Wahyu Restiafandi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE PERFECTION OF THE SOUL AND THE NOBILITY OF THE MORALS OF THE PROPHET MUHAMMAD S.A.W ACCORDING TO THE PERSPECTIVE OF SHAIYKH SHAFIYYURRAHMAN AL-MUBARAKFURI IN THE BOOK AR-RAHIQ AL-MAKHTUM AND ITS RELEVANCE TO MODERN LIFE: KESEMPURNAAN JIWA DAN KEMULIAAN AKHLAK NABI MUHAMAD S.A.W MENURUT PERSPEKTIF SYAIKH SHAFIYYURRAHMAN AL-MUBARAKFURI DALAM BUKU AR-RAHIQ AL-MAKHTUM DAN RELEVANSI DENGAN KEHIDUPAN MODERN Rizki Kurniati; Siska Qurrota A'yun; Wahyu Restiafandi; Sibawaihi; Muh Fatkhan
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 2 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i2.4837

Abstract

This article aims to discuss the perfection of the soul and the nobility of the morals of the Prophet Muhammad S.A.W. according to the perspective of Shaykh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri in his book Ar-Rahiq Al-Makhtum and its relevance to modern life. This research method uses the utilization of library research. The results of this study indicate that: 1) The perfection of the soul and the nobility of the morals of the Prophet Muhammad S.A.W. in the perspective of Shaykh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri through the book Ar-Rahiq Al-Makhtum are eternal examples for mankind. Noble traits such as honesty, patience, generosity, and tolerance possessed by the Prophet Muhammad S.A.W. not only form a noble Islamic civilization but also have relevance in building individual character in the modern era. 2) Moral education based on prophetic values ​​as described in this book provides solutions to the challenges of contemporary morality by instilling the values ​​of spirituality, integrity, and social responsibility. By emulating the characteristics of the Prophet, modern society can achieve social harmony, moral progress, and balance in personal and collective life. The book Ar-Rahiq Al-Makhtum is an important source in building character based on noble morals, not only for Muslims, but also in cross-cultural and global contexts
Digital and Online Counseling dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling Islam: Tantangan Etika dan Transformasi Layanan Khotijah, Lia Nur; Wahyu Restiafandi; Anaresti , Dwi
Al-Shifa Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alshifa.v7i1.12698

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam layanan bimbingan dan konseling, termasuk dalam perspektif Bimbingan dan Konseling Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran digital dan online counseling sebagai bentuk inovasi layanan serta mengidentifikasi tantangan etika yang muncul dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital, seperti platform berbasis website, aplikasi komunikasi, dan media sosial, mampu meningkatkan aksesibilitas layanan konseling, fleksibilitas waktu, serta mendukung proses pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan inklusi sosial konseli. Namun demikian, transformasi ini juga menghadirkan tantangan, terutama terkait kerahasiaan data, keamanan informasi, serta kualitas hubungan terapeutik. Prinsip kerahasiaan menjadi aspek fundamental yang harus dijaga secara profesional, baik dalam layanan tatap muka maupun daring. Dalam perspektif Islam, pemanfaatan teknologi dalam konseling dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas layanan bimbingan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara kompetensi literasi digital, etika profesional, dan nilai-nilai Islam guna mewujudkan layanan konseling digital yang efektif, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan konseli.