p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Keperawatan Joong-Ki
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Training of Trainer (ToT) Pada Caregiver Tentang Ambulasi Dan Mobilisasi Di Panti Werdha Amalia Wafiq; Rina Puspita; Amelia Ajeng; Fitri Nurhaliza; Dhiya Shadrina
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.9320

Abstract

Berbagai Gangguan mobilitas dapat menyebabkan perasaan tidak berdaya dan menjadi beban bagi orang lain. Selain itu, kondisi seperti paralisis, amputasi, atau kerusakan motorik lainnya dapat mengganggu citra tubuh. Reaksi orang lain terhadap gangguan mobilitas juga dapat mempengaruhi harga diri dan citra tubuh secara signifikan. Salah satu cara untuk mencegah gangguan mobilitas adalah dengan melakukan ambulasi, yang dapat meningkatkan sirkulasi darah, mencegah komplikasi seperti trombosis vena profunda/DVT, dan mempercepat pemulihan setelah operasi.
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETES TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS: LITERATURE REVIEW fazlatul amaliah fazlatul amaliah; Fitri Nurhaliza; Neni Alfidah; Nur Fitriyani; Nur Haliza; Kristina Everentia Ngasu
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2026): Nursing Media Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan global dan banyak masyarakat yang menghadapi masalah glukosa darah tidak terkontrol, terutama pada penderita diabetes melitus. Salah satu faktor pendukung yang sering terabaikan adalah pola tidur dan pola aktivitas sehari-hari. Kurangnya waktu tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan resistensi insulin dan memicu lonjakan kadar glukosa darah. Penanganannya tidak hanya bersifat farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan secara nonfarmakologis, salah satunya melalui senam kaki diabetest yang diyakini menurunkan kadar glukosa darah. Metode: Penelitian ini menggunakan literature review dengan data sekunder dari artikel yang dipublikasikan antara 2020–2025. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, DOAJ dan ResearchGate, menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Seleksi artikel mengacu pada kerangka PICOS, dengan populasi pasien dewasa atau lansia diabetes melitus, intervensi senam kaki diabetes, outcome berupa penurunan kadar glukosa darah, dan desain studi eksperimental (RCT, quasi-experimental, atau pre–post). Penilaian kualitas artikel mengikuti pedoman PRISMA 2020. Dari total 76 artikel, 10 jurnal dianalisis. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa senam kaki diabetes menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Rata-rata penurunan kadar glukosa darah sebesar 37,17 mg/dL. Efektivitas durasi 30 menit per sesi, dan lama intervensi 3-7 hari. Kesimpulan: Terapi senam kaki diabetes terbukti efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai metode nonfarmakologis untuk menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus. Terapi ini dapat dijadikan intervensi komplementer dalam praktik keperawatan dan pengelolaan diabetes melitus di masyarakat.