Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media Sosial Instagram Sebagai Ekspresi dan Relevansinya Terhadap Gaya Pakaian Gen Z Herlina, Tria Serly; Wijaya, Risky Ivan; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i3.118

Abstract

Media sosial Instagram telah menjadi ruang ekspresi bagi Generasi Z dalam membangun identitas dan preferensi gaya berpakaian. Dengan karakteristiknya yang berbasis visual, Instagram memungkinkan pengguna untuk menampilkan citra diri, mengikuti tren fashion, serta berinteraksi dengan komunitas yang memiliki ketertarikan serupa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gaya berpakaian Gen Z, dengan fokus pada karakteristik, tren, serta faktor-faktor yang memengaruhi preferensi mode mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis bagaimana Instagram memengaruhi ekspresi fashion Gen Z serta relevansinya dalam pembentukan identitas digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z cenderung mengadopsi gaya berpakaian yang dinamis dan eksperimental, dipengaruhi oleh tren yang berkembang di media sosial. Selain itu, influencer memiliki peran besar dalam membentuk preferensi fashion melalui konten yang dikurasi secara strategis, yang sering kali menciptakan tren baru dan mempengaruhi pola konsumsi fashion. Meskipun Instagram memberikan ruang bagi kebebasan berekspresi, terdapat tantangan terkait tekanan sosial dan standar estetika yang dapat berdampak pada persepsi diri. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti peran Instagram sebagai platform yang tidak hanya membentuk preferensi fashion tetapi juga memengaruhi dinamika identitas digital Gen Z. Fashion juga digunakan sebagai alat untuk menyuarakan isu sosial dan politik. Melalui pemilihan pakaian dengan slogan atau desain yang merepresentasikan gerakan tertentu, Gen Z dapat mengomunikasikan pandangan mereka tanpa harus menggunakan kata-kata. Hal ini menjadikan fashion di Instagram sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang efektif dan memiliki daya jangkau luas. 
PENGUATAN LITERASI DIGITAL BERBASIS NILAI NILAI ISLAM MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN MASYARAKAT BERKELANJUTAN Ramadani, Sania Elsa; Fadil, Achmad; Frendira, Frendira; Idzaa, Kathyfaa; Oktipia, Jeni; Herlina, Tria Serly
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55873

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar dapat berpartisipasi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam ruang digital. Namun, kesenjangan literasi digital masih ditemukan pada berbagai lapisan masyarakat, khususnya di wilayah dengan akses dan pendampingan yang terbatas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pendampingan masyarakat berkelanjutan dalam memperkuat literasi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. Sasaran program meliputi kelompok masyarakat usia produktif dan remaja yang memiliki intensitas penggunaan media digital tinggi namun belum diimbangi dengan pemahaman kritis terhadap keamanan, etika, dan pemanfaatan teknologi secara produktif. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait keamanan data pribadi, kemampuan memilah informasi (anti-hoaks), etika bermedia sosial, serta pemanfaatan platform digital untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan. Keberlanjutan program melalui pendampingan rutin dan pembentukan agen literasi digital lokal terbukti mampu memperkuat dampak intervensi. Dengan demikian, program pendampingan masyarakat berkelanjutan menjadi strategi efektif dalam membangun ekosistem literasi digital yang adaptif dan berdaya saing di era transformasi digital.