Darmadi, Deden Much.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Strategi Inovatif Guru dalam Mengintegrasikan Media Pembelajaran untuk Kreativitas Siswa: Innovative Strategies of Teachers in Integrating Learning Media to Enhance Student Creativity Muna Aljamaliah, Syifa Nailul; Sastromiharjo, Andoyo; Darmadi, Deden Much.
CARAKA Vol 11 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i2.18797

Abstract

Perkembangan teknologi dalam pendidikan memberikan peluang besar bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik. Namun, banyak guru masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan media pembelajaran berbasis teknologi secara efektif, seperti keterbatasan akses teknologi dan kurangnya pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh guru dalam mengintegrasikan media berbasis teknologi untuk meningkatkan kreativitas siswa, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam implementasinya dan solusi yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kuesioner terbuka yang disebarkan kepada guru bahasa Indonesia tingkat SMP dan SMA di Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung, serta wawancara mendalam dengan beberapa guru terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memanfaatkan media seperti e-book, video, dan aplikasi interaktif (Canva, Wordwall) untuk mendukung pemahaman materi, meningkatkan motivasi belajar, serta mengembangkan kreativitas siswa. Strategi utama yang digunakan adalah penyelarasan media dengan kurikulum, pelatihan teknologi, serta integrasi teknologi sebagai alat pembelajaran. Kendala yang dihadapi oleh guru meliputi terbatasnya akses terhadap perangkat, kesenjangan kompetensi dalam penggunaan teknologi, dan kurangnya evaluasi terhadap media pembelajaran. Solusi yang diusulkan termasuk pengadaan perangkat, pelatihan berkala untuk guru, serta evaluasi dan kolaborasi dengan pihak eksternal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun media berbasis teknologi efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa, diperlukan dukungan berkelanjutan agar dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran.
Pengaruh Prinsip Stoikisme Pengaruh Prinsip Stoikisme terhadap Emotional Maturity Mahasiswa Baru Kampus UPI Cibiru Aljamaliah, Syifa Nailul Muna; Syihabuddin, Syihabuddin; Darmadi, Deden Much.
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2025): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v9i2.5714

Abstract

Mahasiswa baru seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam proses adaptasi dengan lingkungan kampus, seperti tekanan akademis, dinamika pergaulan yang baru, serta tuntutan kemandirian yang tinggi, tekanan terhadap lingkungan yang berbeda dengan sekolah. Kondisi ini menuntut kematangan emosi yang lebih baik untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental. Stoicism, sebuah prinsip yang berfokus pada penerimaan terhadap kenyataan dan pengendalian diri, diyakini sebagai pendekatan yang berguna dalam membantu mahasiswa baru menghadapi tekanan hidup di kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Stoicism dalam mengembangkan kematangan emosi mahasiswa baru di UPI Kampus Cibiru. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian ini dapat memengaruhi emotional maturity mahasiwa baru dalam menghadapi lingkungan kampus. Selain itu juga, terdapat dua faktor yang memengaruhi prinsip stoikisme terhadap kematangan emosional mahasiwa baru yaitu faktor internal yang terdiri dari aspek kepribadian, kematangan emosional, pengalaman hidup, nilai pribadi, dan kesadaran diri. Serta faktor eksternal yang terdiri dari aspek dukungan sosial, lingkungan, dan budaya atau norma sosial. Kedua faktor tersebut dapat berpengaruh pada kematangan emosional seseorang dalam menghadapi berbagai tekanan yang dialaminya.