Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGENALAN BAHASA ASING PADA ANAK DENGAN GANGGUAN BICARA: INTRODUCTION TO FOREIGN LANGUAGES IN CHILDREN WITH SPEECH DISORDERS Hendriyani, Dwi; La Tabari, Muhammad Fadhlan; Nasir, Andi; Saragih, Novia Nurinta Jayanti; Agustiawan
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.896

Abstract

Perkembangan merupakan penambahan struktur serta fungsi tubuh menjadi lebih kompleks, misalnya: gerak kasar, gerak halus, bicara, serta bahasa dan sosialisasi maupun kemandirian. Perkembangan merupakan merupakan hasil dari interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya. Bahasa merupakan bentuk komunikasi khas manusia yang mengikat kelompok sosial manusia. Bahasa menggunakan sinyal yang disetujui oleh suatu komunitas sosial (kata-kata dan kalimat) dalam sistem yang diatur oleh aturan untuk menyampaikan makna. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memberikan pengetahuan mengenai paparan bahasa asing pada anak dengan gangguan bicara dan bahasa.Sebagian besar penelitian telah menunjukkan bahwa anak dengan gangguan bahasa yang belajar bahasa kedua dapat mengejar ketertinggalan satu bahasa setelah paparan yang cukup untuk bahasa kedua. Anak ini mengikuti jalur perkembangan yang sama dan mencapai tingkat kemahiran bahasa yang sama dengan anak satu-bahasa dengan gangguan bahasa. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan gangguan bahasa yang berusia lebih tua memiliki keunggulan kecepatan belajar dalam pengaturan yang diinstruksikan dan juga sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa anak dengan gangguan bahasa yang lebih tua mendapat manfaat dengan memulai belajar bahasa asing lebih lambat. Keuntungan usia yang lebih tua mungkin karena keterampilan kognitif mereka yang lebih berkembang dan kosakata bahasa ibu yang lebih banyak, sehingga dapat menerima informasi dengan lebih baik. Beberapa penelitian yang kami kumpulkan dapat menyingkirkan kekhawatiran orangtua untuk mengajarkan bahasa asing kepada anak dengan gangguan bicara.
Risk factors for postpartum psychiatric disorders: A systematic review Sitawati, Andini Dyah; Fahma, Hilmia; La Tabari, Muhammad Fadhlan; Ratnaningsih, Tri; Antariksa, Putri Mayang Sari; Agustiawan, Agustiawan
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2123

Abstract

Introduction: Postpartum psychiatric disorders, particularly postpartum depression, are one of the most common psychological complications affecting maternal and neonatal well-being. These conditions are often underdiagnosed and undertreated, particularly in developing countries. Identifying risk factors is crucial for prevention and early detection. Objective: This systematic review aims to identify and analyze risk factors contributing to postpartum psychiatric disorders based on scientific evidence from 2015 to 2025. Methods: A literature search was conducted through PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Web of Science databases using the keywords “postpartum depression,” “psychiatric disorder,” and “risk factors.” Included articles were observational human studies, written in English or Indonesian, reporting risk factors and postpartum psychiatric outcomes. Of the 1,026 articles screened, nine studies met the inclusion criteria. Results: The most consistent risk factors found included a history of previous psychiatric disorders, low social support, perinatal stress, low economic status, obstetric complications, and postpartum immunological dysregulation. Eight of the nine studies showed a significant association (p < 0.05). Conclusion: Postpartum psychiatric disorders are multifactorial, influenced by biological, psychological, and social factors. Preventive efforts should focus on antenatal screening, strengthening social support, and monitoring the mother's mental state after delivery.
Risk factors for postpartum psychiatric disorders: A systematic review Sitawati, Andini Dyah; Fahma, Hilmia; La Tabari, Muhammad Fadhlan; Ratnaningsih, Tri; Antariksa, Putri Mayang Sari; Agustiawan, Agustiawan
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2123

Abstract

Introduction: Postpartum psychiatric disorders, particularly postpartum depression, are one of the most common psychological complications affecting maternal and neonatal well-being. These conditions are often underdiagnosed and undertreated, particularly in developing countries. Identifying risk factors is crucial for prevention and early detection. Objective: This systematic review aims to identify and analyze risk factors contributing to postpartum psychiatric disorders based on scientific evidence from 2015 to 2025. Methods: A literature search was conducted through PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Web of Science databases using the keywords “postpartum depression,” “psychiatric disorder,” and “risk factors.” Included articles were observational human studies, written in English or Indonesian, reporting risk factors and postpartum psychiatric outcomes. Of the 1,026 articles screened, nine studies met the inclusion criteria. Results: The most consistent risk factors found included a history of previous psychiatric disorders, low social support, perinatal stress, low economic status, obstetric complications, and postpartum immunological dysregulation. Eight of the nine studies showed a significant association (p < 0.05). Conclusion: Postpartum psychiatric disorders are multifactorial, influenced by biological, psychological, and social factors. Preventive efforts should focus on antenatal screening, strengthening social support, and monitoring the mother's mental state after delivery.