Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effects of Various Concentrations of Lactobacillus plantarum and Storage of Chicken Sausage Fermentation on Total Microbes and Lactic Acid Bacteria Herlina Irawati Permadi; Citra Kusuma; Aan Andri Yano; Elda Frediana Rety Kartika; Awin Pinasthika; Satria Budi Kusuma; Nella Mutia Arwin
JURNAL TRITON Vol 16 No 1 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i1.824

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh perlakuan kombinasi bakteri L. Plantarum dan lama penyimpanan terhadap total mikroba dan bakteri asam laktat sosis ayam fermentasi. Materi penelitian yang digunakan adalah kultur L. Plantarum dan daging dari ayam pedaging 2,5 kg bagian dada Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola factorial 3x3 dan dilakukan pengulangan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu konsentrasi L. Plantarum TW 14 (5%,10%,15%) dan lama penyimpanan (0 jam, 12 jam,24 jam) dilakukan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan interaksi dan konsentrasi berpengaruh tidak nyata terhadap total mikroba Perlakuan konsentrasi total bakteri asam laktat berpengaruh nyata (P<0,05) menggunakan konsentrasi L. Plantarum terhadap total bakteri asam laktat. Interaksi dihasilkan dari respon linear pada garis Y= 7,05267-0,366586. penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap total bakteri asam laktat. Total mikroba yang diperoleh rataan berkisar 15,453±0,19 10 log CFU/cm2 sampai 17,457 ±0.17 log CFU/cm2 sedangkan total bakteri asam laktat diperoleh hasil 15,565 log CFU/cm2 sampa 18,709 log CFU/cm2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian L. Plantarum terhadap total mikroba tidak berpengaruh nyata, sedangkan pemberian L. Plantarum terhadap total bakteri asam laktat dengan pemberian konsentrasi 5%,10%,15%) berpengaruh nyata terhadap sosis ayam fermentasi, sedangkan lama penyimpanan (0 jam, 12 jam, 24 jam) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sosis. Lama penyimpanan yang mengandung bakteri asam laktat paling banyak di 24 jam.
Pengaruh Level Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Total Bakteri, pH dan Keempukan Daging Sapi Citra Kusuma; Herlina Irawati Permadi; Anna Dwi Putri
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.46139

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh level ekstrak daun kecombrang (Etlingera elatior) terhadap total bakteri, pH dan keempukan pada daging sapi sebagai bahan pengawet alami. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri dari 6 macam perlakuan yaitu T0 = Daging sapi dengan perendaman aquades, T1 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 1,5%, T2 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 3%, T3 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 4,5%, T4 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 6% dan T5 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 7,5%. Perendaman dilakukan selama 30 menit. Peubah yang diukur adalah total bakteri, pH dan keempukan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa level ekstrak daun kecombrang berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap total bakteri dan pH. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial hubungan level perendaman ektrak daun kecombrang terhadap total bakteri digambarkan secara cubic dengan persamaan garis y = 8,862 – 0,388x + 0,077x2 – 0,009x3 dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 55,7%. Hasil yang diperoleh dari total bakteri yaitu tertinggi pada T0 total bakteri sebesar 8,94±0,70 log cfu/gr dan terendah pada T5 sebesar 6,52±0,31 log cfu/gr. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial hubungan level perendaman ektrak daun kecombrang terhadap pH digambarkan secara linier dengan persamaan garis y = 5,10 + 0,019x dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 53,9%. Hasil pH terendah pada T1 sebesar 5,10 ± 0,03 dan tertinggi pada T5 sebesar 5,20 ± 0,02. Pada keempukan berpengaruh tidak nyata (P> 0,05) dengan rataan kisaran 0,02-0,03 mm/gr/dt. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi level ekstrak daun kecombrang, maka semakin dapat menurunkan total bakteri dan meningkatkan pH daging sapi.