagai pendekatan, seperti penjaminan mutu, Total Quality Management (TQM), dan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Meskipun seluruh Puskesmas di Kabupaten Tanggamus telah memperoleh status akreditasi, implementasi peningkatan mutu pasca akreditasi belum menunjukkan hasil yang optimal. Berbagai kendala masih dijumpai, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana yang belum memadai, keterbatasan anggaran, lemahnya internalisasi budaya mutu, serta kecenderungan pelaksanaan akreditasi yang berorientasi administratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan Puskesmas pasca akreditasi serta merumuskan strategi peningkatan mutu yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran mutu pelayanan dilakukan secara kuantitatif menggunakan model SERVQUAL untuk menganalisis kesenjangan antara harapan dan persepsi masyarakat, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan masih berada pada gap negatif dengan nilai rata-rata sebesar -0,67, yang menandakan bahwa pelayanan belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi masyarakat. Dimensi Empathy menunjukkan kesenjangan terbesar (-0,95), sementara dimensi Assurance memiliki gap terkecil (-0,30). Temuan ini menegaskan perlunya strategi peningkatan mutu yang berkelanjutan melalui penguatan kompetensi dan komunikasi petugas, perbaikan fasilitas layanan, konsistensi penerapan standar operasional prosedur, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi mutu pelayanan.