Mahasiswa baru seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam proses adaptasi dengan lingkungan kampus, seperti tekanan akademis, dinamika pergaulan yang baru, serta tuntutan kemandirian yang tinggi, tekanan terhadap lingkungan yang berbeda dengan sekolah. Kondisi ini menuntut kematangan emosi yang lebih baik untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental. Stoicism, sebuah prinsip yang berfokus pada penerimaan terhadap kenyataan dan pengendalian diri, diyakini sebagai pendekatan yang berguna dalam membantu mahasiswa baru menghadapi tekanan hidup di kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Stoicism dalam mengembangkan kematangan emosi mahasiswa baru di UPI Kampus Cibiru. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian ini dapat memengaruhi emotional maturity mahasiwa baru dalam menghadapi lingkungan kampus. Selain itu juga, terdapat dua faktor yang memengaruhi prinsip stoikisme terhadap kematangan emosional mahasiwa baru yaitu faktor internal yang terdiri dari aspek kepribadian, kematangan emosional, pengalaman hidup, nilai pribadi, dan kesadaran diri. Serta faktor eksternal yang terdiri dari aspek dukungan sosial, lingkungan, dan budaya atau norma sosial. Kedua faktor tersebut dapat berpengaruh pada kematangan emosional seseorang dalam menghadapi berbagai tekanan yang dialaminya.
Copyrights © 2025