Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Implementasi Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa Sekolah Dasar Najmi Ulya; Mulya Budi Harsono, Arta; Ahmad Suriansyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan, terutama pada pembelajaran IPAS yang memuat konsep abstrak seperti cahaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan dan mengetahui tingkat penguasaan HOTS siswa Kelas V SDN Mawar 7 setelah diberikan pengajaran dengan menggunakan Media Pembelajaran Interaktif (MPI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Adapun data dalam studi ini diperoleh dari tiga sumber, yaitu wawancara, observasi non-partisipan, dan dokumentasi pembelajaran. Data utama diperoleh dari tata kegiatan siswa dan respons guru dalam pembelajaran dengan menggunakan MPI. Hasil penelitian membuktikan bahwa MPI dalam pembelajaran mengandung animasi, video pembuka, simulasi, dan permainan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa MPI mampu meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, serta mefasilitasi siswa untuk mampu melakukan analisis pada sifat cahaya dan pengelompokan (C4) pada benda, melakukan evaluasi pada semua tahap eksperimen serta mengemukakan alasan yang logis pada percobaan (C5) dan berkreasi percobaan baru dengan menggunakan barang dan alat yang sederhana yang ada di sekitarnya (C6). Penemuan ini membuktikan bahwa ada dukungan efektif dari MPI dalam pembelajaran yang aktif dan kontekstual. Media Pembelajaran Interaktif (MPI) telah berdampak positif terutama dalam meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa. Media Pembelajaran Interaktif (MPI) layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS SD guna  meningkatkan HOTS dalam pembelajaran IPAS di sekolah.
IMPLEMENTASI DISCOVERY LEARNING PADA IPAS DI KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA Eka Widiya Lestari; Mulya Budi Harsono, Arta; Suriansyah, Ahmad
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A gap exists between the ideal use of digital media in Discovery Learning and the limited facilities available at SDN Sungai Lulut 7. Using a qualitative case study, this research focused on a third-grade teacher, supported by student data gathered through interviews, observations, and documentation. The findings show that the discovery process can still take place without LCDs or stable electricity by replacing digital media with printed images, real objects, and direct observation activities. Students remained engaged in asking questions, observing, discussing, and drawing conclusions, although challenges like limited media and a crowded classroom were still present. The teacher’s adaptations such as simplifying learning steps, forming small groups, and maximizing simple materials played a key role in keeping the learning process active. These results highlight that the success of Discovery Learning relies more on teacher creativity than technology, offering opportunities for schools with limited facilities to continue meaningful and student-centered learning.
INTEGRASI KURIKULUM ALAM DAN KURIKUKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Adha, Nurul; Suriansyah, Ahmad; Mulya Budi Harsono, Arta
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integration of the national curriculum with nature-based curricula remains a challenge for nature-based schools, particularly during the transition to the Merdeka Curriculum. This study aims to describe the integration of the Nature Curriculum and the Merdeka Curriculum at SD Alam Aisyiyah Banua Anyar Banjarmasin and to analyze its impact on students’ learning and character development. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation, with a single nature-based elementary school as the unit of analysis. The findings indicate that curriculum integration is carried out by aligning the learning outcomes of the Merdeka Curriculum with the four pillars of the Nature Curriculum morality, logic, leadership, and entrepreneurship. Learning takes place contextually in both classroom and outdoor settings. This integration enhances students’ enthusiasm, independence, responsibility, and awareness of moral and environmental values. The study concludes that the integration of the two curricula fosters active, meaningful, and character-oriented learning, and it offers relevant insights for developing adaptive curriculum models in nature-based schools.
Implementasi Program Patroli Sampah terhadap Karakter Peduli Lingkungan Siswa Sekolah Dasar Putri, Dinda Vidyana Dwi; Suriansyah, Ahmad; Mulya Budi Harsono, Arta
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1335

Abstract

Pendidikan patroli sampah merupakan salah satu upaya sekolah untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan pada siswa sejak dini. Dengan kegiatan ini penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program patroli sampah di SDN SN Karang Mekar 1 dan mengidentifikasi dampak, dukungan, hambatan, serta implementasi pengembenaganya terhadap pembendukan sikap sadar lingkungan siswa. Dengan ini peneliti menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kepada kepala sekolah, guru, dan siswa di SDN SN Karang Mekar, serta observasi langsung dalam pelaksanaan program patroli sampah sehingga dapat menganalisis dokumen sekolah yang sesuai dengan kenyataan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menemukan pola perilaku siswa dalam kepedulianya terhadap lingkungan yang muncul dari hasil pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program patroli sampah dilaksanakan secara rutin melalui pembagian jadwal kelompok siswa sesuai kelasnya, pengawasan oleh beberapa guru,dan di peroleh dari hasil patroli sampah di setiap akhir kegiatan. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan tanggung jawab, kedisplinan, kesadaran menjaga kebersihn, dan kemampuan siswa bekerja sama dalam menjaga lingkungan sekolah. Dukungan dari sekolah, kepala sekolah, guru, dan siswa membuat kegiatan ini lebih terorganisasi dalam pelaksanaannya, sementara kendala utamanya adalah pelaksanaan yang kurang konsisten ketika cuaca kurang mendukung dan antusiasme siswa harus terus didorong oleh guru.
Implementasi Program BACAKADA terhadap Peningkatan Literasi Sekolah Dasar Hidayah, Nor Elma; Suriansyah, Ahmad; Mulya Budi Harsono, Arta
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1341

Abstract

Literasi menjadi landasan awal bagi seseorang untuk mengenal dan memahami pengetahuan secara lebih tepat dan mendalam. Salah satu upaya sekolah untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini di sekolah dasar adalah dengan melalui program BACAKADA (15 menit membaca dan bercerita). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program BACAKADA di SDN Murung Raya 3 serta mengidentifikasi dampak, dukungan, hambatan, dan implikasi pengembangannya. Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi pelaksanaan kegiatan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis tematik untuk menemukan pola-pola makna yang muncul dari data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BACAKADA dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa melalui tiga tahapan kegiatan yaitu pemilihan buku, membaca bersama, dan mengulas bacaan. Program ini memberi dampak positif terhadap peningkatan antusiasme siswa, rasa percaya diri, kemampuan memahami isi bacaan, serta kemandirian dalam memilih bahan bacaan. Selain itu, terdapat pengaruh kemampuan literasi terhadap mata pelajaran lain. Pelaksanaan program mendapat dukungan dari kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa, namun terkendala oleh kondisi cuaca karena kegiatan dilakukan di ruang terbuka. Temuan ini menegaskan bahwa pembiasaan membaca yang terstruktur dan melibatkan banyak pihak dapat memperkuat budaya literasi di sekolah dasar.
Implementasi Program Sabtu Daerah di Sekolah Dasar Lingkungan Lahan Basah Hadijah, Hadijah; Mulya Budi Harsono, Arta; Suriansyah, Ahmad
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1343

Abstract

Implementasi sekolah dasar mengajarkan bahasa dan budaya Banjar berarti melakukan pelestarian bahasa dan budaya Banjar. Hal ini akibat dari khususnya murid-murid sekolah dasar jarang sekali mendapatkan pendidikan mengenai tradisi-tradisi lokal. Karena itu, SDN Murung Raya 3 mengadakan program Sabtu Daerah untuk membantu murid-murid sekolah dasar mengenali, mengajari, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya, bahasa, dan kesenian Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan program Sabtu Daerah dan merasakan langsung dampaknya dalam kehidupan sosial murid yang bersangkutan. Penelitian yang bersangkutan bersifat kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Dengan mengadakan observasi dan wawancara, diperoleh hasil bahwa Program Sabtu Daerah membantu siswa lebih terbiasa menggunakan kosakata Banjar, memahami budaya lokal, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah. Ada kondisi yang tidak ideal, dan tetap bisa melaksanakan program ini dengan baik, hanya ada cuaca yang kurang mendukung dan media yang terbatas. Program ini sudah seharusnya mendapat pengakuan sebagai program yang bermanfaat untuk membantu penguatan karakter dan budaya siswa. Program ini sudah seharusnya data kami diakui sebagai program yang dapat membantu penguatan karakter dan budaya siswa serta dijadikan sebagai program yang dapat mengimplementasikan kearifan lokal di pendidikan dasar.
Implementasi Teknogo! sebagai Penguat Literasi Digital di Sekolah Dasar Pangayom, Cikal; Mulya Budi Harsono, Arta; Suriansyah, Ahmad
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1344

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program Teknogo! sebagai penguat literasi digital di sekolah dasar pada kondisi keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan dokumentasi terhadap guru kelas di salah satu sekolah dasar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Teknogo! dilakukan melalui kegiatan pengenalan teknologi berbasis video edukatif dan aplikasi Wordwall yang dikolaborasikan dengan metode diskusi serta permainan edukatif. Strategi guru menitikberatkan pada kreativitas pemanfaatan perangkat terbatas dan pembelajaran kolaboratif antara guru, siswa, serta dukungan rekan sejawat. Dampak program ini terlihat dari peningkatan pemahaman siswa terhadap penggunaan teknologi, kemampuan mengelola informasi yang relevan, serta kesadaran etika digital dalam berinteraksi di ruang virtual. Faktor pendukung keberhasilan program adalah dukungan fasilitas sekolah dan kesiapan guru, sementara hambatan utama berasal dari keterbatasan perangkat, koneksi internet yang tidak stabil, dan keterbatasan waktu penggunaan teknologi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Teknogo! di sekolah lain berpotensi memperkuat literasi digital siswa secara signifikan jika disertai pelatihan guru dan penguatan infrastruktur dasar.
Implementasi Additional Class dalam Peningkatan Kemampuan Membaca dan Menulis Permulaan Siswa Sekolah Dasar Pranata, Dheo Ady; Mulya Budi Harsono, Arta; Suriansyah, Ahmad
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan additional class (kelas tambahan) dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SDN Kelayan Selatan 2, melibatkan guru dan siswa kelas III sebagai partisipan utama. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan additional class yang dilakukan empat kali seminggu dengan metode membaca nyaring, latihan mengeja, dan menulis sederhana mampu meningkatkan kemampuan literasi awal siswa. Siswa menjadi lebih lancar membaca, mampu membedakan huruf yang mirip seperti “b” dan “d”, serta menulis dengan lebih rapi dan benar. Penggunaan media buku bergambar juga terbukti efektif dalam menumbuhkan minat baca siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar program additional class dijadikan kegiatan rutin di sekolah dasar dengan dukungan pelatihan guru dan penyediaan media pembelajaran yang menarik untuk memperkuat kemampuan literasi dasar siswa.
Implementasi Program Kamis Digital Terhadap Kesadaran Digital Siswa Sekolah Dasar Sakinah, Putri Nur; Suriansyah, Ahmad; Mulya Budi Harsono, Arta
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyeimbangkan tuntutan dunia teknologi abad ke-21, literasi digital di tingkat sekolah dasar sangatlah penting. Selain memperkenalkan perangkat digital, sekolah dasar diimbau untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan aman. Program Kamis digital diciptakan oleh SDN SN Sungai Miai 5 Banjarmasin sebagai inovasi pembelajaran digital yang rutin digunakan. Implementasi program dan dampaknya terhadap siswa menjadi subjek utama penelitian. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan desain studi kasus untuk mengkaji fenomena secara menyeluruh. Wawancara terstruktur, observasi partisipan, dan analisis dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program Kamis digital dapat menjadi model yang efektif untuk mengintegrasikan literasi digital dan pengembangan karakter di sekolah dasar. Kemahiran siswa dalam menggunakan Chromebook meningkat, dan mereka dapat menggunakan berbagai aplikasi digital untuk mendukung proses pembelajaran. Selain meningkatkan keterampilan mahasiswa, program ini juga menunjukkan perkembangan aspek etika digital.
PERAN GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF KEPALA SEKOLAH DALAM MENDORONG KONSISTENSI PROGRAM KOMUNITAS BELAJAR (KOMBEL) Tiara Nurhapsari; Mulya Budi Harsono, Arta; Suriansyah, Ahmad
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas sekolah dasar dalam meningkatkan kualitas sekolahnya dipengaruhi oleh bagaimana kepala sekolah merealisasikan gaya kepemimpinannya. Meskipun demikian, ternyata masih terdapat beberapa sekolah yang mengalami hambatan dalam menjaga keberlangsungan kegiatan kolaboratif seperti komunitas belajar guru (kombel), misalnya berupa keterbatasan waktu dari guru, dan dukungan kepemimpinan kepala sekolah yang minim dan kurang responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan partisipatif kepala sekolah dan melihat bagaimana pengaruhnya terhadap keberlangsungan komunitas guru belajar (kombel) di SDN SN Sungai Miai 5 Banjarmasin. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi telaah, kemudian dianalisis lagi melalui teknik analisis tematik oleh Braun & Clarke (2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalankan praktik kepemimpinannya kepala sekolah melibatkan guru dalam berbagai kegiatan disekolah, menggunakan komunikasi yang bersifat dua arah, pengambilan keputusan juga menggunakan musyawarah dan mufakat. Terlihat dampak positif dari realisasi gaya kepemimpinan ini yaitu pada perubahan peningkatan partisipasi guru dalam berbagai kegiatan, misalnya frekuensi pelaksanaan kombel meningkat sehingga terbentuk budaya kerja yang kolaboratif. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif kepala sekolah efektif dalam mendorong konsistensi pelaksanaan kombel dan budaya kolaboratif serta profesionalisme guru meningkat.