Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Teknik Jump Shoot Permainan Bola Basket Siswa Putra Ekstrakurikuler SMA Swasta Santa Lusia Andi Nur Abady; Fajar Sidik Siregar; Jeffy Natanael Lingga; Jernita Jernita; Farhan Nauli; Fikri Rayhan; Fitri Sari Pandiangan; Fine Siska Wati Waruwu; Farraz Arrazy; Ferdi Nurkholis Perdana; Filsuf Theo Saro Telaumbanua; Fikram Daya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 8 (2023): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i8.408

Abstract

Latihan jump shoot crossover-drive dan latihan jump shoot step-back merupakan dua latihan yang dapat meningkatkan hasil jump shoot pada permainan bola basket. Seorang pemain bola basket harus mempunyai jump shoot yang baik dan benar agar dapat memperoleh hasil yang maksimal. untuk mengetahui manakah latihan latihan bola basket yang mempunyai pengaruh lebih besar, latihan crossover-drive jump shoot atau latihan step-back jump shoot terhadap hasil jump shoot pada ekstrakurikuler permainan bola basket putra SMA Swasta Santa Lusia. Kesimpulan : (1) Terdapat pengaruh yang signifikan latihan jump shoot crossover-drive terhadap hasil jump shoot pada ekstrakurikuler permainan bola basket putra SMA Swasta Santa Lusia Tahun 2022. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan latihan step back jump latihan menembak hasil jump shoot pada ekstrakurikuler permainan basket putra SMA Swasta Santa Lusia. (3) Latihan jump shoot crossover-drive tidak mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan step back jump shoot terhadap hasil jump shoot pada ekstrakurikuler permainan bola basket putra SMA Swasta Santa Lusia.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Adaptif Berbasis Ethnosport Dalam Pendidikan Jasmani Syahruddin; Firdaus; Andi Nur Abady; Ahmad Al Munawar; Nadhira Yasmine Ahmad
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i2.6165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran berbasis ethnosport dalam pendidikan jasmani. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan guru dan peserta didik sebagai responden penelitian. Instrumen penelitian berupa angket kebutuhan pembelajaran yang memuat aspek penggunaan media, integrasi budaya lokal, motivasi belajar, karakteristik peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran adaptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru dan peserta didik membutuhkan media pembelajaran yang inovatif, interaktif, kontekstual, serta mampu mengintegrasikan unsur budaya lokal dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Selain itu, pembelajaran berbasis ethnosport dinilai mampu meningkatkan partisipasi, motivasi belajar, pemahaman budaya, serta pengalaman belajar yang lebih bermakna. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa media pembelajaran yang digunakan selama ini masih terbatas pada metode konvensional dan belum sepenuhnya mendukung pembelajaran diferensiasi maupun kebutuhan peserta didik yang beragam. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis ethnosport menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung transformasi pembelajaran pendidikan jasmani yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan konteks budaya Indonesia
Physical Literacy in Elementary School Physical Education: A Systematic Review of Teaching Models and Student Development Herli Pardilla; Syamsuyurnita Syamsuyurnita; Andi Nur Abady; Muhammad Isnandar; Willette Nance; Velorine Gordichev
IGI in Education Insight Vol. 1 No. 03 (2026): July Issue |IGI in Education Insight (IGI Educ. Ins.)
Publisher : CV. INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/edu.v1i03.23

Abstract

Purpose of the study: Physical literacy (PL) has been positioned internationally as a foundational goal of quality physical education (PE), yet its translation into concrete pedagogical models for elementary school settings remains fragmented across national curricula and research traditions. This systematic review aimed to synthesise evidence on (a) the dominant teaching models used to cultivate PL in elementary school PE, (b) their documented effects on students' physical, cognitive, affective, and social development, (c) how PL is conceptualised and assessed, and (d) the barriers, enablers, and methodological gaps that shape the field. Materials and methods: Following the PRISMA 2020 framework, a systematic search was conducted in Scopus, Web of Science, and PubMed for peer-reviewed studies published between January 2015 and July 2026. Boolean strings combined terms for physical literacy, teaching/pedagogical models, and elementary/primary school physical education. After de-duplication and two-stage screening (title/abstract and full text) against pre-specified eligibility criteria, 46 studies were retained for narrative and thematic synthesis; methodological quality was appraised using design-appropriate checklists (Mixed Methods Appraisal Tool for empirical studies and AMSTAR-2 for reviews). Results: Included studies originated predominantly from Canada, Indonesia, Spain, the United States, Slovakia, South Korea, and Australia, using quasi-experimental, mixed-methods, qualitative, and instrument-development designs. Five clusters of teaching models emerged: (1) physical-literacy-enriched pedagogy grounded in Whitehead's holistic framework, (2) game-centred approaches (Teaching Games for Understanding and Sport Education, alone or combined), (3) movement-integrated/cross-curricular instruction, (4) game- and play-based models rooted in local or traditional games, and (5) collaborative/team-teaching configurations involving generalist and specialist teachers. Across models, physical competence and motor skill outcomes were the most consistently improved, whereas cognitive and social-affective domains were addressed less systematically and yielded more heterogeneous effects. PL assessment remained fragmented, dominated by physical-domain instruments, with limited validated tools for the cognitive and affective domains in children under 12 years. Key barriers included limited teacher training, ambiguous curricular operationalisation, assessment burden, and short intervention durations; enablers included professional development, co-teaching, autonomy-supportive and play-based pedagogy, and administrative support. Conclusions: The evidence base supports physical-literacy-oriented pedagogy as a promising, holistic reform in elementary PE, but the field is constrained by conceptual heterogeneity, short-term quasi-experimental designs, and uneven attention to non-physical developmental domains. Sustained, theory-driven, and cross-culturally validated research is needed to consolidate PL as an evidence-based pedagogical standard in global primary education.
Pengaruh Latihan Drill Shooting Dan Latihan Target Terhadap Akurasi Shooting Menggunakan Punggung Kaki Pada Atlet Ukm Futsal STOK Bina Guna Syukur Anugerah Gulo Gulo; Boby Helmi; Andi Nur Abady; Rinaldi Aditya
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i2.6456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan drill shooting dan latihan target terhadap akurasi shooting menggunakan punggung kaki serta membandingkan efektivitas kedua metode latihan pada atlet UKM Futsal STOK Bina Guna. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain Two Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 32 atlet aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat keaktifan latihan, kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok latihan drill shooting dan kelompok latihan target. Program latihan dilaksanakan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Data dikumpulkan menggunakan tes akurasi shooting menggunakan punggung kaki sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan akurasi shooting menggunakan punggung kaki. Selain itu, terdapat perbedaan efektivitas antara kedua metode latihan, di mana latihan target memberikan peningkatan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan latihan drill shooting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua metode latihan efektif digunakan untuk meningkatkan akurasi shooting, namun latihan target lebih direkomendasikan sebagai metode latihan untuk meningkatkan kemampuan finishing atlet futsal karena memberikan adaptasi yang lebih spesifik terhadap tuntutan keterampilan shooting.