Fadhilah, Septy Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI LITERATUR EFEKTIVITAS PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI FARMASI DENGAN MEMANFAATKAN BERBAGAI KOAGULAN ALAMI UNTUK MENURUNKAN KADAR BOD, COD, DAN TSS Fikroh, Retno Aliyatul; Fadhilah, Septy Nur; Novita, Dias; Arta , Herdina Suci; Putri , Lulu Nabila; Safitri , Novia Eka
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.5752

Abstract

Industri farmasi menjadi salah satu penyumbang kontaminan pada air. Limbah yang dihasilkan dari industri farmasi berasal dari obat-obatan yang kadaluwarsa, atau obat-obatan yang mengalami kesalahan pada saat proses produksi dan dibuang tanpa diolah terlebih dahulu. Secara umum banyak teknologi pengolahan yang sudah tersedia untuk mengatasi masalah limbah farmasi, namun teknologi tersebut cenderung memiliki biaya operasional yang cukup besar dan pengontrolan yang sulit. Tujuan dari studi literatur ini yaitu untuk melihat efektivitas penggunaan berbagai koagulan alami yang dapat digunakan dalam pengolahan limbah cair industri farmasi dengan menggunakan berbagai metode pengolahan limbah. Metode yang digunakan yaitu berupa pendekatan studi literatur terkait seberapa efektif penggunaan koagulan alami dalam pengolahan limbah cair industri farmasi. Metode ini meliputi pencarian literatur dalam bentuk data primer, baik jurnal nasional maupun internasional. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan diperoleh bahwasannya pemanfaatan koagulan alami untuk mengatasi limbah industri farmasi belum banyak dilakukan, hal tersebut terbukti dengan sedikit dan terbatasnya literatur penelitian yang didapatkan. Koagulan Biji Kelor (Moringa oleifera Lam), Cangkang Telur Ayam Ras (Gallus Gallus domesticus), Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L), dan Cangkang Keong Sawah (Pila ampullacea) adalah beberpa koagulan alami yang mampu yang mampu menurunkan kadar BOD, COD dan TSS dengan lebih dari 50% pada limbah cair industri farmasi.
The HOTS-Characteristic Diagnostic Tests Using the System Thinking Approach to Detect Acid-base Misconceptions in High School Chemistry Fadhilah, Septy Nur; Wisudawati, Asih Widi
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 11, No 1 (2026): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkpk.v11i1.111442

Abstract

Systems thinking is an approach to understanding the complex relationships between components in a system by combining analytical and systematic thinking. Misconceptions in the thinking process can hinder understanding of chemical concepts, so a diagnostic instrument that can comprehensively identify errors in thinking is needed. Many diagnostic instruments have been developed, but none have used a systems thinking approach. This study aims to develop a diagnostic test instrument based on the systems thinking approach with Higher Order Thinking Skill (HOTS) characteristics. The development follows Wilson's four-block model with a sequential exploratory mixed method, covering qualitative and quantitative stages. The instrument consists of 20 graded items covering four aspects of systems thinking: particle identification, component interaction, cause-and-effect relationships through calculation, and particle interaction inference. Validation shows a high Aiken V index from experts (0.91) and teachers (0.95), indicating content, construct, and language suitability. Student responses yielded an average NRS score of 75.8% (good category), with a note of time constraints. Rasch analysis showed good reliability (0.83) and lower person reliability (0.57) due to homogeneous responses on several basic items. Theoretically, this study confirms the importance of integrating HOTS and system thinking in the development of chemistry diagnostic instruments. The resulting instrument can be used by teachers as a formative assessment to detect students' misconceptions in depth and design more targeted learning interventions.