Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PERKEMBANGAN JIWA AGAMA PADA MASA REMAJA (AL-MURAHIQAH) Rijal, Fakhrul
PIONIR: Jurnal Pendidikan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Darussalam-Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa. Anak-anak jelas kedudukannya, yaitu yang belum dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tubuh masi kecil, organ-organ belum dapat menjalankan fungsinya secara sempurna, kecerdasan, emosi dan hubungan sosial belum selesai pertumbuhannya. Masa remaja merupakan periode dimana individualisme semakin menampakkan wujudnya, pada masa tersebut memungkinkan mereka untuk menerima tanggung jawab atas perilaku mereka sendiri dan menjadi sadar terlibat pada perkara hal, keinginan, cita-cita yang mereka pillih. Masa muda merupakan tahap yang penting dalam pertumbuhan religious. Para remaja membutuhkan sosok pelindung yang mampu diajak berdialog dan berbagi rasa. Selain itu, mereka pun mengharapkan adanya pegangan hidup sebagai tempat bergantung, dimana bisa dijadikan sebagai wadah berbagi dalam menyelesaikan konflik batin yang dialaminnya dan dalam hal ini dukungan keluarga (orangtua), sekolah dan lingkungan sangat menentukan arah perkembangannya.
KURIKULUM SEKOLAH UNGGUL: SUATU EVALUASI IMPLEMENTATIF Rijal, Fakhrul
PIONIR: Jurnal Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Darussalam-Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kini peserta didik yang telah diajari oleh situasi lingkungan dan keluarga yang demikian hancur, harus berhadapan dengan peraturan sekolah. Tentu saja mendapat resistensi dari sebahagian mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung ditunjukkan dengan sikap melawan atau kebiasaan melanggar aturan. Sementara secara tidak langsung ditandai dengan penurunan minat dan prestasi belajar siswa. Keadaan yang demikian membuat lulusan tidak seperti yang diharapkan, juga tidak seperti harapan undang-undang dan tujuan pendidikan sebagaimana yang disebutkan tadi. Terminologi sekolah unggul yang dimaksud sesungguhnya adalah sekolah efektif. Sekolah unggul adalah terjemahan bebas dari sekolah efektif. Termonilogi unggul dalam makna mengungguli tidak tepat digunakan dalam konteks pendidikan. Sekolah efektif adalah sekolah yang bermutu, memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan. Sekolah unggul di Indonesia belum memenuhi kriteria dan masih di bawah standar, dibuktikan dengan hasil lulusan secara keseluruhan. Sampai saat ini belum ada kurikulum khusus untuk sekolah unggul, sebab dalam standar pendidikan kurikulum yang dipakai adalah kurikulum KTSP. Sesuai dengan prinsipnya, KTSP dapat dikembangkan (dan memang harus dikembangkan) oleh sekolah dengan berpedoman pada aturan yang berlaku. Kriteria sekolah unggul tidak ada ditetapkan secara khusus dalam Undang-undang SISDIKNAS, sebagaimana standar pendidikan ditetapkan disitu. Bahkan penjelasan khusus masalah ini yang merujuk pada PP No 19 tahun 2005 tidak terdapat dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional (sekarang Mendikbud). Kriteria dan penjelasan tentang sekolah unggul dan sekolah efektif di Indonesia sesungguhnya masih sebatas konsep, meskipun sudah ada beberapa pihak yang menerapkannya ketahap praktis. Konsep tersebut diduga dikembangkan oleh para akademisi, secara perlahan mulai diamini oleh pemerintah sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dan tuntutan zaman.
MOTIVASI SANTRIWATI DAYAH SALAFIYAH BIREUEN MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI Rafidhah, Rafidhah Hanum; RIJAL, FAKHRUL
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.398 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.613

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah santriwati dayah salafiyah yang belum menempuh pendidikan di perguruan tinggi, sering diasumsikan sebagai kaum yang menutup diri dan cenderung apatis terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi santri dayah dalam melanjutkan pendidikan ke  perguruan tinggi. Untuk mengetahui bagaimana persepsi santri terhadap perguruan tinggi dan untuk mengetahui dorongan dan tantangan santri dayah salafiyah Bireuen untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Temuan dalam penelitian ini adalah motivasi santri dayah dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebenarnya sangat antusias dikarenakan pendidikan di perguruan tinggi dapat menambah khazanah keilmuan seiring dengan tuntutan kemajuan zaman. Ada beberapa faktor yang dapat mendukung dan menghambat santriwati dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di antara faktor pendukungnya adalah adanya dukungan dan anjuran dari pimpinan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dukungan dari orang tua dan keluarga terutama dalam bidang materil juga merupakan faktor pendukung bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Adapun yang menjadi faktor penghambat bagi santriwati dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah kekurangan ekonomi, usia yang lanjut dan pemikiran santriwati sendiri yang telah mengikat pemikirannya untuk berkembang dan maju.  
NILAI-NILAI TAZKIYAT AN-NAFS DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ANAK (KAJIAN SURAT ASY-SYAMS AYAT 7-10) Rafidhah Hanum; Fakhrul Rijal
FITRAH: International Islamic Education Journal Vol 3 No 2 (2021): Fitrah: International Islamic Education Journal
Publisher : FITRAH was published by the Center for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raniry Islamic State University Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is entitled "The Values ​​of Tazkiyatun An-Nafs and Its Implementation in Children's Education". Human nature is the most perfect creature created by Allah SWT with the status of caliph and bears a very heavy moral responsibility because human nature tends to good and bad. Given this nature, humans are required to live this life with purity of body and soul. Seeing this, researchers are interested in researching the concept and form of tazkiyatun an-nafs in Surah ash-Shams verses 7-10 and how to implement tazkiyatun an-nafs in children's education. The purpose of this study was to look at the concept and form of tazkiyatun an-nafs in surah ash-Shams verses 7-10 and how to implement it in children's education. The approach used is a qualitative approach through library research using primary and secondary data sources. The results obtained are the concept of tazkiyatun an-nafs in the letter asy-Shams verses 7-10, namely the human soul has a tendency to do good and do evil, to avoid evil deeds, humans must cleanse the soul from despicable traits, get rid of all heart diseases. , and adorns the soul with commendable qualities. The implementation of tazkiyatun an-nafs in children's education can be done by instilling awareness of carrying out daily worship required by religious teachings because these worships such as prayer, fasting, reciting the Koran, and other noble deeds are one of the ways to purify the soul that can be implanted. on the child and must be done by the child from an early age.
The Role of Islamic Higher Education Institution in Developing Students' Character Value Wati Oviana; Fakhrul Rijal
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2021): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.501 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v13i1.418

Abstract

The development of character values for students is an obligation for every higher education institution to ensure that students' national education goals and competency achievements can be carried out correctly. This study aims to describe and obtain data about the role of Islamic  Higher Education Institution (PTKIN) Aceh in fostering student character values. The method used in this research is descriptive. Data was collected using qualitative research methods with data collection techniques in interviews, documentation, observation, and FGD. Data analysis was performed using data reduction techniques, data presentation and data verification and conclusion drawing. The results showed that the role of PTKIN Aceh in fostering student character values was carried out through the formulation of a vision and mission, curriculum, programs, rules, facilities, and the implementation of lecture activities that were oriented towards student character. Character planting in lecture activities is still carried out in various ways by each course instructor.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI RUKUN IMAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI 49 KOTA BANDA ACEH Fakhrul Rijal
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v7i1.3321

Abstract

Penggunaan media yang tepat dalam proses belajar mengajar akan menjadikan suasana belajar yang menyenangkan. Dalam proses belajar mengajar, seorang guru diharapkan dapat memberikan pengajaran yang mudah dipahami oleh siswa. Akan tetapi kenyataannya dilapangan, masih terdapat guru yang belum tepat dalam menggunakan media pembelajaran dan kurang memanfaatkan media yang ada di sekolah. Mengingat hal yang demikian, guru harus mampu menggunakan media yang tepat dan efisien dalam pembelajaran, khususnya pada pembelajaran. sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan tidak membuat siswa bosan saat belajar. Salah satu cara yang dapat ditempuh oleh guru adalah dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran. Pertanyaan peneliti dalam skripsi ini adalah Bagaimanakah aktivitas guru dan siswa dengan penggunaan media audio visual materi rukun iman pada siswa kelas I SDN 49 Kota Banda Aceh? Bagaimanakah hasil belajar siswa dengan menggunakan media audio visual materi rukun iman pada siswa kelas I SDN 49 Kota Banda Aceh? penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data tentang kegiatan pembelajaran diperoleh dari pengamatan guru dalam mengelola pembelajaran, pengamatan siswa dalam proses belajar, hasil tes belajar siswa, angket respon siswa, dan wawancara. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan rumus yang sesuai dengan kriteria aktivitas yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan media audio visual pada siklus I pertemuan 1 dengan nilai rata-rata 53,43. Pada pertemuan 2 dengan nilai 57,28. Pada siklus II pertemuan 1 memperoleh nilai rata-rata 62,18 dan pertemuan 2 dengan nilai 76,25. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual sangat cocok di gunakan pada pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SDN 49 Kota Banda Aceh.
KURIKULUM SEKOLAH UNGGUL: SUATU EVALUASI IMPLEMENTATIF Fakhrul Rijal
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3347

Abstract

Kini peserta didik yang telah diajari oleh situasi lingkungan dan keluarga yang demikian hancur, harus berhadapan dengan peraturan sekolah. Tentu saja mendapat resistensi dari sebahagian mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung ditunjukkan dengan sikap melawan atau kebiasaan melanggar aturan. Sementara secara tidak langsung ditandai dengan penurunan minat dan prestasi belajar siswa. Keadaan yang demikian membuat lulusan tidak seperti yang diharapkan, juga tidak seperti harapan undang-undang dan tujuan pendidikan sebagaimana yang disebutkan tadi. Terminologi sekolah unggul yang dimaksud sesungguhnya adalah sekolah efektif. Sekolah unggul adalah terjemahan bebas dari sekolah efektif. Termonilogi unggul dalam makna mengungguli tidak tepat digunakan dalam konteks pendidikan. Sekolah efektif adalah sekolah yang bermutu, memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan. Sekolah unggul di Indonesia belum memenuhi kriteria dan masih di bawah standar, dibuktikan dengan hasil lulusan secara keseluruhan. Sampai saat ini belum ada kurikulum khusus untuk sekolah unggul, sebab dalam standar pendidikan kurikulum yang dipakai adalah kurikulum KTSP. Sesuai dengan prinsipnya, KTSP dapat dikembangkan (dan memang harus dikembangkan) oleh sekolah dengan berpedoman pada aturan yang berlaku. Kriteria sekolah unggul tidak ada ditetapkan secara khusus dalam Undang-undang SISDIKNAS, sebagaimana standar pendidikan ditetapkan disitu. Bahkan penjelasan khusus masalah ini yang merujuk pada PP No 19 tahun 2005 tidak terdapat dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional (sekarang Mendikbud). Kriteria dan penjelasan tentang sekolah unggul dan sekolah efektif di Indonesia sesungguhnya masih sebatas konsep, meskipun sudah ada beberapa pihak yang menerapkannya ketahap praktis. Konsep tersebut diduga dikembangkan oleh para akademisi, secara perlahan mulai diamini oleh pemerintah sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dan tuntutan zaman.
PERKEMBANGAN JIWA AGAMA PADA MASA REMAJA (AL-MURAHIQAH) Fakhrul Rijal
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v5i2.3354

Abstract

Remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa. Anak-anak jelas kedudukannya, yaitu yang belum dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tubuh masi kecil, organ-organ belum dapat menjalankan fungsinya secara sempurna, kecerdasan, emosi dan hubungan sosial belum selesai pertumbuhannya. Masa remaja merupakan periode dimana individualisme semakin menampakkan wujudnya, pada masa tersebut memungkinkan mereka untuk menerima tanggung jawab atas perilaku mereka sendiri dan menjadi sadar terlibat pada perkara hal, keinginan, cita-cita yang mereka pillih. Masa muda merupakan tahap yang penting dalam pertumbuhan religious. Para remaja membutuhkan sosok pelindung yang mampu diajak berdialog dan berbagi rasa. Selain itu, mereka pun mengharapkan adanya pegangan hidup sebagai tempat bergantung, dimana bisa dijadikan sebagai wadah berbagi dalam menyelesaikan konflik batin yang dialaminnya dan dalam hal ini dukungan keluarga (orangtua), sekolah dan lingkungan sangat menentukan arah perkembangannya.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning Pada Konsep Tumbuhan Hijau Di Kelas V MIN Tungkob Aceh Besar Fakhrul Rijal
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.181

Abstract

Dalam proses pembelajaran, kemampuan dalam memahami suatu konsep pembelajaran diantaranya dipengeruhi oleh metode dan pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk materi yang akan diajarkan sehingga memudahkan siswa dalam memahami konsep yang disampaikan oleh guru. Pendekatan contextual teaching and learning adalah konsep yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata, dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui aktivitas guru dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan contextual teaching and learning pada konsep tumbuhan hijau, (2) Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan contextual teaching and learning pada konsep tumbuhan hijau, dan (3) Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran menggunakan pendekatan contextual teaching and learning pada konsep tumbuhan hijau. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Data hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan: (1) lembar observasi aktivitas guru dan siswa dan (2) tes. Kemudian data ini dianalisis dengan menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) aktivitas guru meningkat dari 64,24% pada siklus I menjadi 73,07% pada siklus II dan siklus III meningkat menjadi 90,7%, aktivitas siswa meningkat dari 7,31% pada siklus I menjadi 79,83% pada siklus II dan siklus III meningkat menjadi 86,49%, (2) hasil tes pada ulangan per siklus juga menunjukkan adanya peningkatan dengan 17.5% siswa yang tuntas pada siklus I pertama menjadi 65% pada siklus III. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan contextual teaching and learning siswa lebih aktif dan kreatif dalam memahami konsep belajar, karena siswa mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilannya, serta membangun pengetahuan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN PTKIN DI ACEH Fakhrul Rijal; Tasnim Idris; Husni Husni
Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i4.7891

Abstract

Pembinaan adalah usaha yang dilakukan dengan sadar, berencana, teratur dan terarah untuk meningkatkan pengetahuan, perilaku dan ketrampilan subjek dengan tindakan, pengarahan dan bimbingan. Program Ma’had Al Jamiah merupakan program yang bertujuan untuk melahirkan generasi-generasi bangsa dan agama yang cerdas serta berakhlak mulia. Hari ini kita melihat begitu banyak generasi- generasi pendidikan yang memiliki pengetahuan dan berpendidikan tetapi mereka krisis  moral  dan  hampir  tidak  bisa  membaca  Al-Qur’an  sebagai  pedoman hidupnya. Salah satu Program Ma’had Jami’ah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an Mahasiswa PAI PTKIN di Aceh dengan baik dan benar. Dari hasil observasi pada mahasiswa sebahagian besar belum mampu membaca  Al-Qur’an  dengan  baik  dan    benar,  diantaranya  prodi  Pendidikan Agama Islam. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah Bagaimana upaya pendidik  dalam  pembinaan  kemampuan  membaca  Al-Qur’an  mahasiswa  PAI pada program Ma’had Al-Jami’ah PTKIN di Aceh?, apa kendala dalam pembinaan kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa prodi PAI melalui Program Ma’had Al-Jamiah PTKIN di Aceh?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan mengunakan metode yang bersifat kualitatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, observasi dan angket, kemudian data tersebut dianalisis melalui deskriptif kualitatif. Usaha pembinaan kemampuan membaca Al-Qur’an pada program Ma’had Al-Jamiah sudah baik. Kemudian ada beberapa kendala yang dihadapi oleh mahasiswa prodi PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an mereka di Ma’had Al-Jamiah PTKIN di Aceh diantaranya bahagian besar mahasiswa kadang-kadang kurang serius dalam mengikuti pembinaan di ma’had Al-Jamiah, Kemudian pengaturan jadwal membaca Al-Qur’an kadang-kadang masih beradu dengan jadwal perkuliahan