Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Work Life Integration pada Karyawan Gen Z: Bahasa Indonesia Angela, Claudia; Limtara, Wilson Wiedardi; Young, Tjenita; Nathania Lie, Marina Grace; Zamralita, Zamralita; Reza, Ismoro
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2025): EDISI 13
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i1.5925

Abstract

The advance of technology has changed the way individuals, especially Generation Z, manage the boundaries between work and personal life. The concept of Work-Life Integration (WLI) is now widely adopted by the tech-savvy Generation Z who tend to combine work and personal life together. This study aims to explore the level of WLI in Generation Z employees, as well as the demographic factors that might predict it. The study used quantitative methods by distributing questionnaires via Google Form to 93 Generation Z participants who have worked for at least one year. The measurement tool used is the Indonesian adaptation of the Work-Life Boundary Enactment Scale. The level of Work-Life Integration (WLI) of Generation Z employees tends to be medium, with a stronger tendency towards Work-to-Life Integration. No significant differences were found in the level of WLI when evaluated by gender, marital status, number of years working, and job level. Thus, this study provides a preliminary picture of WLI trends in Generation Z while emphasizing the importance of developing flexible work strategies according to the characteristics of this generation.
Literature Review: Peran Komunikasi Pejabat Publik dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat Young, Tjenita; Nurazid, Syifa Humaira; Tumanggor, Raja Oloan; Haddy, Kiranna; Julia, Wiwin; Sartica, Tasya
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2085

Abstract

Kepercayaan masyarakat merupakan elemen krusial bagi keberlangsungan pemerintahan yang demokratis. Namun nyatanya, berbagai fenomena empiris menunjukkan bahwa pernyataan dan perilaku komunikasi pejabat publik yang tidak etis, tidak sensitif, atau tidak berbasis data kerap memicu kontroversi dan berkontribusi pada penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Meskipun kajian mengenai kepercayaan publik telah banyak dilakukan, studi literatur yang secara spesifik memetakan peran komunikasi pejabat publik sebagai faktor utama kepercayaan masyarakat di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis bagaimana komunikasi pejabat publik memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah melalui metode literature review. Sebanyak 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2015–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi tertentu dari basis data Google Scholar, SINTA, dan Scopus, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi pejabat publik yang transparan, dialogis, partisipatif, responsif, dan beretika secara konsisten berhubungan positif dengan peningkatan kepercayaan masyarakat. Namun, efektivitas pendekatan komunikasi ini juga dipengaruhi oleh konteks krisis, karakteristik audiens, medium komunikasi, dan struktur birokrasi. Pendekatan penelitian yang dominan adalah kualitatif dan survei kuantitatif, dengan keterbatasan pada sifat kontekstual dan minimnya pengujian model teoretis terpadu. Secara ilmiah, studi ini menegaskan bahwa hubungan komunikasi pejabat publik dan kepercayaan masyarakat bersifat kontekstual dan tidak linier, serta memberikan dasar teoretis bagi pengembangan model komunikasi pemerintahan berbasis kepercayaan di Indonesia. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi pejabat publik dan humas pemerintah untuk mengembangkan komunikasi berbasis data, empati, dan partisipasi masyarakat guna memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik secara berkelanjutan.