Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya persaingan dalam industri quick service restaurant (QSR) yang menuntut optimalisasi komunikasi pemasaran pada titik interaksi langsung dengan pelanggan. Salah satu strategi yang digunakan adalah suggestive selling, yaitu komunikasi persuasif melalui rekomendasi produk tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suggestive selling terhadap keputusan pembelian pelanggan dalam konteks layanan cepat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelanggan Burger King di Kota Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suggestive selling memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pelanggan dengan kontribusi sebesar 20,5%, yang termasuk dalam kategori moderat. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi persuasif yang dilakukan secara langsung mampu mendorong pembelian tambahan, terutama dalam situasi pengambilan keputusan yang cepat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan suggestive selling sebagai bentuk komunikasi persuasif mikro yang bekerja melalui interaksi interpersonal di titik layanan, khususnya dalam konteks konsumen dengan keterlibatan rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian komunikasi pemasaran, terutama dalam memahami efektivitas komunikasi interpersonal dalam meningkatkan nilai transaksi pelanggan