Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMBINASI AKUPUNTUR DENGAN METFORMIN ATAU CLOMIPHENE CITRATE TERHADAP POLYCYSTIC OVARY SYNDROME DALAM MENINGKATKAN KEHAMILAN: COMBINATION OF ACUPUNCTURE WITH METFORMIN OR CLOMIPHENE CITRATE FOR POLYCYSTIC OVARY SYNDROME IN PROMOTING PREGNANCY Alparisi, Bima Diokta; Muzhaffar, Teuku Adib Bariq; Suhandri, Wiwin; Hutagaol, Imelda Baktiana E.; Amanda, Samira
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i2.877

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) is one of the diseases that can cause infertility for women. Pharmacological therapy given is either metformin or clomiphene citrate while non-pharmacological is acupuncture. Both therapies have been shown to be beneficial in increasing pregnancy. Therefore, the purpose of this review is to determine the effect of the combination of acupuncture against metformin or clomiphene in increasing pregnancy rates. The method used was a literature review sourced from Google Scholar, Pub Med, Science Direct. Then identification, screening, adjustment of inclusion and exclusion variables were carried out and then selected titles, abstracts and contents so that only 6 articles were discussed. The results obtained that the combination therapy of acupuncture with metformin has better clinical effectiveness than clomiphene citrate because of minimal side effects and satisfactory outcomes in increasing pregnancy. Thus, it is hoped that further research will be carried out in the use of a combination of acupuncture therapy with metformin or clomiphene citrate. AbstrakPolycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan infertilitas bagi wanita. Terapi farmakologi yang diberikan yaitu baik metformin atau clomiphene citrate sedangkan non farmakologi berupa akupuntur. Kedua terapi tersebut terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kehamilan. Oleh sebab itu, tujuan tinjauan ini adalah untuk mengetahui efek kombinasi akupuntur terhadap metformin atau clomiphene dalam meningkatkan tingkat kehamilan. Metode yang digunakan berupa kajian literatur yang bersumber dari Google Scholar, Pub Med, Science Direct. Kemudian dilakukan identifikasi, skrining, penyesuaian terhadap variabel inklusi dan eksklusi lalu dilakukan seleksi judul, abstrak dan isi maka yang hanya dibahas berjumlah 6 artikel. Hasil yang didapatkan bahwasannya terapi kombinasi akupuntur dengan metformin memiliki efektifitas klinis yang lebih baik dibandingkan clomiphene citrate sebab efek samping yang lebih minim serta outcomes yang cukup memuaskan dalam meningkatkan kehamilan. Dengan demikian, diharapkan dilakukannya penelitian lebih lanjut dalam pemanfaatan kombinasi terapi akupuntur dengan metformin atau clomiphene citrate.
Regulasi Autonom Berbasis Nervus Vagus terhadap Fungsi Jantung, Inflamasi, dan Kualitas Hidup Penderita Gagal Jantung Alparisi, Bima Diokta; Muzhaffar, Teuku Adib Bariq; Amalia, Nindy Putri; Haryadi, Haryadi; Rosmaliana, Rosmaliana; Amanda, Samira
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No. 3 - Desember 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23886/ejki.13.1092.1

Abstract

Gagal jantung dapat disebabkan oleh disregulasi saraf autonom yang berkontribusi terhadap remodelling ventrikel. Meta-analisis ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan secara statistikefektivitas regulasi autonom berbasis nervus vagus dalam memengaruhi fungsi jantung, inflamasi, dankualitas hidup sebagai terapi alternatif non-farmakologi pada gagal jantung.  Tinjauan pustaka dilakukansesuai pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) dengan penyesuaian terhadap kriteria inklusi dan eksklusi ydengan kerangka People, Intervention, Comparison,Outcome (PICO). Pencarian literatur dilakukan pada bulan Maret 2024. Penilaian risiko bias melalui risk ofbias tool 2.0 (RoB 2.0) dan analisis statistik melalui RevMan 5.4. Sebanyak 7 artikel Randomize ControlledTrial dengan total 1028 subjek dianalisis. Metode ini signifikan terhadap fungsi jantung yaitu Left VentricularEnd-Systolic Volume  (LVESV, p=0,04), global longitudinal (p=0,0002) dan global sirkumstansial (p = 0,002), inflamasi (IL-8 p<0,00001 dan TNF-alpha p=0,0001), serta kualitas hidup MLHFQ score(Minnesota Living withHeart Failure Questionnaire,p=0,006) dan NYHA (New York Heart Association, p=0,02). Namun, tidaksignifikan terhadap komponen  denyut jantung (p=0,41), tekanan darah sistol (p=0,73) dan diastol (p=0,35),BNP (B-type Natriuretic Peptide, p=0,47), LVEF (Left Ventricular Ejection Fraction, p=0,59), LVEDV (LeftVentricular End-Diastolic Volume, p=0,92), e (p=0,11), rasio E/A (Early diastolic filling velocity/ Atrialcontraction filling velocity, p=0,74), efek samping (p=0,72) dan penurunan mortalitas (p=0,32). Regulasiautonom berbasis nervus vagus berpotensi meningkatkan beberapa aspek fungsi jantung, inflamasi, dankualitas hidup, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi non-farmakologis tambahan pada gagaljantung.