Wisata Aeng Hamid Rusdi di Wonokoyo, Kota Malang, merupakan salah satu destinasi yang memiliki nilai sejarah sekaligus potensi wisata alam. Akan tetapi, pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama setelah pandemi COVID-19 yang membuat jumlah pengunjung menurun drastis dan aktivitas wisata sempat terhenti. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan ketersediaan air bersih untuk fasilitas MCK, kurangnya infrastruktur pendukung, serta rendahnya promosi berbasis digital sehingga destinasi ini belum dikenal secara luas. Untuk menjawab tantangan tersebut, dirancang sebuah program revitalisasi yang berfokus pada peningkatan kualitas sanitasi, digitalisasi promosi wisata, dan penguatan tata kelola pengunjung. Metode pelaksanaan diawali dengan analisis kebutuhan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan perancangan sistem filtrasi air, penyusunan media promosi digital, dan pengembangan sistem administrasi berbasis web. Implementasi program mencakup pembangunan instalasi filtrasi air yang ramah lingkungan, pelatihan masyarakat dalam pembuatan konten dan pemasaran digital, serta penerapan sistem informasi untuk pencatatan data pengunjung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kenyamanan wisatawan, perluasan jangkauan promosi secara digital, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam mengelola wisata secara mandiri. Dengan pendekatan berbasis komunitas, revitalisasi Wisata Aeng Hamid Rusdi diharapkan mampu mendukung keberlanjutan pariwisata yang inklusif, ramah lingkungan, serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal.