Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONTRIBUSI WANITA KARIER MUSLIM DALAM PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF TERHADAP KESEHATAN DAN KESETARAAN GENDER DALAM KERANGKA TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Maziyati, Nailil; Luthfiyah, Luthfiyah
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 21(1), 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v21i1.45747

Abstract

Abstract. This research analyzes the role of career women in exclusive breastfeeding from an Islamic perspective and its relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs) program. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach with the PRISMA protocol, this study reviewed 10 selected articles from 309 articles identified from various scientific databases. The analysis results show a harmonization between Islamic teachings on exclusive breastfeeding and SDGs related to maternal and child health. Integration of health technology, development of supportive infrastructure in the workplace, and the maqasid sharia approach are key aspects in facilitating Muslim career women to provide exclusive breastfeeding. This research recommends the development of integrated policies that consider the perspectives of fiqh schools and the socio-economic context of career women to achieve a balance between professional demands and the obligation to provide exclusive breastfeeding within the sustainable development framework. Abstrak. Penelitian ini menganalisis peran wanita karier dalam pemberian ASI eksklusif dari perspektif Islam dan relevansinya dengan program Sustainable Development Goals (SDGs). Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, penelitian ini mengkaji 10 artikel terpilih dari 309 artikel yang diidentifikasi dari berbagai database ilmiah. Hasil analisis menunjukkan adanya harmonisasi antara ajaran Islam tentang ASI eksklusif dan tujuan SDGs terkait kesehatan ibu dan anak. Integrasi teknologi kesehatan, pengembangan infrastruktur pendukung di tempat kerja, dan pendekatan maqasid syariah menjadi aspek kunci dalam memfasilitasi wanita karier Muslim untuk memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan terintegrasi yang mempertimbangkan perspektif madzhab fiqh dan konteks sosio-ekonomi wanita karier untuk mencapai keseimbangan antara tuntutan profesional dan kewajiban memberikan ASI eksklusif dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. 
KONTRIBUSI WANITA KARIER MUSLIM DALAM PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF TERHADAP KESEHATAN DAN KESETARAAN GENDER DALAM KERANGKA TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Maziyati, Nailil; Luthfiyah
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 21(1), 2025
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v21i1.45747

Abstract

Abstract. This research analyzes the role of career women in exclusive breastfeeding from an Islamic perspective and its relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs) program. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach with the PRISMA protocol, this study reviewed 10 selected articles from 309 articles identified from various scientific databases. The analysis results show a harmonization between Islamic teachings on exclusive breastfeeding and SDGs related to maternal and child health. Integration of health technology, development of supportive infrastructure in the workplace, and the maqasid sharia approach are key aspects in facilitating Muslim career women to provide exclusive breastfeeding. This research recommends the development of integrated policies that consider the perspectives of fiqh schools and the socio-economic context of career women to achieve a balance between professional demands and the obligation to provide exclusive breastfeeding within the sustainable development framework. Abstrak. Penelitian ini menganalisis peran wanita karier dalam pemberian ASI eksklusif dari perspektif Islam dan relevansinya dengan program Sustainable Development Goals (SDGs). Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, penelitian ini mengkaji 10 artikel terpilih dari 309 artikel yang diidentifikasi dari berbagai database ilmiah. Hasil analisis menunjukkan adanya harmonisasi antara ajaran Islam tentang ASI eksklusif dan tujuan SDGs terkait kesehatan ibu dan anak. Integrasi teknologi kesehatan, pengembangan infrastruktur pendukung di tempat kerja, dan pendekatan maqasid syariah menjadi aspek kunci dalam memfasilitasi wanita karier Muslim untuk memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan terintegrasi yang mempertimbangkan perspektif madzhab fiqh dan konteks sosio-ekonomi wanita karier untuk mencapai keseimbangan antara tuntutan profesional dan kewajiban memberikan ASI eksklusif dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.
KONSEP KAFA’AH DALAM PRESPEKTIF IMAM MALIK DAN IMAM SYAFI’I: ANALISIS METODOLOGI USHUL FIKIH Maziyati, Nailil; Luthfiyah, Luthfiyah
JURNAL HAKAM Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v9i2.13284

Abstract

Konsep kafa'ah (kesetaraan dalam pernikahan) merupakan salah satu diskursus penting dalam fiqih munakahat yang mencerminkan perbedaan metodologis antar mazhab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan konsep kafa'ah dalam perspektif Imam Malik dan Imam Syafi'i melalui pendekatan ushul fiqih. Kajian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber primer kitab al-Muwaththa' dan al-Risalah serta sumber sekunder terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk mengungkap akar perbedaan metodologis yang mempengaruhi formulasi hukum kafa'ah pada kedua mazhab. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsep kafa'ah antara Imam Malik dan Imam Syafi'i bersumber dari perbedaan paradigma ushuliyah yang mendasar. Imam Malik dengan pendekatan al-maslahah al-mursalah dan 'amal ahl al-Madinah memandang kafa'ah sebagai instrumen sosial yang dinamis, menekankan agama sebagai parameter utama sambil mereduksi signifikansi nasab untuk mencegah fanatisme kesukuan. Sementara Imam Syafi'i dengan komitmen pada sistematisasi hukum yang ketat, membangun konsep kafa'ah di atas fondasi nash dan qiyas yang rigor, menolak otoritas penuh kepada 'urf atau maslahah tanpa sandaran dalil yang jelas. Implikasi penelitian ini mengungkap bahwa dialektika kedua pemikir besar tersebut bukanlah pertentangan yang steril, melainkan kelengkapan yang memperkaya khazanah hukum Islam. Sintesis dari kedua pendekatan ini menjadi sangat relevan dalam konteks kontemporer untuk merumuskan pemahaman kafa'ah yang substantif dan berkeadilan, sekaligus menjaga orientasi pada terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah