Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konten Religi Tanpa Verifikasi: Tantangan Literasi Hadits di Era Platform Digital dalam Perspektif Ulumul Hadis: Unverified Religious Content: Challenges of Hadith Literacy in the Era of Digital Platforms from the Perspective of Ulumul Hadith Kana Afanin Ridha
DIRASAH: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 2 (2025): DIRASAH: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation has created a new paradigm in the dissemination and learning of hadith, bringing both revolutionary impacts and complex challenges for Muslims. This study comprehensively examines the anatomy of hadith content dissemination in the digital era and its implications for people's religious understanding. Through a qualitative approach with data analysis from various digital platforms (Instagram, YouTube, TikTok, and WhatsApp), the study reveals that: (1) 63% of hadith content on Instagram does not include the status of authenticity; (2) Hadith dissemination occurs through three main layers - religious influencers, online communities, and attractive visual designs; (3) Unverified hadith content has the potential to lead to doctrinal misunderstandings, community divisions, and deviant worship practices. The research findings show that while digital technology has democratized access to hadith knowledge, the speed of information dissemination is not matched by adequate verification mechanisms. The characteristics of social media that encourage virality and high engagement have the potential to exacerbate the spread of false (maudhu') and weak (dha'if) hadith. On the other hand, the study also identified transformative opportunities through hadith verification applications, online courses, and creative educational content. The implications of this study emphasize the importance of multidisciplinary collaboration between scholars, academics, technology developers, and communities to build a healthy digital ecosystem. Policy recommendations include: strengthening digital hadith literacy, developing AI-based verification tools, and drafting religious content guidelines for digital platforms. This research makes a significant contribution to the development of contemporary hadith studies and proselytization practices in the digital era.
Harmonisasi Antara Hukum Kewarganegaraan Indonesia dan Prinsip-Prinsip Hukum Islam: Harmonization Between Indonesian Citizenship Law and Islamic Legal Principles Ahmad Muhammad Mustain Nasoha; Ashfiya Nur Atqiya; Kana Afanin Ridha; Elin Eka Pratiwi; Febriana Nur Azizah
LITERA: Jurnal Ilmiah Mutidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): LITERA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the harmonization between Indonesian citizenship law and Islamic legal principles. Indonesian citizenship law is governed by Law No. 12 of 2006, which outlines various aspects of citizenship administration, while Islamic legal principles encompass teachings from the Qur'an and Hadith regarding individual responsibilities and rights within a state community. This research employs a qualitative approach with methods including document analysis, interviews, and observations to evaluate the alignment and misalignment between the two legal systems. Findings indicate alignment in principles such as trust and equality of rights, yet highlight discrepancies concerning dual citizenship and certain provisions that diverge from Sharia principles. To address these issues, it is recommended to revise policies, foster dialogue between policymakers and scholars, and enhance legal education and outreach. This study aims to contribute to achieving a harmonious balance between Indonesian citizenship law and Islamic legal principles.
Analisis Fikih terhadap Pelaksanaan Kegiatan TPA di Bulan Ramadan: Studi Kasus di Masjid Muzdalifah Gulon Kana Afanin Ridha; Qodim Ma’shum
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art19

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) selama bulan Ramadan sering menjadi perdebatan di masyarakat karena di satu sisi kegiatan tersebut berperan penting dalam meningkatkan pemahaman keagamaan anak, namun di sisi lain terdapat kekhawatiran bahwa aktivitas pembelajaran dapat memberatkan peserta didik yang sedang menjalankan ibadah puasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan TPA di bulan Ramadan serta mengkaji status hukumnya dari perspektif fikih Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di TPA Masjid Muzdalifah Gulon, Karanganyar. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan TPA tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan dengan berbagai bentuk penyesuaian, meliputi pengurangan durasi pembelajaran, penyesuaian materi yang lebih berfokus pada tadarus Al-Qur’an dan fikih puasa, serta penggunaan metode pembelajaran yang lebih santai dan interaktif. Kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman agama, pembiasaan ibadah, serta pembentukan karakter religius peserta didik. Berdasarkan analisis fikih yang merujuk pada Al-Qur’an, hadis, kaidah fikih al-masyaqqah tajlib al-taysīr, dan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah, pelaksanaan kegiatan TPA selama bulan Ramadan memiliki status hukum mubah yang cenderung mandūb (dianjurkan) karena mendukung tujuan syariat dalam menjaga agama (hifẓ al-dīn) dan tidak menimbulkan kesulitan yang berlebihan bagi peserta didik. Dengan demikian, penyelenggaraan TPA selama bulan Ramadan dapat menjadi sarana pendidikan Islam yang efektif dalam membentuk generasi Qur’ani sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan anak sejak usia dini.