Prakoso, Satria Bagus
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN JUMLAH ANAK HIDUP DENGAN NIAT KONTRASEPSI PASANGAN USIA SUBUR Prakoso, Satria Bagus; Dewi, Rhesma Safitri; Laili, Ana Fitrotul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46280

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2017 yaitu 177 kematian per-100 ribu kelahiran hidup (Kemenko PMK, 2020). Sedangkan data sensus penduduk AKI Tahun 2020 kembali meningkat menjadi 189/100.000 kelahiran hidup dan menempati posisi kedua tertinggi AKI di ASEAN. Tingginya AKI dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, namun kebanyakan AKI terjadi karena faktor hamil dan melahirkan yang salah satunya adalah unmet need KB. Kejadian kasus unmet need KB dipengaruhi oleh berbagai faktor karena bersifat multidimensional.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan jumlah anak hidup dengan niat menggunakan alat kontrasepsi pada WUS dengan kondisi unmet need. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan melalui survei dan wawancara. Besar sampel diperoleh melalui simple random sampling dan didapatkan sebanyak 54 pasangan usia subur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan jumlah anak hidup (p-value: 0,002) dengan niat menggunakan alat kontrasepsi pada WUS dengan kondisi unmet need. Tingkat pendidikan (p value : 0,088) tidak berhubungan dengan niat menggunakan alat kontrasepsi. asangan usia subur dengan jumlah anak hidup kurang dari ≤ 2 memiliki lebih banyak niat terhadap penggunaan alat kontrasepsi. Meskipun tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap niat menggunakan alat kontrasepsi, dalam penelitian ini ditemuukan lebih banyak wanita usia subur dengan pendidikan tinggi memiliki niat untuk menggunakan alat kontrasepsi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI SUAMI SEBAGAI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA DI INDONESIA Nariswari, Radhita Aisyah Resti; Prakoso, Satria Bagus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48979

Abstract

Partisipasi pria pasangan usia subur dalam program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia masih tergolong rendah dan menjadi tantangan dalam upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Ketimpangan penggunaan kontrasepsi yang masih didominasi oleh perempuan menunjukkan bahwa partisipasi pria sebagai akseptor KB belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi suami sebagai akseptor KB di Indonesia berdasarkan teori Lawrence Green, yang mencakup faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kuantitatif-deskriptif terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. Artikel dikumpulkan dari Google Scholar, Portal Garuda, dan ResearchGate yang membahas hubungan antara berbagai variabel dengan partisipasi pria dalam KB. Dari hasil pengumpulan data diperoleh 27 artikel ilmiah yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil Literature review teridentifikasi variabel penelitian yang merupakan faktor yang berhubungan dengan partisipasi suami sebagai akseptor KB sebanyak 20 variabel. Variabel yang ditemukan terdiri atas 12 variabel yang termasuk dalam faktor predisposisi. Faktor predisposisi yang ditemukan antara lain : pengetahuan, pendidikan, sikap, jumlah anak, budaya, usia, nilai anak, pekerjaan, motivasi,persepsi sakit, keyakinan, dan pemahaman kontrasepsi. Faktor pemungkin ditemukan sebanyak 5 variabel meliputi ketersediaan informasi, ekonomi, tempat tinggal, akses terhadap pelayaan kesehatan dan jaminan kesehatan. Faktor penguat yang ditemukan ada sebanyak 3 variabel meliputi dukungan istri, petugas kesehatan, dan keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teori Lawrence Green dapat memberikan gambaran yang komprehensif dalam memahami keterlibatan pria dalam program KB. Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, penguatan dukungan sosial, dan penyediaan layanan kontrasepsi yang ramah pria sebagai upaya mendukung keberhasilan program KB nasional.