Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TEH DAUN KELOR TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU PASCA BAHAGIA DI KLINIK PRIMER SITI KHOLIJAH HSB Suyanti Suwardi; Roslina Yulianti; Novy Ramini Harahap; Indah Dewi Sari; Adevia Indah Puri
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 12 No. 2: DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/y795bd91

Abstract

Background: Breast milk is a beneficial substance for baby's growth. Based on the Health Profile of North Sumatra Province in 2022, newborns aged less than 6 months obtained exclusive breastfeeding by (35.96%). During initial surveys at the Siti Kholijah Marelan Primary Clinic, 15 postpartum mothers provided breast milk to their babies, but the milk produced was insufficient. Objective: This study aimed to determine the intensity of smooth breast milk production in postpartum women before and after being consuming moringa tea at. Methods: This is a quasi-experiment with one group pretest and posttest with no control design. Purposive sampling was used to select 10 postpartum women from a population of 25 to consume moringa tea twice a day for 7 days. The color and questions in the ASI production were among the instruments used in the penalty. The production of breast milk in postpartum moms is the dependent variable in this study, whereas the independent variable is the administration of 2 grams of Moringa leaf tea twice daily for seven days, brewed with 150 milliliters of hot water. The data was analyzed using Paired Sample T-tests. Results: obtained the mean value of breast milk production before and after giving moringa tea (14.10-50.50), as well as the standard deviation of breast milk production before and after giving moringa tea (8.252-13.834). The results show that value of 0.001 <0.05, indicating that moringa tea drinking affects the smooth production of breast milk in postpartum mothers.
Pengaruh Pemberian Jus DAKEPE (Daun Kelor dan Buah Pepaya) terhadap Peningkatan Hemoglobin pada Remaja Putri di SMA Sinar Husni Kabupaten Deli Serdang May Frinsiska Siahaan; Elya Rosa Br. Sembiring; Novy Ramini Harahap; Siti Nurhaliza
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.500

Abstract

Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin (Hb) berada di bawah normal, dan akibatnya merusak kemampuan sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Prevalensi anemia pada remaja putri (usia 15–24 tahun) mengalami peningkatan signifikan.Sekitar 32% hingga 48% remaja putri mengalami anemia, Prevalensi Anemia pada remaja putri di Sumatera utara, khususnya Kabupaten Deli serdang mencapai sekitar 30–32 %. Daun kelor memiliki kandungan zat besi dan vitamin cukup tinggi sedangkan buah papaya mengandung Vitamin C yang cukup tinggi. Kandungan vitamin C, betakaroten, likopen, dan vitamin E dalam daun kelor dan pepaya berfungsi sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Jus Dakepe (Daun kelor dan Buah pepaya) terhadap Peningkatan Hemoglobin pada Remaja putri di Sma Sinar Husni Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan rancangan One Group Pre and Post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri kelas X,Kelas XI dan Kelas XII di Sekolah Menengah Atas Sinar Husni pada Tahun Ajaran 2024/2025 yaitu sebanyak 107 orang siswi. Dengan teknik pengambilan sample purposive sampling sebanyak 84 responden. Hasil penelitian terdapat pengaruh pemberian Jus Daun Kelor Dan Buah Pepaya Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Putri di SMA Sinar Husni Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 dengan hasil uji statistik dengan T-Test menunjukkan bahwa nilai P-Value = 0,000. Saran dalam penelitian ini diharapkan untuk mengadakan program edukasi gizi untuk siswa, khususnya remaja putri, terkait pentingnya asupan zat besi dan vitamin C dalam mencegah anemia.