Mirdhatillah, Mirdhatillah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kemampuan Kerja, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Badan Riset dan Inovasi Nasional Mirdhatillah, Mirdhatillah; Sebayang, Saimara A. M.; Wahyono, Teguh
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Kemampuan Kerja, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analisis regresi berganda. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 76 responden yang merupakan pegawai tetap dengan masa kerja minimal satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kemampuan individu dalam bekerja, penerapan disiplin yang konsisten, serta dorongan motivasional yang kuat sangat berperan dalam mendorong produktivitas dan efektivitas kerja pegawai. Dengan demikian, penguatan ketiga faktor tersebut dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan kinerja pegawai secara keseluruhan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan manajemen sumber daya manusia yang lebih efektif di lingkungan Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Perilaku Bullying: Studi Kualitatif di MIN 15 Aceh Besar Mirdhatillah, Mirdhatillah; Mardhiah, Ainal; Rijal, Fakhrul; Nurbayani, Nurbayani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.1665

Abstract

Bullying in schools is a social problem that has serious impacts on the mental well-being and physical condition of students who experience it. This study aims to examine the various forms of bullying and the efforts made by Islamic Religious Education teachers to suppress this behavior at MIN 15 Aceh Besar. A qualitative approach was used in this study, collecting data through observation and interviews. The research findings show that bullying most often occurs in verbal forms such as teasing that offends family identity and derogatory remarks and physical acts such as pushing and taking belongings from peers without consent. In response, Islamic Religious Education teachers implement preventative measures through engaging learning activities, reinforcing religious values, and creating a friendly and inclusive school climate. However, the implementation of these strategies still faces several obstacles, including emotional pressure on students from the family environment, weak communication between the school and parents, and excessive parental involvement in student conflicts. Therefore, close synergy between educators, families, and all school elements is crucial in creating a safe learning environment free from bullying.ABSTRAKPerundungan di sekolah merupakan persoalan sosial yang menimbulkan dampak serius terhadap kesejahteraan mental dan kondisi fisik peserta didik yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan mengkaji ragam bentuk bullying serta upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam menekan perilaku tersebut di MIN 15 Aceh Besar. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pengumpulan data melalui kegiatan observasi dan wawancara. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa perundungan paling sering muncul dalam bentuk verbal—seperti olok-olok yang menyinggung identitas keluarga dan ujaran merendahkan—serta tindakan fisik berupa dorongan dan pengambilan barang milik teman tanpa persetujuan. Dalam merespons kondisi tersebut, guru Pendidikan Agama Islam menerapkan langkah-langkah pencegahan melalui aktivitas pembelajaran yang bersifat menarik, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan pembentukan iklim sekolah yang ramah serta inklusif. Namun, pelaksanaan strategi ini masih menghadapi sejumlah hambatan, antara lain tekanan emosional siswa yang berasal dari lingkungan keluarga, lemahnya komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua, serta keterlibatan orang tua yang berlebihan dalam konflik siswa. Oleh sebab itu, sinergi yang erat antara pendidik, keluarga, dan seluruh unsur sekolah menjadi faktor krusial dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan terbebas dari praktik bullying.