Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Derajat dan Peran Organisasi Profesi Advokat terhadap Advokat yang Berhadapan dengan Hukum dan sebagai Penegak Hukum Prayoga, Erdin
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i1.22

Abstract

Pada dasarnya Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengukur sejauh manakah Lembaga hukum persatuan pengacara Indonesia (Peradi) yang mana berperan dalam melindungi dan menjaga kehormatan serta martabat pengacara yang berhadapan dengan peraturan. Secara nyata dalam prakteknya, profesi pengacara merupakan profesi yang senantiasa mandiri serta memiliki tanggung jawab yang besar dalam pelaksanaan pendirian hukum. Namun, seperti yang telah ditata berikut didalam, dimuat didalam pasal 5 ayat 1 undang- undang pengacara nomor 18 tahun 2003, sehingga wajib melaksanakan tugas dan pekerjaannya teruntuk membela kasus yang menjadi tanggung jawabnya tetap berpeegang pada prinsip ettika dan norma-norma perundang undangan. maka oleh sebab itu secara jelas telah dimuat didalam pasal 15 UU pengacara nomor 15 tahun 2003. Pendekatan yang dilakukan didalam penelitian ini ialah berupa pendekatan hukum normatif. Temuan ini menggambarkan sebuah Asosiasi profesi secara aktif berupaya melindungi profesi hukum khususnya yang berkaitan dengan kekebalan pengacara. Peran organisasi pengacara harus bisa dalam menjaga harkat dan matabat pengacara yang berpapasan pada hukum serta meningkatkan kemampuan anggotanya dalam menangani suatu kasus.
“Men Do Not Talk”: Hegemonic Masculinity and the Practice of Emotional Suppression Prayoga, Erdin; Indriyany, Ika Arinia
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 8 (2026): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19035370

Abstract

 This study aims to analyze the phenomenon of “men do not talk” through the perspective of hegemonic masculinity theory and to explain how masculinity norms influence men’s emotional expression and help-seeking behavior. This research uses a qualitative approach with a literature review method. The research instrument consists of scientific documents including journal articles and academic books related to masculinity and men’s mental health. Data were collected through academic databases such as PubMed, Scopus, Web of Science, PsycINFO, and Google Scholar. Data analysis was conducted using thematic meta-synthesis to identify and interpret the main themes found in the literature. The findings indicate that men’s emotional silence is closely related to masculinity norms emphasizing strength and emotional control. These norms often lead men to suppress emotional expression and avoid seeking professional help. However, recent studies also show the emergence of more inclusive forms of masculinity that encourage emotional openness and help-seeking.