Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGETAHUAN IBU TERHADAP KLASIFIKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA Pramesthi, Nindi
Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/jstk.v3i1.222

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat dalam rumah tangga dapat menciptakan keluarga sehat yang selanjutnya akan membentuk masyarakat dan bangsa sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan klasifikasi PHBS. Penelitian ini menggunakan desain Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sejumlah 80 ibu yang memiliki Balita di Kelurahan Sangkrah, Suarakarta. Alat ukur yang digunakan kuisioner dan checklist dengan uji statistik Spearman’s Rank. Pada kelompok responden dengan pengetahuan baik diperoleh rumah tangga klasifikasi I=0%, klasifikasi II=2,5%, klasifikasi III=15%, klasifikasi IV=37,5%. Kelompok responden pengetahuan sedang diperoleh klasifikasi I=0%, klasifikasi II=17,5%, klasifikasi III=15%, dan klasifikasi IV=2,5%. Sedangkan kelompok responden pengetahuan kurang diperoleh klasifikasi I=0%, klasifikasi II=0%, klasifikasi III=10%, klasifikasi IV=0%. Hasil uji statistik penelitian menunjukkan =0,747(0,000). Terdapat hubungan positif antara pengetahuan ibu dengan klasifikasi PHBS tatanan rumah tangga dengan kekuatan hubungan kategori kuat
Pendataan Kesehatan Keluarga Melalui Program Sampang Segera Beraksi (Kesehatan Keluarga dan Masyarakat Berbasis Aplikasi) Asyura, Renidya; Rosanti, Nadia Dian; Pramesthi, Nindi; Putri, Vardila; Pujiyani, Honesty; R, Kristian Triatmaja; Faisal, A Labib Fardany
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31543

Abstract

Pembangunan kesehatan masyarakat memerlukan pendekatan yang komprehensif, berbasis data, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kabupaten Sampang, melalui program inovatif Jari Kaki Lima V.23 dan inisiatif Sampang SEGERA BERAKSI, berupaya meningkatkan status kesehatan keluarga dengan mendata indikator keluarga sehat secara digital dan terintegrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk menganalisis kondisi kesehatan keluarga di 11 wilayah Puskesmas berdasarkan 12 indikator keluarga sehat. Data dikumpulkan melalui survei lapangan menggunakan kuesioner terstandarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga masih berada pada kategori Pra Sehat, dengan ketimpangan antarwilayah dalam pencapaian indikator kesehatan seperti program KB, persalinan di fasilitas kesehatan, imunisasi bayi, serta akses terhadap sanitasi dan air bersih. Beberapa wilayah seperti Tanjung dan Torjun membutuhkan intervensi lebih intensif, sementara wilayah seperti Banyuanyar dan Sreseh menunjukkan kemajuan yang signifikan. Implementasi program berbasis teknologi ini mempercepat proses pendataan dan pengambilan keputusan berbasis bukti oleh pemerintah daerah. Kesimpulannya, aplikasi Jari Kaki Lima V.23 memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi sistem kesehatan berbasis komunitas di Kabupaten Sampang. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan kebijakan berbasis regulasi nasional agar sistem ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Program ini juga dapat menjadi model replikasi bagi wilayah lain dalam meningkatkan derajat kesehatan keluarga secara menyeluruh.
LOW BIRTH WEIGHT AS A KEY DETERMINANT OF CHILDHOOD STUNTING: A MATERNAL–NEONATALRISK FACTORS ANALYSIS INA STUNTING LOCUS AREA Pramesthi, Nindi; Asyura Muttabi' Deya Fa'ni, Renidya; Afindaningrum, Rochmanita Sandya; Pujiyani, Honesty; Rosanti, Nadia Dian
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 17 No. 1, Januari 2026
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v17i1.1930

Abstract

Background: Many studies have examined the effects of inadequate nutritional intake, showing an increased risk of infectious diseases, death, and obstacles to children's growth and development. According to the results of SSGI 2024, the prevalence of stunting among children under five was 19.8%; this figure remains far from the medium-term national target. This research aims to determine the determinants of stunting in a stunting-affected area.Methods: A quantitative analytical study with a case-control approach was used in this study. The research was conducted in Buker Village, one of the stunting loci in Sampang Regency. The research subjects consisted of 35 stunted toddlers in the case group and 40 toddlers with normal nutritional status in the control group. Data analysis in this study included univariate analysis using frequency distributions, bivariate analysis using the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression.Results: The results showed that the most dominant factor associated with stunting was a history of low birth weight (LBW) OR 24,1 (95% CI: 2,573 – 226,647), which means that toddlers who were born with LBW had a 24,1 times higher chance of stunting.Conclusion: This study identifies low birth weight as a key determinant of stunting, as affected infants face developmental vulnerabilities. Strengthening maternal nutrition, infection prevention, and postnatal growth monitoring is essential to mitigate long-term growth deficits. These findings emphasize the importance of integrating maternal nutrition programs with neonatal monitoring, particularly in high-burden settings, to effectively improve child growth outcomes.