Menjadi siswa tingkat akhir di sekolah menengah atas merupakan tahap yang mengharuskan siswa untuk menentukan bidang studi setelah lulus. Kebingungan terjadi dalam memilih bidang studi, karena banyak sekali persepsi dan informasi yang salah terkait bidang studi, salah satunya adalah ilmu Arsitektur. Kesalahpahaman tentang pendidikan Arsitektur terus terjadi, terutama hubungannya dengan keterampilan menggambar dan kompleksitas teknis, yang membuat siswa enggan untuk memilih Arsitektur sebagai bidang studi. Penelitian ini menyelidiki bagaimana pameran yang dipimpin oleh mahasiswa dapat berfungsi sebagai alat pedagogis untuk membentuk kembali persepsi calon mahasiswa. Diselenggarakan di Universitas Madako selama dua hari, pameran ini memamerkan tugas desain studio dan memfasilitasi diskusi interaktif dengan para siswa sekolah menengah atas sebagai pengunjung. Penelitian ini menggunakan survei sebelum dan sesudah kegiatan, dengan tujuan mengeksplorasi pergeseran dalam pemahaman siswa tentang Arsitektur sebagai disiplin ilmu yang multidisiplin, mengenalkan kegiatan akademis dan non-akademis, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi minimnya minat terhadap Arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pameran tugas desain tidak hanya memperjelas proses pembelajaran di balik pendidikan Arsitektur, tetapi juga mengungkapkan hubungannya dengan pemikiran kreatif, pemecahan masalah, kesadaran lingkungan, dan relevansi karir. Penelitian ini mengusulkan metode efektif untuk menggunakan pedagogi performatif dalam penjangkauan desain, yang berkontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang pedagogi Arsitektur dan keterlibatan siswa.