Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pola komunikasi vertikal divisi public relations PT Kereta Api Indonesia pada pengelolaan akun Instagram @keretaapikita Hati, Jisca Putri Sagara; Meltareza, Ridma; Wiryany, Detya
Comdent: Communication Student Journal Vol 2, No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v2i2.61403

Abstract

Latar Belakang: Minimnya kajian tentang pola komunikasi vertikal dalam pengelolaan media sosial institusi publik menunjukkan adanya celah penelitian dalam memahami dinamika komunikasi internal tim Public Relations di era digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola komunikasi vertikal—baik upward communication maupun downward communication—dalam pengelolaan akun Instagram @keretaapikita oleh Unit Corporate Image Care PT Kereta Api Indonesia (Persero). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan asisten manajer dan staf pelaksana unit terkait, serta dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa downward communication berlangsung secara terstruktur melalui taklimat formal dan SOP yang jelas, sementara upward communication memberikan ruang partisipatif bagi staf untuk menyampaikan ide dan masukan, baik melalui rapat maupun komunikasi informal. Pola komunikasi dua arah ini berjalan dinamis dan adaptif, menyesuaikan kebutuhan organisasi serta karakter media sosial sebagai ruang komunikasi strategis. Pola komunikasi ini menggambarkan adanya interaksi dua arah yang terorganisasi, dengan dinamika yang menyesuaikan kebutuhan dan situasi tertentu. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai pentingnya struktur komunikasi vertikal dalam mendukung pengelolaan media sosial PT Kereta Api Indonesia.
Manajemen Komunikasi Krisis dalam Acara Konser Musik Playlist Live Festival 2024 Meltareza, Ridma; Hati, Jisca Putri Sagara
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 11, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v11i1.14941

Abstract

 Playlist Live Festival 2024 mengalami krisis pada hari kedua ketika cuaca buruk, termasuk hujan deras dan angin kencang, menyebabkan penundaan acara serta kerusakan pada panggung. Peristiwa ini, yang dapat dikategorikan sebagai Krisis Tak Terduga menurut Teori Komunikasi Krisis Situasional (SCCT), disebabkan oleh faktor eksternal yang berada di luar kendali langsung penyelenggara. Akibatnya, penyelenggara menghadapi tanggung jawab moderat dalam mengelola krisis. Mereka diharapkan untuk mengurangi dampak krisis terhadap pengunjung dan memberikan solusi untuk memulihkan pengalaman festival. Sebagai respons terhadap krisis, penyelenggara mengadopsi Strategi Pengurangan (Diminish Strategy), yang bertujuan untuk mengurangi persepsi beratnya kejadian tersebut. Mereka memberikan akses gratis kepada pemegang tiket untuk acara pengganti yang dijadwalkan pada 1 Juni 2024, yang akan menampilkan penampilan spesial dari Salma Salsabila, Roni Parulian, Nabila Taqiyah, Nyoman Paul, dan Dipha Barus. Untuk menjaga pengunjung tetap terinformasi, penyelenggara festival secara proaktif berkomunikasi melalui berbagai saluran, termasuk media sosial, email, dan situs web resmi festival. Mereka memberikan detail tentang cara klaim tiket untuk acara pengganti dan memastikan saluran komunikasi tambahan tersedia untuk mengatasi kekhawatiran atau permintaan. Hasil dari strategi ini menunjukkan komitmen penyelenggara untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan mengurangi dampak reputasi dari krisis tersebut. Komunikasi yang transparan dan responsif memainkan peran penting dalam membantu mengurangi persepsi negatif publik, karena ini memungkinkan penyelenggara untuk mengambil tanggung jawab atas situasi tersebut sambil menawarkan solusi yang memadai. Crisis Communication Management in the Playlist Live Festival 2024 Music Concert Event ABSTRACTThe Playlist Live Festival 2024 encountered a crisis on its second day when severe weather conditions, including heavy rain and strong winds, led to event delays and significant damage to the stage. This event, which can be classified as an Accidental Crisis according to Situational Crisis Communication Theory (SCCT), was caused by external factors beyond the direct control of the organizers. As a result, the organizers faced a moderate level of responsibility in managing the crisis. They were expected to mitigate the effects of the crisis on attendees and provide solutions to restore the festival's experience. In response to the crisis, the organizers adopted a Diminish Strategy, aimed at reducing the perceived severity of the event. They offered free access to ticket holders for a rescheduled event on June 1, 2024, which would feature special performances from Salma Salsabila, Roni Parulian, Nabila Taqiyah, Nyoman Paul, and Dipha Barus. To keep attendees informed, the festival’s organizers proactively communicated through multiple channels, including social media, email, and the festival’s official website. They provided details on how to claim tickets for the rescheduled event and made sure additional communication channels were available to address any concerns or requests. The outcome of this strategy showed the organizers' commitment to improving the visitor experience and mitigating the reputational impact of the crisis. Transparent and responsive communication played a crucial role in helping to reduce negative public perceptions, as it allowed the organizers to take ownership of the situation while offering an adequate solution.  
Aksesibilitas Penyandang Disabilitas Dalam Konser Musik: Studi Kasus Soora Music Festival 2024 Hati, Jisca Putri Sagara; Meltareza, Ridma
Journal of Digital Communication Science Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Digital Communication Science
Publisher : Universitas Indonesia Membangun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/jdcs.v3i1.417

Abstract

Penyandang disabilitas sering menghadapi keterbatasan dalam mengakses ruang publik, termasuk dalam kegiatan hiburan seperti konser musik. Aksesibilitas yang kurang memadai dapat menghambat partisipasi mereka secara setara dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyelenggaraan konser musik memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dengan studi kasus pada Soora Music Festival 2024 di Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama pelaksanaan festival pada 8–9 Juni 2024 di Tritan Point Gedebage, Bandung. Data kemudian dianalisis menggunakan teori manajemen event dan interaksi simbolik untuk mengkaji proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta makna sosial yang terbentuk dalam interaksi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggara festival menyediakan sejumlah fasilitas yang mendukung aksesibilitas penyandang disabilitas, seperti jalur khusus, tempat duduk strategis, serta venue maps yang informatif. Penempatan fasilitas disabilitas yang strategis juga memberi kenyamanan dan visibilitas yang setara bagi seluruh penonton. Kesimpulannya, penerapan prinsip inklusivitas dalam manajemen event terbukti mampu menciptakan pengalaman konser yang lebih adil dan setara. Penyelenggaraan acara seperti Soora Music Festival dapat menjadi contoh praktik baik dalam membangun ruang hiburan yang inklusif bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
MANAJEMEN KOMUNIKASI KRISIS PUBLIC RELATIONS PT KAI PASCA-INSIDEN KA ARGO BROMO ANGGREK Hati, Jisca Putri Sagara; Tawaqal, Rizki Surya
Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi) Vol 6 No 03 (2025): Desember
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study stems from the case of the Argo Bromo Anggrek train derailment, which creates significant pressure on the reputation of PT Kereta Api Indonesia and requires a structured and rapid communication response. The purpose of this study is to analyze the application of crisis communication management based on Situational Crisis Communication Theory in an effort to restore public trust. The research used qualitative methods with case studies through in-depth interviews, analysis of official documents, and review of digital content related to the company's response. The results showed that PT KAI implemented a rebuild strategy through public apologies, compensation, and corrective actions combined with a bolstering strategy through the visual presentation of recovery progress in the field. The roles of the Supporting Public External Unit and the Social Media & Corporate Portal Unit complement each other, with the USPE maintaining the consistency of factual information in the mainstream media, while the USPC manages the dynamics of public emotions through more relatable and empathetic content. The findings also show that the company leadership's apology and transparency of information successfully reduced tensions and significantly improved public perception. This study concludes that PT KAI's success was influenced by the integration of consistent messaging, the use of digital sentiment monitoring, and the ability to balance technical explanations and empathy in crisis situations.