Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan global dan banyak masyarakat yang menghadapi masalah glukosa darah tidak terkontrol, terutama pada penderita diabetes melitus. Salah satu faktor pendukung yang sering terabaikan adalah pola tidur dan pola aktivitas sehari-hari. Kurangnya waktu tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan resistensi insulin dan memicu lonjakan kadar glukosa darah. Penanganannya tidak hanya bersifat farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan secara nonfarmakologis, salah satunya melalui senam kaki diabetest yang diyakini menurunkan kadar glukosa darah. Metode: Penelitian ini menggunakan literature review dengan data sekunder dari artikel yang dipublikasikan antara 2020–2025. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, DOAJ dan ResearchGate, menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Seleksi artikel mengacu pada kerangka PICOS, dengan populasi pasien dewasa atau lansia diabetes melitus, intervensi senam kaki diabetes, outcome berupa penurunan kadar glukosa darah, dan desain studi eksperimental (RCT, quasi-experimental, atau pre–post). Penilaian kualitas artikel mengikuti pedoman PRISMA 2020. Dari total 76 artikel, 10 jurnal dianalisis. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa senam kaki diabetes menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Rata-rata penurunan kadar glukosa darah sebesar 37,17 mg/dL. Efektivitas durasi 30 menit per sesi, dan lama intervensi 3-7 hari. Kesimpulan: Terapi senam kaki diabetes terbukti efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai metode nonfarmakologis untuk menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus. Terapi ini dapat dijadikan intervensi komplementer dalam praktik keperawatan dan pengelolaan diabetes melitus di masyarakat.