Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Rapid Tes Antibodi untuk Skrining Covid-19 dan Edukasi Protokol Kesehatan bagi Mahasiswa Safridha Kemala Putri; Syarifa Wahyuni; Darmawati; Zuriani
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v3i2.141

Abstract

Penyakit coronavirus 2019 memiliki banyak dampak pada semua bidang kehidupan. Salah satunya melarang proses belajar mengajar tatap muka di perguruan tinggi. Ini telah digantikan oleh metode pembelajaran jarak jauh. Termasuk pembatasan kegiatan terkait pencegahan dan pengendalian Covid-19. Oleh karena itu, untuk menciptakan kampus yang aman tanggap terhadap COVID-19, perlu dilakukan tes skrining primer COVID-19 bagi mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tatap muka. Mengingat penyebaran COVID-19 yang cepat, ada kebutuhan mendesak untuk tes cepat untuk skrining awal COVID-19. Hal ini memberdayakan tim pengabmas dengan skrining awal Covid-19, menjaga diri, dan pengetahuan tentang Covid-19 sesuai protokol kesehatan untuk membatasi penyebaran Covid-19 dan menghindari penularan virus ke orang lain. Upaya ini menggunakan metode pendidikan dan tes Rapid antibodi yang melibatkan total 110 sampel manusia. Mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan tatap muka setelah dinyatakan tidak reaktif dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Rapid Tes Antibodi untuk Skrining Covid-19 dan Edukasi Protokol Kesehatan bagi Mahasiswa Syarifah Wahyuni; Darmawati; Zuriani Riski; Farah Fajarna; Safridha Kemala Putri; Mutia Ulfa Rahmad
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i1.142

Abstract

Corona Virus Disease 2019 menyebabkan berbagai dampak pada seluruh sektor kehidupan. Salah satunya tidak diizinkannya proses belajar mengajar secara tatap muka pada Perguruan Tinggi yang diganti dengan metode pendidikan jarak jauh.. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pembatasan aktifitas terkait dengan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Untuk itu, dalam hal menciptakan kampus aman Covid-19, maka perlu dilakukan skrining awal tes covid-19 pada mahasiswa yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Rapid test antibody untuk skrining awal COVID-19 sangat dibutuhkan mengingat penyebaran penyakit yang sangat cepat. Hal inilah yang mendorong tim pengabdian untuk memberi pengetahuan tentang skrining awal Covid-19 sehingga mahasiswa memiliki kemauan dan kesadaran untuk memeriksakan diri serta menjaga diri dengan mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19 kepada orang lain.  Kegiatan ini menggunakan metode edukasi serta pemeriksaan Rapid Test antibody dengan jumlah sampel sebanyak 110 orang. Mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran tatap muka setelah dinyatakan non-reaktif dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
Potensi Antosianin Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Indikator Deteksi Formalin Pada Makanan Safridha Kemala Putri; Darmawati; Safwan; Fitriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3522

Abstract

Buah senduduk merupakan salah satu jenis gulma yang bermanfaat. Buah, bunga dan daun pada tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai obat dan pewarna alami. Tumbuhan senduduk (Melastoma malabathricum L) tumbuh liar pada tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari, seperti dilereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang, atau tidak terlalu gersang, atau di daerah objek wisata sebagi tanaman hias dan dapat tumbuh sampai ketinggian 1.650 m diatas permukaan air laut . Antosianin pada daun miana sebagai salah satu potensi penghasil pigmen alami yang memiliki beberapa keuntungan yaitu: proses produksi yang relatif mudah, murah dan aman. Mudah dan murah karena bahannya selalu tersedia di alam dan melimpah, aman karena sifatnya non toksik dan dapat diekstraksi menggunakan bahan yang tidak berbahaya untuk kesehatan manusia maupun keseimbangan lingkungan alam . Formalin termasuk salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam makanan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 1168/Menkes/Per/X/1999 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722/Menkes/per/IX/1988 Tentang Bahan Tambahan Makanan. Meskipun sudah ada larangan dalam penggunaan formalin, sebagian pedagang masih menggunakan formalin karena rendahnya nilai jual, bahan yang mudah didapat, mudah dalam pengaplikasiannya dan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap bahaya formalin jika digunakan dalam jangka Panjang. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka digunakan pewarna alternatif untuk mendeteksi adanya formalin dalam makanan, yaitu antosianin dari ekstrak buah senduduk. Pada penelitian ini ingin dilakukan proses pembuatan kertas indikator untuk mendeteksi adanya formalin dalam makanan menggunakan antosianin dari ekstrak buah senduduk (Melastoma malabathricum L). Tahap penelitian Diawali dengan pengambilan sampel buah senduduk di daerah Kabupaten Aceh Besar, selanjutnya dilakukan preparasi sampel untuk menghasilkan ekstrak buah senduduk (Melastoma malabathricum L). Setelah didapatkan ekstrak, lalu direndam pada kertas indikator yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan pengujian formalin terhadap makanan, dilakukan terhadap beberapa konsentrasi formalin dan dilakukan pengulangan 3 kali. Lalu dianalisa penyerapan warna yang terjadi.
Identifikasi Bakteri Salmonella sp pada Telur Ayam Kampung Fitriana; Erlinawati; Safridha Kemala Putri; Neilul Khalisa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3524

Abstract

Latar Belakang : Telur ayam kampung adalah telur yang sangat banyak manfaatnya. Salah satu manfaat yang sangat umum adalah untuk pembuatan ramuan obat-obatan tradisional yang penggunaannya digunakan secara mentah. Telur ayam kampung dalam keadaan mentah dapat mengandung mikroorganisme, salah satu diantaranya adalah Salmonella sp yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia seperti diare. Bakteri tersebut dapat berasal dari kotoran induk ayam yang melekat pada kulit telur dan dapat juga telur sudah mengandung bakteri sejak berada di dalam tubuh induknya misalnya induknya mengandung Salmonellosis sehingga telur mengandung bakteri Salmonella sp. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui apakah pada telur ayam kampung mentah yang sering dikonsumsi oleh masyarakat terkontaminasi oleh Salmonella sp dan untuk mengetahui Salmonella sp apa yang ada pada telur ayam kampung mentah. Metode Penelitian : Metodelogi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang luas. Untuk melihat gambaran identifikasi Salmonella sp. Sampel : Sampel penelitian ini adalah 5 butir kuning telur ayam kampung yang baru dikeluarkan 1-2 hari oleh induknya. Tempat Penelitian : Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Teknologi Laboratorium Medis. Waktu Penelitian : Penelitian ini telah dilakukan pada 25 Januari 2023 sampai 3 Februari 2023 Hasil Penelitian : Setelah dilakukan identifikasi terhadap Salmonella sp terhadap lima sampel kuning telur ayam kampung yang mentah pada media SSA (Salmonella Shigella Agar) terdapat Salmonella sundai pada sampel 1, 2, Salmonella choleraesis pada sampel 3, dan Salmonella abortusequi dan Salmonella abortusovis pada sampel 4, 5. Kesimpulan : Dari hasil identifikasi pada 5 sampel kuning telur ayam kampung mentah maka dapat disimpulkan bahwa semua sampel positif (+) Salmonella sp.